{"id":178991,"date":"2026-04-19T23:43:05","date_gmt":"2026-04-19T15:43:05","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=178991"},"modified":"2026-04-19T23:48:43","modified_gmt":"2026-04-19T15:48:43","slug":"tragedi-probolinggo-empat-sekeluarga-tewas-sopir-masih-saksi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tragedi-probolinggo-empat-sekeluarga-tewas-sopir-masih-saksi\/","title":{"rendered":"Tragedi Probolinggo: Empat Sekeluarga Tewas, Sopir Masih Saksi"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"0a736a42-5d49-4d00-8eae-f293785023b3\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:021fdc85-92c2-44ae-9f12-9c9cf0dcd09f-7\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"8b51346b-0b48-48c0-a723-08fe6865c0e8\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun di Probolinggo yang menewaskan satu keluarga, dengan sopir truk berstatus saksi dan hasil tes masih ditunggu<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAWA TIMUR<\/strong> &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang menewaskan satu keluarga di jalur selatan wilayah tersebut. Hingga kini, aparat belum menetapkan tersangka dan fokus pada pengumpulan bukti serta pemeriksaan intensif terhadap pengemudi truk trailer yang terlibat dalam insiden maut tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo, Aditya Wikrama, mengatakan pengemudi truk trailer Nissan bernomor polisi B-9625-UEJ, Cecep Adi Sucipto (46), telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. \u201cUntuk driver kita amankan, dan sedang dimintai keterangan,\u201d ujarnya, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Minggu, (19\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus menentukan ada tidaknya unsur kelalaian atau faktor lain dalam kecelakaan tersebut. Selain pemeriksaan, polisi juga melakukan tes terhadap kemungkinan pengaruh alkohol maupun narkotika dan obat-obatan terlarang (napza) pada pengemudi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSudah dilakukan [tes alkohol dan napza] nunggu hasil,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Aditya menegaskan, status hukum pengemudi hingga saat ini masih sebagai saksi. \u201cStatus [masih] saksi,\u201d ucapnya. Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi guna menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (18\/4) sekitar pukul 23.30 WIB di perlintasan kereta api Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegal Siwalan. Truk trailer bermuatan triplek yang melaju dari arah Lumajang menuju Probolinggo diduga mengalami kegagalan pengereman hingga hilang kendali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kendaraan tersebut kemudian menabrak lima mobil yang tengah berhenti mengantre akibat palang pintu perlintasan kereta api yang tertutup. Lima kendaraan yang terlibat masing-masing Toyota Vios Limo AG-1644-EG, pikap Daihatsu Granmax P-8361-GL, pikap N-8387-YH, Toyota Hi-Ace P-7022-QB, serta truk tractor head Hino T-9698-TA.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dampak terparah dialami Toyota Vios Limo yang dikemudikan Sutrisno (60). Mobil tersebut ringsek berat setelah dihantam dari belakang oleh truk trailer. Seluruh penumpang di dalam kendaraan itu dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban tewas merupakan satu keluarga asal Dusun Pundensari, Desa Jeblog, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, yakni Sutrisno (60), T Sri Budiyatni (60), Devica Friskiara (29), dan Giovano Malik Ibrahim (3). Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD dr Mohamad Saleh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain korban meninggal dunia, satu korban luka berat juga dilaporkan, yakni pengemudi pikap Daihatsu Granmax, Muhammad Iswanto (33), warga Jember, yang saat ini menjalani perawatan intensif di RSU PG Wonolangan, Kecamatan Dringu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Polres Probolinggo menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan meminta waktu untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor human error maupun aspek teknis kendaraan.[]\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun di Probolinggo yang menewaskan satu keluarga, dengan sopir truk berstatus saksi dan hasil tes masih ditunggu JAWA TIMUR &#8211; Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), masih mendalami penyebab kecelakaan beruntun yang menewaskan satu keluarga di jalur selatan wilayah tersebut. Hingga kini, aparat belum menetapkan tersangka dan fokus pada &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":178996,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9290,35],"tags":[21440,8186,16086,545,21441,21438,338,16949,21439,18290],"class_list":["post-178991","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-human-error","tag-jawa-timur","tag-kecelakaan-beruntun","tag-kecelakaan-maut","tag-korban-satu-keluarga","tag-polres-probolinggo","tag-probolinggo","tag-rem-blong","tag-satlantas-probolinggo","tag-sopir-truk-diamankan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178991","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=178991"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178991\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179005,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/178991\/revisions\/179005"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/178996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=178991"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=178991"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=178991"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}