{"id":176884,"date":"2026-04-10T18:25:43","date_gmt":"2026-04-10T10:25:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=176884"},"modified":"2026-04-10T18:31:08","modified_gmt":"2026-04-10T10:31:08","slug":"pasar-tumpah-ganggu-lalu-lintas-bupati-kutim-minta-evaluasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pasar-tumpah-ganggu-lalu-lintas-bupati-kutim-minta-evaluasi\/","title":{"rendered":"Pasar Tumpah Ganggu Lalu Lintas, Bupati Kutim Minta Evaluasi"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"dff953a5-8bd6-4d18-a6d5-e63e069b8fb6\" data-testid=\"conversation-turn-11\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:6ec23b80-6092-493c-bb2b-435752d318cc-12\" data-testid=\"conversation-turn-12\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"b079c09c-3f60-4de4-a147-c9f709a15bf1\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Kutim mendorong evaluasi pasar tumpah yang mengganggu lalu lintas, namun penertiban masih terkendala belum adanya regulasi khusus.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk segera mengevaluasi aktivitas pasar tumpah yang dinilai mulai mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum di sejumlah titik, khususnya di kawasan Pasar Induk Sangatta, Kamis (09\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Instruksi tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya aktivitas perdagangan di pinggir jalan yang berpotensi menimbulkan kemacetan, meski di sisi lain turut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ardiansyah menegaskan, aktivitas ekonomi rakyat harus tetap berjalan, namun tidak boleh mengorbankan kepentingan publik, terutama kelancaran lalu lintas. &#8220;Satu sisi kita bersyukur, itu adalah kreasi ekonomi kerakyatan. Tapi itu tadi, asal mereka tidak mengganggu kondisi lalu lintas yang ada,&#8221; ujar Ardiansyah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia meminta Disperindag Kutim meninjau ulang penempatan pedagang, khususnya bagi mereka yang telah memiliki lapak resmi di dalam pasar agar tidak lagi berjualan di badan jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya pernah menginstruksikan kalau mereka berjualannya itu di pasar tumpah sekitar sini, nah itu tidak ada alasan, harus kembali ke sini (area pasar). Tapi kalau di tempat-tempat lain, nah ini dievaluasi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, penertiban akan dilakukan apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya gangguan signifikan terhadap ketertiban umum dan arus lalu lintas. &#8220;Secara khusus kalau dievaluasi ada hal-hal yang mengganggu, mungkin itu segera dievaluasi ya. Tetap kita minta Disperindag untuk melakukan evaluasi,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim Nora Ramadani mengungkapkan, hingga saat ini penindakan terhadap pasar tumpah masih terkendala ketiadaan regulasi khusus di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penertiban itu selalu beranjak pada peraturan. Sampai saat ini, terus terang kita belum punya peraturan di daerah yang mengatur tentang pasar tumpah. Hampir di seluruh Indonesia juga belum mengatur itu secara khusus,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nora menambahkan, penertiban tanpa dasar hukum yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan baru, sehingga diperlukan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) sebagai landasan hukum sebelum dilakukan tindakan tegas di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menekankan bahwa kebijakan yang akan diambil harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang. Oleh karena itu, apabila regulasi telah terbentuk, perlu disiapkan masa transisi agar pedagang dapat menyesuaikan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kalau sifatnya nanti ada regulasi, itu sifatnya represif. Artinya kita berikan waktu, misalkan satu bulan mereka harus masuk (ke pasar resmi) atau mengganti komoditi dagangannya jika dilarang, seperti daging basah. Ini dilakukan agar tidak mematikan usaha mereka,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Kutim berharap evaluasi ini dapat menghasilkan solusi yang seimbang antara penataan kota dan perlindungan ekonomi masyarakat, sehingga aktivitas perdagangan tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban umum. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Kutim mendorong evaluasi pasar tumpah yang mengganggu lalu lintas, namun penertiban masih terkendala belum adanya regulasi khusus. KUTAI TIMUR &#8211; Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk segera mengevaluasi aktivitas pasar tumpah yang dinilai mulai mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban umum di sejumlah titik, khususnya di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":176879,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[806,748,14631,17354,19715,19713,19712,6998,9355,19714],"class_list":["post-176884","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-ardiansyah-sulaiman","tag-bupati-kutim","tag-disperindag-kutim","tag-ekonomi-kerakyatan","tag-lalu-lintas-kutim","tag-pasar-induk-sangatta","tag-pasar-tumpah","tag-pedagang-kaki-lima","tag-penertiban-pasar","tag-perda-pasar-tumpah"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176884","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=176884"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176884\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177021,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/176884\/revisions\/177021"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/176879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=176884"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=176884"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=176884"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}