{"id":177040,"date":"2026-04-11T13:55:56","date_gmt":"2026-04-11T05:55:56","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=177040"},"modified":"2026-04-11T13:55:56","modified_gmt":"2026-04-11T05:55:56","slug":"dprd-samarinda-soroti-kabel-menjuntai-yang-ancam-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dprd-samarinda-soroti-kabel-menjuntai-yang-ancam-keselamatan\/","title":{"rendered":"DPRD Samarinda Soroti Kabel Menjuntai yang Ancam Keselamatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3550\" data-end=\"3703\"><em>Penataan kabel utilitas di Samarinda dinilai mendesak karena berisiko terhadap keselamatan dan menjadi indikator buruknya tata kelola infrastruktur kota.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA <\/strong>&#8211; Kondisi jaringan kabel utilitas yang semrawut di sejumlah titik di Kota Samarinda menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Penataan kabel dinilai mendesak dilakukan karena tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Permasalahan tersebut disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Achmad Sukamto. Ia menilai, kondisi kabel yang menjuntai, saling bersilangan di tiang listrik, hingga melintang rendah di atas jalan dan saluran drainase tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKondisinya semrawut dan berpotensi membahayakan keselamatan. Ini harus ditata secara serius,\u201d ujar Sukamto saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Kamis (09\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, persoalan tersebut tidak sekadar persoalan teknis, melainkan juga mencerminkan wajah kota dan kualitas tata kelola infrastruktur. Ia menegaskan bahwa pengelolaan utilitas yang baik menjadi indikator penting dalam mewujudkan kota yang layak huni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, penumpukan kabel pada satu titik menunjukkan belum adanya sistem penataan yang terintegrasi antar penyedia layanan. Kondisi itu membuat tiang listrik dipenuhi kabel dari berbagai perusahaan tanpa koordinasi yang jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain mengganggu pemandangan, keberadaan kabel yang tidak tertata rapi juga berisiko membahayakan pengguna jalan dan pejalan kaki, terutama jika berada pada posisi rendah. Dalam kondisi tertentu, kabel yang tidak terawat juga dapat memicu gangguan teknis hingga kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai langkah solusi, DPRD Kota Samarinda berencana mendorong perubahan sistem penataan jaringan utilitas secara menyeluruh, termasuk mengarah pada penerapan sistem yang lebih modern dan aman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depan, kita tidak hanya bicara merapikan, tetapi juga mengubah sistem. Salah satu opsi yang sedang kami dorong adalah penggunaan kabel bawah tanah sebagai solusi jangka panjang,\u201d jelas Sukamto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui rencana tersebut, DPRD Kota Samarinda berharap dapat memperoleh referensi teknis dan regulasi, termasuk aspek pembiayaan serta mekanisme pelaksanaan dalam penerapan sistem kabel bawah tanah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sukamto menekankan, upaya penataan ini memerlukan sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan penyedia layanan utilitas agar kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami ingin ada langkah konkret ke depan. Penataan ini harus melibatkan semua pihak agar hasilnya maksimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan dorongan tersebut, penataan jaringan kabel di Kota Samarinda diharapkan dapat segera direalisasikan secara terencana guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta keindahan kota. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penataan kabel utilitas di Samarinda dinilai mendesak karena berisiko terhadap keselamatan dan menjadi indikator buruknya tata kelola infrastruktur kota. SAMARINDA &#8211; Kondisi jaringan kabel utilitas yang semrawut di sejumlah titik di Kota Samarinda menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda. Penataan kabel dinilai mendesak dilakukan karena tidak hanya merusak estetika kota, tetapi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":177192,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[19899,616,19901,19905,19898,19903,19900,1511,19902,19904],"class_list":["post-177040","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-achmad-sukamto","tag-dprd-samarinda","tag-kabel-bawah-tanah","tag-kabel-menjuntai-samarinda","tag-kabel-utilitas-semrawut","tag-keselamatan-warga-samarinda","tag-komisi-iii-dprd-samarinda","tag-kota-samarinda","tag-penataan-infrastruktur","tag-utilitas-kota"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177040","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177040"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177040\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177194,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177040\/revisions\/177194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177040"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177040"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177040"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}