{"id":179336,"date":"2026-04-21T18:54:29","date_gmt":"2026-04-21T10:54:29","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179336"},"modified":"2026-04-21T19:07:05","modified_gmt":"2026-04-21T11:07:05","slug":"rs-sayang-ibu-ditunda-dprd-tunggu-audit-bpk-usai-temukan-selisih-anggaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/rs-sayang-ibu-ditunda-dprd-tunggu-audit-bpk-usai-temukan-selisih-anggaran\/","title":{"rendered":"RS Sayang Ibu Ditunda, DPRD Tunggu Audit BPK Usai Temukan Selisih Anggaran"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Proyek RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat dihentikan sementara akibat ketidaksesuaian progres fisik dan pencairan anggaran, menunggu hasil audit BPK.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat dihentikan sementara oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara progres fisik dan pencairan anggaran, sembari menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan tersebut diambil usai rapat dengar pendapat (RDP) yang melibatkan pimpinan fraksi, komisi, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Balikpapan pada Senin (20\/04\/2026). Data yang dipaparkan menunjukkan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen, sementara pencairan anggaran telah mencapai 20 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan proyek tidak dapat dilanjutkan sebelum seluruh persoalan dinyatakan tuntas melalui audit resmi. \u201cKami tidak akan memberi rekomendasi kalau belum clear. Kita tunggu hasil audit BPK,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, hasil audit BPK akan menjadi dasar utama dalam menentukan langkah lanjutan proyek. Jika ditemukan pelanggaran atau kejanggalan, DPRD membuka opsi pembentukan panitia khusus (pansus). Sebaliknya, apabila tidak ada temuan signifikan, proyek dapat kembali dibahas untuk dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sudah clear, mau dibahas ulang dan dianggarkan lagi di 2027, silakan. Tapi semua harus tuntas dulu,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPRD Balikpapan menilai pembangunan RS Sayang Ibu merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat Balikpapan Barat untuk memperluas akses layanan kesehatan. Namun, Alwi menegaskan bahwa kepentingan tersebut tidak boleh mengesampingkan prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan anggaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan (Wakil Ketua DPRD Balikpapan), Yono Suherman, mengatakan pihaknya tengah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap persoalan proyek, mulai dari kontrak kerja, masa perpanjangan, hingga dampak sosial yang ditimbulkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, aspek dampak terhadap masyarakat menjadi perhatian serius DPRD. Pihaknya meminta kejelasan terkait kompensasi atau perbaikan bagi warga yang terdampak pembangunan. \u201cJangan sampai proyek jalan, tapi warga yang terdampak justru diabaikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, ia juga menyoroti pengembalian dana oleh kontraktor yang disebut mencapai sekitar Rp2 miliar. DPRD meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersikap terbuka kepada publik guna menghindari spekulasi. \u201cPerlu disampaikan secara terbuka, supaya tidak jadi bola liar,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun proyek dihentikan sementara, DPRD Balikpapan tetap mendorong agar pembangunan RS Sayang Ibu tidak terhenti sepenuhnya. Fasilitas tersebut dinilai strategis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Balikpapan Barat. Namun, seluruh permasalahan administrasi dan keuangan harus diselesaikan terlebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait rencana pembentukan pansus, Yono memastikan langkah tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena DPRD masih menunggu hasil audit BPK sebagai dasar pengambilan keputusan. \u201cKita tidak bisa berspekulasi. Semua harus berbasis data dan hasil audit,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">DPRD Balikpapan juga memberikan peringatan kepada kontraktor agar mematuhi ketentuan yang berlaku. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, sanksi tegas hingga kemungkinan masuk daftar hitam dapat diberlakukan. Ke depan, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta lebih selektif dalam memilih rekanan proyek. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Proyek RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat dihentikan sementara akibat ketidaksesuaian progres fisik dan pencairan anggaran, menunggu hasil audit BPK. BALIKPAPAN &#8211; Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Sayang Ibu di Balikpapan Barat dihentikan sementara oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara progres fisik dan pencairan anggaran, sembari menunggu hasil audit &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":179711,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[13379,21662,1243,622,22117,22118,3910,22115,22114,22116],"class_list":["post-179336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-anggaran-daerah","tag-audit-bpk","tag-balikpapan","tag-dprd-balikpapan","tag-kontraktor-proyek","tag-pembangunan-kesehatan-balikpapan","tag-proyek-mangkrak","tag-proyek-rumah-sakit","tag-rs-sayang-ibu","tag-tapd-balikpapan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179336"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179753,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179336\/revisions\/179753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}