{"id":177119,"date":"2026-04-11T11:36:08","date_gmt":"2026-04-11T03:36:08","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=177119"},"modified":"2026-04-11T11:43:40","modified_gmt":"2026-04-11T03:43:40","slug":"tiga-hari-tak-masuk-sekolah-pelajar-smkn-ditemukan-meninggal-di-kos","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tiga-hari-tak-masuk-sekolah-pelajar-smkn-ditemukan-meninggal-di-kos\/","title":{"rendered":"Tiga Hari Tak Masuk Sekolah, Pelajar SMKN Ditemukan Meninggal di Kos"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Penemuan jasad pelajar di kamar kos Amuntai tanpa tanda kekerasan mendorong penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab kematian.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>HULU SUNGAI UTARA <\/b>&#8211; Misteri kematian seorang pelajar perempuan di kamar kos di Ujung Murung, Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), memicu penyelidikan aparat kepolisian setelah jasad korban ditemukan tanpa tanda kekerasan, namun meninggalkan sejumlah pertanyaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban diketahui bernama Hana (18), pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 (SMKN 1) Amuntai asal Kota Balikpapan. Ia ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya pada Jumat (10\/04\/2026) siang, setelah tidak masuk sekolah selama tiga hari dan membuat teman-temannya merasa khawatir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penemuan jasad bermula saat sejumlah teman korban mendatangi kamar kos untuk memastikan kondisinya. Namun, setelah dipanggil berulang kali tanpa respons, mereka melaporkan kepada pemilik kos hingga akhirnya pintu kamar dibuka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Sementara (Ps) Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Kepolisian Resor (Polres) Hulu Sungai Utara (HSU) Iptu Asep membenarkan peristiwa tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang bersangkutan dikabarkan sudah tiga hari tidak masuk sekolah. Lalu teman-temannya berinisiatif datang ke kostnya,\u201d kata Iptu Asep, sebagaimana dilansir Kakinews, Jumat (10\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah dipanggil di depan pintu, tidak ada jawaban, kemudian temannya melaporkan ke pihak kost. Pemilik kost memutuskan untuk membuka pintu kamar dan menemukan jasad korban,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jasad korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai untuk dilakukan pemeriksaan medis atau visum. Berdasarkan hasil sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk menggali keterangan dari saksi dan pihak terkait.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah kos milik warga di kawasan Ujung Murung RT 01, yang selama ini dihuni korban seorang diri. Kondisi tersebut turut menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menambah daftar peristiwa kematian mendadak yang memerlukan penanganan menyeluruh, baik dari aspek medis maupun investigatif, guna memastikan penyebab kematian secara pasti serta memberikan kepastian bagi keluarga korban. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penemuan jasad pelajar di kamar kos Amuntai tanpa tanda kekerasan mendorong penyelidikan polisi untuk mengungkap penyebab kematian. HULU SUNGAI UTARA &#8211; Misteri kematian seorang pelajar perempuan di kamar kos di Ujung Murung, Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), memicu penyelidikan aparat kepolisian setelah jasad korban ditemukan tanpa tanda kekerasan, namun meninggalkan sejumlah pertanyaan. Korban &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":177121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2301,2276],"tags":[12204,2909,9813,19835,19834,13319,19833,13207,19837,19836],"class_list":["post-177119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kabupaten-hulu-sungai-utara-provinsi-kalimantan-selatan","category-kalimantan-selatan-kalsel","tag-amuntai","tag-hsu","tag-hulu-sungai-utara","tag-iptu-asep","tag-kamar-kos-amuntai","tag-kematian-misterius","tag-pelajar-meninggal","tag-polres-hsu","tag-rsud-pambalah-batung","tag-smkn-1-amuntai"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177119"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177128,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177119\/revisions\/177128"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}