{"id":178792,"date":"2026-04-19T22:01:19","date_gmt":"2026-04-19T14:01:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178792"},"modified":"2026-04-19T22:14:05","modified_gmt":"2026-04-19T14:14:05","slug":"kabar-baik-bantuan-rehab-rumah-di-paser-naik-jadi-rp35-juta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kabar-baik-bantuan-rehab-rumah-di-paser-naik-jadi-rp35-juta\/","title":{"rendered":"Kabar Baik! Bantuan Rehab Rumah di Paser Naik Jadi Rp35 Juta"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Paser meningkatkan anggaran dan pengawasan program pembangunan serta rehabilitasi rumah bagi MBR guna memastikan bantuan tepat sasaran.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PASER <\/strong>&#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus mempercepat peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembangunan rumah baru dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di luar kawasan kumuh. Program ini menyasar warga dengan kondisi tempat tinggal rusak atau belum memiliki rumah, dengan skema bantuan yang diawasi ketat agar tepat sasaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-178951\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6276138935901687580.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6276138935901687580.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6276138935901687580-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6276138935901687580-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6276138935901687580-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Paser, Candra Gani, menjelaskan bahwa program tersebut menyasar MBR yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 5 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). &#8220;Kriteria penerima bantuan adalah mereka yang rumahnya tidak layak huni, rusak, atau tidak memiliki rumah sama sekali&#8221;, ungkap Candra, Sabtu (18\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menerangkan, mekanisme pengajuan dimulai dari masyarakat yang mengusulkan melalui Kepala Desa (Kades). Selanjutnya, pemerintah desa menyampaikan data tersebut ke Disperkimtan Paser untuk dilakukan verifikasi kelayakan. Jika dinyatakan memenuhi syarat, tim konsultan perencanaan akan melakukan peninjauan guna menghitung kebutuhan anggaran dan menentukan bagian rumah yang perlu direhabilitasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Candra menyebutkan, pada 2026 anggaran rehabilitasi rumah ditetapkan sebesar Rp35 juta per unit, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp30 juta. Sementara itu, untuk pembangunan rumah baru, alokasi anggaran bisa mencapai sekitar Rp100 juta untuk tipe bangunan sederhana. &#8220;Jadi kita kan ada dua skema ya, yang pertama rehab, berarti diperbaiki, itu nominalnya 35 juta. Kemudian kalau untuk bangunan baru, bisa mencapai 100 juta untuk tipe bangunan sederhana&#8221;, papar Candra.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyaluran bantuan dilakukan tidak dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui pihak ketiga atau kontraktor. Skema ini diterapkan guna memastikan penggunaan anggaran sesuai peruntukan sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan dana. &#8220;jadi kita belikan bahan biasanya. Menyesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan&#8221;, imbuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pelaksanaannya, program ini juga melibatkan konsultan perencanaan, konsultan pengawas, serta tim internal Disperkimtan Paser untuk melakukan verifikasi, pendampingan, hingga pengawasan di lapangan. Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai standar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Untuk durasi pelaksanaan bervariasi, biasanya antara 45 hingga 60 hari, tergantung pada jumlah unit dalam satu paket pekerjaan&#8221;, pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab Paser berharap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya MBR, serta mendorong terciptanya lingkungan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Wiwik Rahmawati | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Paser meningkatkan anggaran dan pengawasan program pembangunan serta rehabilitasi rumah bagi MBR guna memastikan bantuan tepat sasaran. PASER &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus mempercepat peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program pembangunan rumah baru dan rehabilitasi rumah tidak layak huni di luar kawasan kumuh. Program ini menyasar warga dengan kondisi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":76,"featured_media":178793,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,477],"tags":[21397,21402,21401,21394,19495,21399,10134,21398,21395,21400,21396],"class_list":["post-178792","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-paser","tag-bantuan-mbr","tag-bantuan-perumahan-kalimantan-timur","tag-candra-gani","tag-disperkimtan-paser","tag-dtsen","tag-pembangunan-rumah-paser","tag-pemkab-paser","tag-perumahan-paser-2026","tag-program-rumah-layak-huni","tag-rehabilitasi-rumah-paser","tag-rtlh-paser"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178792","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/76"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178792"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178792\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178962,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178792\/revisions\/178962"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178792"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178792"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178792"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}