{"id":179000,"date":"2026-04-19T23:49:19","date_gmt":"2026-04-19T15:49:19","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179000"},"modified":"2026-04-19T23:49:54","modified_gmt":"2026-04-19T15:49:54","slug":"api-hanguskan-lahan-di-pinggir-jalan-mempawah-penyebab-masih-misterius","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/api-hanguskan-lahan-di-pinggir-jalan-mempawah-penyebab-masih-misterius\/","title":{"rendered":"Api Hanguskan Lahan di Pinggir Jalan Mempawah, Penyebab Masih Misterius"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"a661d37c-0a0f-4eca-ae25-e3a6dfc07277\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:33794586-2dbf-4f0a-84bf-cd571d5a6853-6\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"123273fa-5491-44c2-8ade-95f10f8a66a8\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebakaran lahan kosong di Sungai Purun Besar berhasil dipadamkan meski terkendala minimnya sumber air, sementara polisi masih menyelidiki penyebabnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>MEMPAWAH<\/strong> &#8211; Kebakaran lahan kosong seluas sekitar setengah hektare di Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (19\/04\/2026) malam, memicu perhatian warga dan pengguna jalan serta mendorong aparat kepolisian melakukan penyelidikan penyebab kejadian tersebut. Api berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran (damkar) berjibaku di lokasi yang minim sumber air.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Segedong, PH Hutagalung, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kebakaran terjadi di lahan kosong yang berada di tepi Jalan Raya Sungai Purun Besar, tepatnya di RT 03\/RW 01.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi kebakaran lahan kosong dipinggir Jalan Raya Desa Sungai Purun Besar. Kami langsung bergerak melakukan pengecekan di TKP kebakaran,\u201d jelas Hutagalung sebagaimana dilansir Mempawah News, Minggu (19\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar serta cuaca kering mempercepat penyebaran api. Selain itu, keterbatasan sumber air di sekitar lokasi turut menjadi kendala dalam proses pemadaman oleh petugas damkar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInformasi awal yang kami himpun, lahan kosong ini merupakan milik PT Kartika,\u201d terangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski menghadapi hambatan teknis, petugas damkar akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak meluas ke area lain. Aparat kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi untuk mencegah kemacetan akibat kerumunan warga yang menyaksikan kejadian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPekiraan awal, lahan yang terbakar kurang lebih setengah hektar,\u201d pendapatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain yang memicu munculnya api. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kering. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebakaran lahan kosong di Sungai Purun Besar berhasil dipadamkan meski terkendala minimnya sumber air, sementara polisi masih menyelidiki penyebabnya. MEMPAWAH &#8211; Kebakaran lahan kosong seluas sekitar setengah hektare di Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (19\/04\/2026) malam, memicu perhatian warga dan pengguna jalan serta mendorong aparat kepolisian melakukan penyelidikan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":179007,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,34],"tags":[16618,4861,21459,12939,1530,21462,251,21461,4896,21460],"class_list":["post-179000","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-damkar-mempawah","tag-kalimantan-barat","tag-kapolsek-segedong","tag-kebakaran-kalbar","tag-kebakaran-lahan","tag-lahan-terbakar","tag-mempawah","tag-polisi-selidiki-kebakaran","tag-segedong","tag-sungai-purun-besar"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179000","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179000"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179000\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179011,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179000\/revisions\/179011"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179007"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179000"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179000"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179000"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}