{"id":178872,"date":"2026-04-18T23:36:06","date_gmt":"2026-04-18T15:36:06","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178872"},"modified":"2026-04-18T23:37:04","modified_gmt":"2026-04-18T15:37:04","slug":"dua-hari-dua-kebakaran-alarm-bahaya-pembakaran-lahan-di-tana-tidung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dua-hari-dua-kebakaran-alarm-bahaya-pembakaran-lahan-di-tana-tidung\/","title":{"rendered":"Dua Hari Dua Kebakaran, Alarm Bahaya Pembakaran Lahan di Tana Tidung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dua kebakaran lahan dalam dua hari di Tana Tidung menegaskan tingginya risiko pembakaran tanpa pengawasan meski telah dilaporkan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANA TIDUNG<\/strong> &#8211; Intensitas kebakaran lahan dalam dua hari berturut-turut memaksa petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Tana Tidung bekerja ekstra, sekaligus memunculkan peringatan serius terkait praktik pembakaran lahan tanpa pengawasan yang berpotensi memicu bencana lebih besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dua kejadian kebakaran terjadi pada 16 dan 17 April 2026 di wilayah berbeda, yakni di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, serta Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, luas lahan terbakar dan durasi pemadaman menunjukkan tingginya risiko jika aktivitas pembakaran tidak dikendalikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Disdamkarmat Tana Tidung, Yusva Kusuma Jaya, menjelaskan peristiwa pertama terjadi pada Kamis 16 April 2026 sekitar siang hari di Jalan Anang Dahlan, belakang Komplek SMP Terpadu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cLaporan kami terima pukul 12.08 WITA dan langsung ditindaklanjuti. Unit tiba lima menit kemudian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.25 WITA,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Prokaltara, Sabtu (18\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lahan yang terbakar pada kejadian pertama diperkirakan seluas 100 x 100 meter. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Disdamkarmat Pos Sektor Sesayap Hilir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Brigade Mobil (Brimob), serta warga setempat, dengan dukungan armada pemadam dan unit BPBD.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, kebakaran kedua yang terjadi pada Jumat (17\/04\/2026) malam di Desa Sebawang, tepat di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Tana Tidung, memerlukan waktu penanganan lebih lama. Informasi awal diterima sekitar pukul 19.45 WITA dan tim tiba di lokasi pukul 20.05 WITA, dengan proses pemadaman baru selesai sekitar pukul 23.38 WITA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi di lapangan, lahan yang terbakar pada kejadian kedua memiliki panjang sekitar 200 meter, dengan lebar yang belum dapat dipastikan. Lahan tersebut diketahui milik warga bernama Edi, yang sebelumnya telah melaporkan rencana pembakaran kepada pemerintah desa dan membuat sekat pengaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, saat ditinggalkan sekitar pukul 20.00 WITA, api diduga membesar dan sulit dikendalikan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pembakaran lahan, meski telah dilaporkan, tetap berisiko tinggi jika tidak diawasi secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penanganan kebakaran kedua melibatkan Disdamkarmat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan BPBD, dengan dukungan armada pemadam serta mesin pompa jinjing dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) KPH.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut. Namun, aparat kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan tanpa pengawasan ketat, mengingat potensi api meluas dan membahayakan lingkungan serta permukiman sekitar.[]\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dua kebakaran lahan dalam dua hari di Tana Tidung menegaskan tingginya risiko pembakaran tanpa pengawasan meski telah dilaporkan. TANA TIDUNG &#8211; Intensitas kebakaran lahan dalam dua hari berturut-turut memaksa petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Tana Tidung bekerja ekstra, sekaligus memunculkan peringatan serius terkait praktik pembakaran lahan tanpa pengawasan yang berpotensi memicu bencana &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":178881,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2283],"tags":[1498,3388,17376,2889,1529,1530,21331,4220,21333,21332,9824],"class_list":["post-178872","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-tana-tidung-provinsi-kalimantan-utara","tag-bpbd","tag-damkar","tag-disdamkarmat","tag-kalimantan-utara","tag-kebakaran-hutan","tag-kebakaran-lahan","tag-kph","tag-pembakaran-lahan","tag-sesayap","tag-sesayap-hilir","tag-tana-tidung"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178872","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178872"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178872\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178888,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178872\/revisions\/178888"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178872"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178872"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178872"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}