{"id":177363,"date":"2026-04-13T11:58:29","date_gmt":"2026-04-13T03:58:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=177363"},"modified":"2026-04-13T12:09:06","modified_gmt":"2026-04-13T04:09:06","slug":"program-nuklir-jadi-batu-sandungan-perundingan-as-iran-kandas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/program-nuklir-jadi-batu-sandungan-perundingan-as-iran-kandas\/","title":{"rendered":"Program Nuklir Jadi Batu Sandungan, Perundingan AS-Iran Kandas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Perbedaan tuntutan strategis, termasuk isu nuklir dan kepentingan geopolitik, membuat perundingan damai AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>ISLAMABAD <\/strong>&#8211; Mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad memunculkan saling tuding di antara kedua pihak, dengan Washington menilai tuntutan Teheran menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perundingan langsung yang berlangsung selama 21 jam pada Sabtu 11 April 2026 hingga Minggu (12\/04\/2026) pagi itu merupakan yang pertama sejak revolusi Islam 1979. Namun, pertemuan yang dimediasi Pakistan tersebut berakhir tanpa mufakat setelah kedua negara gagal menyepakati sejumlah poin krusial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) JD Vance menyatakan kebuntuan terjadi karena Iran menolak permintaan Washington, termasuk penghentian seluruh program nuklir Teheran. Sikap tersebut dinilai menjadi faktor utama gagalnya pembicaraan yang sebelumnya diharapkan membuka jalan menuju stabilitas kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi memberikan penilaian berbeda. Melalui unggahan di media sosial X, ia menuding AS tidak konsisten selama proses negosiasi berlangsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Tapi, ketika hanya tinggal beberapa inci dari &#8216;MoU Islamabad&#8217;, kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,&#8221; tulis Araghchi di X pada Senin 13 April 2026, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Senin, (13\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran juga menyebut AS tidak memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran, bahkan disebut mencari alasan untuk meninggalkan meja perundingan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelum pembicaraan dimulai, Iran mengajukan beberapa tuntutan utama, antara lain pencairan aset negara tersebut yang dibekukan di Qatar dan sejumlah bank asing. Selain itu, Teheran juga menginginkan kendali atas Selat Hormuz, pembayaran ganti rugi perang, serta penerapan gencatan senjata di berbagai wilayah konflik termasuk Lebanon.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Iran bahkan disebut berencana mengenakan biaya transit bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari kepentingan strategisnya di kawasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegagalan perundingan ini memperpanjang ketegangan antara kedua negara dan berpotensi memengaruhi stabilitas geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait jalur energi global yang bergantung pada keamanan Selat Hormuz.[]\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perbedaan tuntutan strategis, termasuk isu nuklir dan kepentingan geopolitik, membuat perundingan damai AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. ISLAMABAD &#8211; Mandeknya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad memunculkan saling tuding di antara kedua pihak, dengan Washington menilai tuntutan Teheran menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. Perundingan langsung yang berlangsung selama 21 jam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":177365,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[15084,16068,16073,19792,19801,15078,16069,20041,19803,15308],"class_list":["post-177363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-abbas-araghchi","tag-as-iran","tag-diplomasi-internasional","tag-islamabad","tag-jd-vance","tag-konflik-timur-tengah","tag-negosiasi-as-iran","tag-perundingan-damai-iran","tag-program-nuklir-iran","tag-selat-hormuz"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177363","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177363"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177378,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177363\/revisions\/177378"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177365"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}