{"id":178613,"date":"2026-04-17T16:28:09","date_gmt":"2026-04-17T08:28:09","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178613"},"modified":"2026-04-17T16:28:09","modified_gmt":"2026-04-17T08:28:09","slug":"menaker-ubah-arah-pengawasan-kemnaker-dari-temuan-ke-pencegahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/menaker-ubah-arah-pengawasan-kemnaker-dari-temuan-ke-pencegahan\/","title":{"rendered":"Menaker Ubah Arah Pengawasan Kemnaker, Dari Temuan ke Pencegahan"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"45835700-5af6-4199-bde0-dcb7d8f410da\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:0f2cbca8-4e84-422d-9f70-a0a29646671e-20\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"48c3735f-8374-4c93-8315-bc4e7d17ba0d\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Menaker mendorong transformasi pengawasan internal Kemnaker menjadi lebih preventif, berbasis risiko, dan didukung teknologi untuk mencegah penyimpangan sejak dini.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nJAWA BARAT <\/strong>&#8211; Transformasi pengawasan internal di lingkungan <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Kementerian Ketenagakerjaan<\/span><\/span> (Kemnaker) menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran negara dan efektivitas program ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Yassierli<\/span><\/span> menegaskan bahwa pendekatan pengawasan harus bergeser dari pola reaktif menjadi preventif dan berbasis risiko sejak tahap perencanaan program.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penegasan tersebut disampaikan Menaker saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Inspektorat Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan<\/span><\/span> Tahun 2026 di <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Bogor<\/span><\/span>, Rabu (15\/04\/2026) malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPerubahan ini penting agar pengawasan internal tidak dipersepsikan sebagai beban, melainkan menjadi bagian dari solusi untuk memastikan program ketenagakerjaan berjalan bersih, efektif, dan tepat sasaran,\u201d ujar Yassierli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, paradigma lama yang menempatkan pengawasan sebagai alat pemeriksa setelah terjadi masalah harus ditinggalkan. Ia menekankan bahwa Inspektorat Jenderal (Itjen) sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) harus hadir sebagai mitra strategis yang mampu mendeteksi potensi risiko sejak dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya ingin pengawasan tak dianggap sebagai beban. Pengawasan harus bertransformasi dari sekadar memeriksa dokumen masa lalu menjadi upaya deteksi risiko sebelum penyimpangan terjadi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kerangka tersebut, peran Itjen tidak lagi berorientasi pada jumlah temuan, melainkan pada efektivitas pencegahan penyimpangan. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga kelancaran program serta memastikan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap akuntabel dan tepat sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPeran APIP harus berubah dari jargon \u2018Awas Ada Itjen\u2019 menjadi \u2018Untung Ada Itjen\u2019. Keberhasilan Itjen bukan diukur dari banyaknya temuan, melainkan ketika tidak ada kasus karena kita mampu melakukan antisipasi sejak dini,\u201d ujarnya sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Rabu (16\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Menaker mendorong penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi melalui pemanfaatan Big Data dan Artificial Intelligence (AI). Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan akurasi dalam membaca pola risiko, memetakan potensi penyimpangan, serta mengidentifikasi hambatan administratif yang dapat mengganggu pelaksanaan program.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, auditor Itjen juga diminta berperan aktif dalam membantu penyelesaian kendala regulasi yang menghambat program prioritas ketenagakerjaan. Dengan demikian, fungsi pengawasan tidak hanya menjaga kepatuhan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap percepatan agenda pembangunan sektor ketenagakerjaan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menaker mendorong transformasi pengawasan internal Kemnaker menjadi lebih preventif, berbasis risiko, dan didukung teknologi untuk mencegah penyimpangan sejak dini. JAWA BARAT &#8211; Transformasi pengawasan internal di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjadi fokus utama dalam upaya memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran negara dan efektivitas program ketenagakerjaan. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pendekatan pengawasan harus bergeser dari &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":178620,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9359,35],"tags":[2946,21124,9670,21127,7793,21123,15037,21128,21125,21129,21126,15470],"class_list":["post-178613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-apbn","tag-apip","tag-artificial-intelligence","tag-big-data","tag-bogor","tag-itjen-kemnaker","tag-kemnaker","tag-pengawasan-berbasis-risiko","tag-pengawasan-internal","tag-program-ketenagakerjaan","tag-rakorwas-2026","tag-yassierli"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178613"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178621,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178613\/revisions\/178621"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178620"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}