{"id":179201,"date":"2026-04-20T15:31:01","date_gmt":"2026-04-20T07:31:01","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179201"},"modified":"2026-04-20T15:31:51","modified_gmt":"2026-04-20T07:31:51","slug":"alarm-bahaya-karhutla-nunukan-kasus-meledak-di-awal-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/alarm-bahaya-karhutla-nunukan-kasus-meledak-di-awal-2026\/","title":{"rendered":"Alarm Bahaya Karhutla Nunukan, Kasus Meledak di Awal 2026"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"9e079818-b319-41f4-bc3d-1e6a2e7a01dc\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"b583d90c-b26d-4fed-a7cd-113a65c294a4\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"7cc69758-80fe-4076-9f82-767db2762c56\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Lonjakan kasus karhutla di Nunukan sepanjang awal 2026 mencapai lebih dari delapan kali lipat, dengan kebakaran terbaru menghanguskan lebih dari 2 hektare lahan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN<\/strong> &#8211; Lonjakan tajam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang awal 2026 kembali memakan korban lahan, dengan kebakaran terbaru menghanguskan lebih dari 2 hektare di Jalan Anastasia Wijaya, Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Sabtu 18 April 2026 sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden ini menambah daftar panjang karhutla di Nunukan yang meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, sejak Januari hingga Maret 2026 tercatat 17 kasus, melonjak lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya dua kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 17.00 WITA dan cepat merambat di area perbukitan akibat tiupan angin kencang. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Nunukan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta warga setempat langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengungkapkan proses pemadaman menghadapi berbagai kendala, terutama kondisi geografis dan cuaca ekstrem.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Lokasi kebakaran berada di area perbukitan dengan angin yang cukup kencang. Pemadaman juga berlangsung hingga malam hari sehingga jarak pandang terbatas,&#8221; terangnya, sebagaimana dilansir Kompas, Senin (20\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air di lokasi turut memperlambat proses penanganan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami menggunakan air dari tampungan galian di sekitar lokasi, dengan mesin pompa apung untuk melakukan pemadaman langsung di titik api,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari mobil rescue BPBD, truk tangki pemadam kebakaran hutan dan lahan (Damkarhutla), mobil slip on, kendaraan roda dua, hingga peralatan manual seperti pompa gendong dan pemukul api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah berjibaku selama kurang lebih tiga jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 20.00 WITA. &#8220;Alhamdulillah api berhasil kami kendalikan sebelum meluas lebih jauh,&#8221; kata Hasanuddin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski tidak menimbulkan korban jiwa, lahan yang terbakar diperkirakan milik warga setempat. BPBD Nunukan menduga peningkatan kasus karhutla dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar, yang diperparah kondisi cuaca panas dan kering sehingga api cepat meluas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Trong tiga bulan saja sudah 17 kejadian. Ini jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu,&#8221; ujar Hasanuddin sebelumnya, Jumat 17 April 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wilayah Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan disebut menjadi kawasan paling rawan karhutla. Peningkatan signifikan ini mendorong BPBD Nunukan memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan, termasuk mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lonjakan kasus karhutla di Nunukan sepanjang awal 2026 mencapai lebih dari delapan kali lipat, dengan kebakaran terbaru menghanguskan lebih dari 2 hektare lahan. NUNUKAN &#8211; Lonjakan tajam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang awal 2026 kembali memakan korban lahan, dengan kebakaran terbaru menghanguskan lebih dari 2 hektare di Jalan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":179211,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[21618,21619,2491,21617,21621,1529,1530,21622,2500,21620],"class_list":["post-179201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-bpbd-nunukan","tag-hasanuddin-bpbd","tag-kaltara","tag-karhutla-nunukan","tag-kasus-karhutla-2026","tag-kebakaran-hutan","tag-kebakaran-lahan","tag-kebakaran-perbukitan","tag-nunukan","tag-nunukan-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179201"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179201\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179218,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179201\/revisions\/179218"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}