{"id":179193,"date":"2026-04-20T15:20:57","date_gmt":"2026-04-20T07:20:57","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179193"},"modified":"2026-04-20T15:31:41","modified_gmt":"2026-04-20T07:31:41","slug":"cuaca-panas-picu-kebakaran-lahan-beruntun-di-tana-tidung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/cuaca-panas-picu-kebakaran-lahan-beruntun-di-tana-tidung\/","title":{"rendered":"Cuaca Panas Picu Kebakaran Lahan Beruntun di Tana Tidung"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"ff938758-ce8e-48a0-84a2-32a792762897\" data-testid=\"conversation-turn-9\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"5d005fdb-7b2f-44c0-bc42-65e367fe70d4\" data-testid=\"conversation-turn-10\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"5d005fdb-7b2f-44c0-bc42-65e367fe70d4\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lonjakan kebakaran lahan akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar membuat tim gabungan kewalahan di tengah cuaca panas ekstrem.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TANA TIDUNG<\/strong> &#8211; Lonjakan kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir membuat tim gabungan kewalahan, seiring meningkatnya aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di tengah cuaca panas ekstrem di Kabupaten Tana Tidung (KTT).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan dilaporkan terjadi sejak Kamis hingga Minggu (19\/04\/2026), dengan dua peristiwa terbaru terjadi pada hari yang sama di wilayah Tideng Pale dan Sebawang. Kondisi ini memperlihatkan tingginya risiko kebakaran akibat praktik pembakaran lahan yang tidak terkendali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Kadisdamkarmat) KTT Rudi menyampaikan bahwa kejadian terbaru terjadi di Kebun Sayur, Tideng Pale sekitar pukul 13.00 Wita, disusul kebakaran di sekitar pelabuhan feri Sebawang sekitar pukul 15.00 Wita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHari ini ada dua kejadian, masing-masing di Kebun Sayur dan sekitar pelabuhan feri Sebawang,\u201d ujarnya sebagaimana diberitakan Kaltara Pos, Minggu (19\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudi menjelaskan, kebakaran serupa juga terjadi dalam dua hari sebelumnya di beberapa lokasi berbeda, yakni di belakang Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sesayap Selor, depan Kepolisian Resor (Polres) KTT di Sebawang, serta di Km 2 Tana Merah Barat, Kecamatan Tana Lia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKebakaran lahan seperti ini membuat tim terpadu kewalahan, terutama Disdamkar karena keterbatasan personel,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, secara tugas pokok dan fungsi (tupoksi), penanganan kebakaran lahan berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPT KPH). Namun dalam praktiknya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) tetap turut terlibat karena menjadi pihak pertama yang menerima laporan dari masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cNamun pada prinsipnya, siapa yang pertama menerima laporan akan langsung bergerak. Kami juga memiliki peralatan yang memadai untuk membantu penanganan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam upaya penanganan, tim terpadu yang terlibat meliputi Disdamkarmat, BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta masyarakat setempat. Koordinasi lintas sektor ini dinilai penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKolaborasi sangat penting, termasuk dengan pemerintah desa. Jika terjadi kebakaran, desa terdekat harus cepat merespons,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rudi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi ke desa-desa untuk mengaktifkan kembali relawan kebakaran (rekar) guna memperkuat respons awal di tingkat lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, maraknya kebakaran lahan saat ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas pembukaan lahan perkebunan, khususnya kelapa sawit, yang memanfaatkan kondisi cuaca panas. \u201cCuaca ekstrem panas dimanfaatkan masyarakat untuk membuka lahan dengan cara membakar,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengingatkan bahwa tanpa pengawasan ketat, api dapat dengan cepat meluas, terlebih sebagian besar wilayah KTT merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar. \u201cSesuai SOP BPBD, masyarakat yang ingin membakar lahan wajib melapor ke pemerintah desa agar dapat diawasi. Biasanya dibuat sekat untuk mencegah api menyebar,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pengawasan serta edukasi kepada masyarakat guna menekan risiko kebakaran lahan yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas warga. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lonjakan kebakaran lahan akibat pembukaan lahan dengan cara dibakar membuat tim gabungan kewalahan di tengah cuaca panas ekstrem. TANA TIDUNG &#8211; Lonjakan kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir membuat tim gabungan kewalahan, seiring meningkatnya aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar di tengah cuaca panas ekstrem di Kabupaten Tana Tidung (KTT). Sedikitnya lima kejadian kebakaran lahan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":179196,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2283],"tags":[1498,17854,17376,2491,189,1530,3864,16594,4220,5781,21616,9824,21615,1792],"class_list":["post-179193","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-tana-tidung-provinsi-kalimantan-utara","tag-bpbd","tag-cuaca-panas","tag-disdamkarmat","tag-kaltara","tag-karhutla","tag-kebakaran-lahan","tag-ktt","tag-lahan-gambut","tag-pembakaran-lahan","tag-polri","tag-sebawang","tag-tana-tidung","tag-tideng-pale","tag-tni"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179193","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179193"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179193\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179217,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179193\/revisions\/179217"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179196"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179193"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179193"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179193"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}