{"id":178707,"date":"2026-04-17T21:32:27","date_gmt":"2026-04-17T13:32:27","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178707"},"modified":"2026-04-17T21:32:27","modified_gmt":"2026-04-17T13:32:27","slug":"kasus-campak-naik-rsd-gunung-jati-terapkan-sistem-kohorting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kasus-campak-naik-rsd-gunung-jati-terapkan-sistem-kohorting\/","title":{"rendered":"Kasus Campak Naik, RSD Gunung Jati Terapkan Sistem Kohorting"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2459\" data-end=\"2590\"><em>RSD Gunung Jati Cirebon meningkatkan sistem isolasi pasien setelah lonjakan kasus campak dan dua pasien dilaporkan meninggal dunia.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"245\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"11\">CIREBON<\/strong> &#8211; Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan dan penanganan khusus terhadap pasien campak setelah dua pasien dilaporkan meninggal dunia dalam masa perawatan di fasilitas kesehatan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"247\" data-end=\"480\">Pihak rumah sakit kini menerapkan sistem pemisahan ketat atau <em data-start=\"309\" data-end=\"320\">kohorting<\/em> untuk menekan risiko penularan antar pasien. Langkah ini dilakukan dengan menempatkan pasien campak di ruang isolasi yang disiapkan di setiap gedung perawatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"482\" data-end=\"694\">Direktur Utama (Dirut) RSD Gunung Jati, Katibi, menjelaskan bahwa rumah sakit telah menyiapkan tata kelola penanganan secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia hingga fasilitas khusus untuk pasien campak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"696\" data-end=\"971\">\u201cKami menyiapkan tata laksana secara menyeluruh, baik sumber daya manusia maupun sarana untuk campak pasien. Kami melakukan sistem kohorting, di ruang rawat inap kami menyediakan ruang isolasi di tiap gedung agar penularan bisa diminimalkan,\u201d tutur Katibi, Jumat (17\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"973\" data-end=\"1224\">Menurutnya, peningkatan jumlah pasien campak terjadi dalam tiga bulan terakhir. Pada Januari tercatat 26 pasien, Februari sebanyak 19 pasien, dan pada Maret meningkat menjadi sekitar 50 pasien yang menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1226\" data-end=\"1393\">Katibi menambahkan, dari total pasien yang dirawat selama periode tersebut, dua pasien dinyatakan meninggal dunia akibat kondisi yang dialami saat menjalani perawatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1395\" data-end=\"1500\">\u201cMereka ini yang menjalani perawatan intensif. Dari jumlah itu, dua pasien meninggal dunia,\u201d ujar Katibi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1502\" data-end=\"1732\">Peningkatan kasus ini menjadi perhatian pihak rumah sakit untuk memperketat pengendalian infeksi, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menangani penyakit menular yang berpotensi mengalami lonjakan kasus. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1502\" data-end=\"1732\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RSD Gunung Jati Cirebon meningkatkan sistem isolasi pasien setelah lonjakan kasus campak dan dua pasien dilaporkan meninggal dunia. CIREBON &#8211; Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan dan penanganan khusus terhadap pasien campak setelah dua pasien dilaporkan meninggal dunia dalam masa perawatan di fasilitas kesehatan tersebut. Pihak rumah sakit kini &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":178708,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[17,9359,35],"tags":[9523,7778,21219,21218,8649,21220,21217,21216,17425,21215,651],"class_list":["post-178707","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-headlines","category-jawa-barat","category-berita-nasional","tag-campak","tag-cirebon","tag-direktur-utama","tag-isolasi-pasien","tag-jawa-barat","tag-katibi","tag-kohorting","tag-pasien-meninggal","tag-penyakit-menular","tag-rsd-gunung-jati","tag-rumah-sakit"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178707","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178707"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178707\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178709,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178707\/revisions\/178709"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178707"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178707"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178707"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}