{"id":179181,"date":"2026-04-20T15:12:29","date_gmt":"2026-04-20T07:12:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179181"},"modified":"2026-04-20T15:31:18","modified_gmt":"2026-04-20T07:31:18","slug":"lawan-dampak-gadget-bulungan-gencarkan-olahraga-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/lawan-dampak-gadget-bulungan-gencarkan-olahraga-tradisional\/","title":{"rendered":"Lawan Dampak Gadget, Bulungan Gencarkan Olahraga Tradisional"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkab Bulungan mengoptimalkan permainan tradisional sebagai upaya membentuk karakter anak dan mengurangi dampak negatif penggunaan gadget.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANJUNG SELOR<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendorong penguatan karakter anak melalui permainan dan olahraga tradisional sebagai strategi konkret menghadapi dampak negatif penggunaan gadget dan media sosial yang kian masif di kalangan pelajar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah ini ditegaskan Bupati Bulungan Syarwani sebagai respons terhadap meningkatnya paparan teknologi digital yang dinilai berpotensi memengaruhi pola pikir dan perilaku anak. \u201cKarena masifnya penggunaan teknologi, gadget dan media sosial, kita terus giatkan dan lestarikan permainan tradisional maupun olahraga tradisional sebagai upaya membentuk karakter anak-anak kita,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Minggu, (19\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS). Regulasi ini menjadi dasar bagi Pemkab Bulungan dalam memperkuat pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarwani menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik dalam mengawal perkembangan anak di tengah derasnya arus informasi. Ia mengaku telah meminta kepala sekolah dan guru untuk aktif melakukan pendampingan. \u201cSaya sudah berpesan kepada teman-teman kepala sekolah dan guru untuk mengawal anak-anak kita di tengah ancaman yang nyata hari ini, utamanya ancaman kemajuan teknologi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga mengingatkan bahwa paparan konten di media sosial tanpa pengawasan berpotensi merusak karakter generasi muda. \u201cJangan sampai, dengan melihat konten-konten yang beredar di media sosial, karakter anak-anak dan pola pikirnya rusak sehingga berdampak bagi masa depan mereka,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai bentuk implementasi kebijakan, Pemkab Bulungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan menggelar berbagai kegiatan berbasis budaya lokal, termasuk kompetisi permainan dan olahraga tradisional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKemarin di Pekan Kebudayaan Daerah Kabupaten Bulungan Tahun 2026, kita menggelar kompetisi olahraga dan permainan tradisional yang diikuti pelajar SD-SMP dari sepuluh kecamatan yang ada di Kabupaten Bulungan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTentu melalui kegiatan ini kita mempersatukan anak-anak di Kabupaten Bulungan melalui kegiatan olahraga dan permainan tradisional, sekaligus membangun karakter anak-anak kita dan juga sebagai upaya pelestarian olahraga maupun permainan tradisional,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kebijakan ini juga selaras dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permenkomdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Syarwani pun kembali menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak di ruang digital. \u201cAnak-anak kita harus kita kawal, supaya anak-anak kita tidak mudah disusupi, tidak mudah diracuni oleh berbagai macam konten yang muncul di berbagai macam pemberitaan atau media sosial yang tentunya itu berdampak buruk terhadap pendidikan karakter anak-anak kita,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Upaya ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan pelestarian nilai-nilai budaya lokal, sekaligus membentuk generasi muda yang tangguh secara karakter di tengah era digital. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkab Bulungan mengoptimalkan permainan tradisional sebagai upaya membentuk karakter anak dan mengurangi dampak negatif penggunaan gadget. TANJUNG SELOR &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan mendorong penguatan karakter anak melalui permainan dan olahraga tradisional sebagai strategi konkret menghadapi dampak negatif penggunaan gadget dan media sosial yang kian masif di kalangan pelajar. Langkah ini ditegaskan Bupati Bulungan Syarwani &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":179188,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,9878],"tags":[2580,21606,7562,21605,4458,2582,21604,21607,17143,8861],"class_list":["post-179181","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-tanjung-selor","tag-kabupaten-bulungan","tag-disdikbud-bulungan","tag-gadget","tag-karakter-anak","tag-media-sosial","tag-pemkab-bulungan","tag-permainan-tradisional","tag-permenkomdigi","tag-pp-tunas","tag-tanjung-selor"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179214,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179181\/revisions\/179214"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}