{"id":178605,"date":"2026-04-17T16:19:51","date_gmt":"2026-04-17T08:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178605"},"modified":"2026-04-17T16:20:20","modified_gmt":"2026-04-17T08:20:20","slug":"ayah-tiri-terlibat-dua-pelaku-kekerasan-anak-di-tarakan-ditangkap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ayah-tiri-terlibat-dua-pelaku-kekerasan-anak-di-tarakan-ditangkap\/","title":{"rendered":"Ayah Tiri Terlibat, Dua Pelaku Kekerasan Anak di Tarakan Ditangkap"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"1afec056-0d17-494a-be6d-221061cb9ecb\" data-testid=\"conversation-turn-15\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:f059a26c-142c-4c14-95b4-5262e85e5975-18\" data-testid=\"conversation-turn-16\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"39654ca9-0ee6-4a2d-bf35-ebaffe5f33fa\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Tarakan terungkap berkat kepekaan keluarga, dua pelaku telah ditangkap dan dijerat UU TPKS.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN<\/strong> \u2013 Pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), bermula dari kepekaan keluarga yang mencurigai perubahan perilaku korban. Polisi kini telah mengamankan dua pelaku, termasuk ayah tiri korban, dalam kasus yang menimbulkan trauma mendalam bagi anak tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan melalui Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ariyanto, mengonfirmasi kedua tersangka telah ditangkap setelah adanya laporan resmi dari ibu kandung korban. Korban diketahui merupakan siswi kelas III Sekolah Dasar (SD) berinisial M (12).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini terungkap setelah tante korban melihat perubahan signifikan pada perilaku korban yang sebelumnya ceria, namun kemudian menjadi murung, sering melamun, dan menunjukkan kondisi fisik tidak biasa. Kecurigaan semakin kuat ketika korban sering mengalami mual dan terus-menerus menghirup minyak kayu putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAkhirnya tantenya itu curiga ini anak kenapa, murung terus, sering melamun sendiri. Ternyata dia menyampaikan ke tantenya bahwa dia sudah disetubuhi oleh kekasihnya,\u201d ungkap Ariyanto, sebagaimana diberitakan Headlinews, Kamis (16\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pengakuan tersebut, keluarga sempat melakukan pemeriksaan awal menggunakan test pack yang menunjukkan hasil positif. Namun, hasil berbeda diperoleh saat pemeriksaan lanjutan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang menyatakan hasil negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAwalnya positif, ternyata begitu dilakukan pengecekan di pihak Puskesmas hasilnya itu negatif. Jadi yang melakukan hubungan badan ini pacarnya sama bapak sambungnya,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari hasil penyelidikan, tersangka berinisial MA (28) diketahui telah melakukan perbuatan tersebut sebanyak tiga kali pada Maret 2026 di luar rumah, dengan memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi dan minim penerangan. Modus yang digunakan adalah bujuk rayu terhadap korban.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKarena korban merasa ada hubungan spesial itu, jadi dia mau melakukan itu. Pelakunya ini dewasa, umurnya sekitar 28 tahun,\u201d jelas Ariyanto.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, tersangka RM (50) yang merupakan ayah tiri korban, melakukan aksi serupa satu kali pada April 2026 dengan memanfaatkan kondisi rumah yang sepi saat ibu korban tidak berada di tempat. Meskipun tidak disertai ancaman verbal, kondisi fisik pelaku yang lebih besar membuat korban berada dalam tekanan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSama bapaknya itu ndak ada ancaman, cuma orangnya kan tinggi besar kekar. Ibaratnya seperti gerakan yang di bawah tekanan,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami trauma psikologis yang cukup berat dan menunjukkan ketakutan, termasuk terhadap orang tuanya sendiri. Saat ini, kedua pelaku telah ditahan di Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Tarakan dan dijerat dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak serta peka terhadap perubahan perilaku sebagai langkah pencegahan terhadap kejahatan serupa di lingkungan keluarga maupun sekitar. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Tarakan terungkap berkat kepekaan keluarga, dua pelaku telah ditangkap dan dijerat UU TPKS. TARAKAN \u2013 Pengungkapan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara), bermula dari kepekaan keluarga yang mencurigai perubahan perilaku korban. Polisi kini telah mengamankan dua pelaku, termasuk ayah tiri korban, dalam kasus yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":178607,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2257],"tags":[21114,2491,19050,21116,11753,21113,21069,2717,21115,19047],"class_list":["post-178605","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-ayah-tiri-pelaku","tag-kaltara","tag-kasus-anak","tag-kejahatan-keluarga","tag-kekerasan-seksual-anak","tag-polresta-tarakan","tag-ppa-polri","tag-tarakan","tag-trauma-anak","tag-uu-tpks"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178605","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178605"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178605\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178611,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178605\/revisions\/178611"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178605"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178605"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178605"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}