{"id":177802,"date":"2026-04-14T18:51:53","date_gmt":"2026-04-14T10:51:53","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=177802"},"modified":"2026-04-14T18:51:53","modified_gmt":"2026-04-14T10:51:53","slug":"ikn-jadi-laboratorium-hidup-kampus-uji-konsep-kota-berkelanjutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ikn-jadi-laboratorium-hidup-kampus-uji-konsep-kota-berkelanjutan\/","title":{"rendered":"IKN Jadi Laboratorium Hidup, Kampus Uji Konsep Kota Berkelanjutan"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"9e8e5652-625e-401a-848c-b0ac6790b2dd\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:f7186c62-a852-4f3a-8212-36acac679d9c-21\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"d8cd6e0a-483e-47ab-96ad-2913e7061592\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kunjungan akademik ke IKN menyoroti implementasi konsep kota berkelanjutan sebagai bahan integrasi kurikulum dan penguatan kolaborasi ilmiah.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nNUSANTARA <\/strong>&#8211; Penguatan konsep kota berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menjadi perhatian dunia akademik. Hal ini tercermin dari kunjungan Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Hasanuddin ke <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Otorita Ibu Kota Nusantara<\/span><\/span> pada Senin (13\/04\/2026), yang difokuskan pada pendalaman implementasi konsep sponge city dan forest city dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga bagian dari upaya konkret integrasi ilmu perencanaan kota dengan praktik pembangunan berkelanjutan di lapangan. Rombongan akademisi turut melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi guna melihat penerapan konsep tersebut secara riil di kawasan IKN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Perencanaan Makro <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Otorita Ibu Kota Nusantara<\/span><\/span>, Pungky Widiaryanto, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci dalam memperkuat kualitas perencanaan kota masa depan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPertemuan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang belajar bersama dalam memahami dan mengembangkan implementasi sponge city dan forest city di IKN,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Ketua Departemen PWK Universitas Hasanuddin, Ihsan, menyebut kunjungan ini memiliki dampak langsung terhadap pengembangan kurikulum di kampus. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari mandat <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia<\/span><\/span> (ASPI) dalam memperkuat kapasitas akademik melalui studi lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPembelajaran hari ini akan kami integrasikan ke dalam kurikulum. Kegiatan ini juga merupakan amanah dari Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) untuk melakukan studi banding ke IKN, khususnya dalam memperdalam perencanaan kota,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam forum tersebut, jajaran <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Otorita Ibu Kota Nusantara<\/span><\/span> memaparkan strategi penerapan sponge city\u2014konsep kota yang mampu menyerap dan mengelola air hujan secara alami\u2014serta forest city, yang menitikberatkan pada pelestarian ekosistem hutan dalam pembangunan kota modern. Pembahasan juga mencakup integrasi kawasan lindung dan konservasi keanekaragaman hayati dalam tata ruang IKN.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain aspek lingkungan, diskusi turut menyoroti pengembangan kawasan yang terintegrasi dengan wilayah penyangga seperti <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Balikpapan<\/span><\/span> dan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Samarinda<\/span><\/span>, terutama dalam memperkuat konektivitas ekonomi dan industri sebagai bagian dari ekosistem pembangunan IKN yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Perencanaan Mikro, Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air, serta Direktur Pelayanan Dasar, yang memperkaya diskusi lintas sektor dalam mendukung visi IKN sebagai kota masa depan yang adaptif terhadap perubahan iklim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kunjungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengembangan IKN tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan basis keilmuan dan kolaborasi multidisiplin guna memastikan keberlanjutan jangka panjang. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kunjungan akademik ke IKN menyoroti implementasi konsep kota berkelanjutan sebagai bahan integrasi kurikulum dan penguatan kolaborasi ilmiah. NUSANTARA &#8211; Penguatan konsep kota berkelanjutan di Ibu Kota Nusantara (IKN) kian menjadi perhatian dunia akademik. Hal ini tercermin dari kunjungan Fakultas Teknik, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Hasanuddin ke Otorita Ibu Kota Nusantara pada Senin &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":177804,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,9430],"tags":[20409,1243,20406,20404,165,20410,6487,20411,20408,609,20405,20407],"class_list":["post-177802","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-nusantara","tag-aspi","tag-balikpapan","tag-forest-city","tag-ibu-kota-baru-indonesia","tag-ikn","tag-kota-berkelanjutan","tag-otorita-ikn","tag-perencanaan-kota","tag-pwk-unhas","tag-samarinda","tag-sponge-city","tag-universitas-hasanuddin"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177802","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177802"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177802\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":177806,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177802\/revisions\/177806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/177804"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177802"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177802"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177802"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}