{"id":177169,"date":"2026-04-11T13:22:04","date_gmt":"2026-04-11T05:22:04","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=177169"},"modified":"2026-04-11T13:36:15","modified_gmt":"2026-04-11T05:36:15","slug":"peringatan-bmkg-diabaikan-risiko-kecelakaan-laut-di-kaltara-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peringatan-bmkg-diabaikan-risiko-kecelakaan-laut-di-kaltara-meningkat\/","title":{"rendered":"Peringatan BMKG Diabaikan, Risiko Kecelakaan Laut di Kaltara Meningkat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kantor SAR Tarakan menyoroti masih adanya pelayaran yang mengabaikan peringatan cuaca, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan laut di perairan Kaltara.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN<\/strong> &#8211; Peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai masih kerap diabaikan oleh pelaku pelayaran di Kalimantan Utara (Kaltara), sehingga meningkatkan risiko kecelakaan laut. Kondisi ini menjadi perhatian Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tarakan setelah pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran yang mencatat sejumlah insiden di perairan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril, menegaskan bahwa aspek keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama sebelum pelayaran dilakukan, terutama saat cuaca tidak bersahabat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeringatan dari BMKG itu sebenarnya sudah jelas. Tapi di lapangan masih ada yang tetap berangkat, padahal kondisi tidak memungkinkan,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Headlinews, Jumat (10\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, keputusan untuk tetap melaut di tengah cuaca buruk tidak hanya membahayakan penumpang, tetapi juga menyulitkan tim SAR saat melakukan operasi pencarian dan pertolongan. \u201cKalau sudah diingatkan tapi tetap jalan, risikonya pasti lebih besar. Tim di lapangan juga menghadapi kondisi yang sama beratnya saat melakukan pencarian,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain faktor kelalaian, karakteristik perairan Kaltara turut menjadi tantangan tersendiri. Syahril menjelaskan bahwa arus laut di sejumlah wilayah, seperti Bunyu, dapat berubah dengan cepat dan sulit diprediksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDi perairan seperti Bunyu, arusnya bisa berubah cepat. Ada pertemuan arus yang membuat situasi di laut jadi tidak menentu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama masa Siaga SAR Khusus Lebaran, SAR Tarakan mencatat dua kejadian kecelakaan laut di wilayah perairan. Seluruh korban berhasil ditemukan, meskipun salah satu proses pencarian memerlukan waktu lebih lama dari standar operasi yang umumnya berlangsung hingga tujuh hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJumlah kasus tidak banyak, tapi ada yang membutuhkan waktu lebih panjang sampai korban ditemukan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, meski terdapat batas waktu operasi, pencarian tetap dapat dilanjutkan apabila masih terdapat peluang dan informasi baru di lapangan. \u201cSecara aturan memang ada batas waktu, tapi kalau masih ada peluang dan informasi berkembang, pencarian tetap dilanjutkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam setiap operasi, SAR Tarakan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi korban sebelum diserahkan kepada keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKoordinasi lintas instansi tetap dilakukan, terutama untuk identifikasi korban,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, operasi pencarian juga melibatkan penggunaan peralatan seperti kapal cepat dan alat deteksi bawah air guna mempercepat proses evakuasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSemua unsur turun bersama. Peralatan juga dimaksimalkan untuk mempercepat proses pencarian,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, pemantauan di jalur darat selama arus mudik dan balik Lebaran berlangsung kondusif tanpa adanya kejadian menonjol. Namun, pihak SAR tetap mengingatkan seluruh pelaku perjalanan laut untuk mematuhi peringatan cuaca guna meminimalkan potensi kecelakaan di Kaltara. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kantor SAR Tarakan menyoroti masih adanya pelayaran yang mengabaikan peringatan cuaca, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan laut di perairan Kaltara. TARAKAN &#8211; Peringatan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai masih kerap diabaikan oleh pelaku pelayaran di Kalimantan Utara (Kaltara), sehingga meningkatkan risiko kecelakaan laut. Kondisi ini menjadi perhatian Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":177171,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2257],"tags":[19882,19877,16397,19880,19879,19876,13477,19878,15803,19881],"class_list":["post-177169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-arus-laut-kaltara","tag-bunyu-kaltara","tag-kecelakaan-laut-kaltara","tag-keselamatan-transportasi-laut","tag-operasi-sar-lebaran","tag-pelayaran-cuaca-buruk","tag-peringatan-bmkg","tag-risiko-pelayaran-laut","tag-sar-tarakan","tag-tni-polri-sar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177169"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177183,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177169\/revisions\/177183"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177171"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}