{"id":179347,"date":"2026-04-21T16:48:02","date_gmt":"2026-04-21T08:48:02","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179347"},"modified":"2026-04-21T16:48:02","modified_gmt":"2026-04-21T08:48:02","slug":"anak-9-tahun-ditemukan-tewas-tenggelam-di-kolam-folder","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/anak-9-tahun-ditemukan-tewas-tenggelam-di-kolam-folder\/","title":{"rendered":"Anak 9 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di kolam Folder"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"50ed414b-5ef8-4682-ac24-34479bb11159\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:27f5ff5f-8871-41d6-99b6-3e6540a3a984-14\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"fa7d768b-bc6e-44e4-a6ea-c9a5a31b77cf\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang anak berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di kolam kawasan Sambutan, Samarinda.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nSAMARINDA<\/strong> &#8211; Seorang anak bernama Azka Ardendra Pratama (9) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan kolam Folder, Jalan Baru, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, pada Senin (20\/04\/2026) malam. Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WITA oleh tim gabungan setelah dilakukan pencarian intensif selama lebih dari satu jam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-179348\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-scaled.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-scaled.jpeg 2560w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-300x225.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-768x576.jpeg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-1536x1152.jpeg 1536w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG_20260420_195601_197.jpg-2048x1536.jpeg 2048w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Peristiwa tersebut bermula saat korban berenang bersama sejumlah rekannya di lokasi kejadian. Namun, korban diduga tidak memiliki kemampuan berenang sehingga akhirnya tenggelam dan tidak dapat menyelamatkan diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga sekaligus relawan Hikmah Mandiri, Dede Jumadi, menjelaskan bahwa dirinya turut terlibat langsung dalam proses pencarian korban di tengah kondisi kolam yang berlumpur dan cukup dalam. \u201cSaya nggak bisa memastikan kalau tadi itu korban, soalnya takutnya juga lumpur, tapi pas saya injak itu memang padat, jadi saya pastikan bahwa itu korban,\u201d ujarnya saat ditemui awak media.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dede menyebut pencarian dilakukan dengan menyisir area kolam secara manual dalam kondisi yang cukup berat. Ia bahkan terus berada di dalam air tanpa henti untuk mempercepat proses penemuan korban. \u201cSatu jam lebih lah kira-kira, pokoknya saya di air terus enggak ada naik,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam proses tersebut, ia mengaku sempat merasakan bagian tubuh korban meski awalnya belum dapat memastikan. Ia juga mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan pakaian lengkap, sementara celana korban ditemukan di lokasi terpisah. \u201cKalau baju itu tidak ada, tapi yang celana tadi sempat didapat sama orang dekat traktor tadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dede mengaku tidak menyangka korban dapat ditemukan di lokasi tersebut mengingat kondisi medan yang sulit dan berlumpur. \u201cNggak nyangka juga bisa ketemu di samping itu,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, personel Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue\/SAR) gabungan Kota Samarinda, Munaji, menjelaskan bahwa korban ditemukan di dasar kolam tidak jauh dari titik awal tenggelam. \u201cPosisinya korban di dasar tadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Munaji menyampaikan bahwa jarak penemuan korban sekitar 50 meter dari lokasi awal kejadian. Ia juga menegaskan bahwa berdasarkan kronologi, korban tenggelam saat berenang bersama teman-temannya. \u201cKronologinya dia berenang di sini bersama teman-temannya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan bahwa korban diduga tidak bisa berenang sehingga tidak mampu bertahan di dalam air. \u201cKarena korban itu tidak bisa berenang, semenjak itu dia tenggelam,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah ditemukan, korban dalam kondisi sudah meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke ambulans untuk dibawa ke rumah duka. \u201cKorban dibawa langsung ke ambulans menuju ke rumah duka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di area perairan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang anak berusia 9 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang bersama teman-temannya di kolam kawasan Sambutan, Samarinda. SAMARINDA &#8211; Seorang anak bernama Azka Ardendra Pratama (9) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan kolam Folder, Jalan Baru, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, pada Senin (20\/04\/2026) malam. Korban ditemukan sekitar pukul 22.00 WITA oleh tim &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":179613,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[21978,21980,21983,21984,15431,15764,21979,21982,609,21981],"class_list":["post-179347","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-anak-tenggelam-samarinda","tag-azka-ardendra-pratama","tag-berita-samarinda-hari-ini","tag-insiden-kolam-samarinda","tag-kecelakaan-anak","tag-kejadian-tenggelam","tag-kolam-folder-sambutan","tag-relawan-hikmah-mandiri","tag-samarinda","tag-sar-samarinda"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179347"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179615,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179347\/revisions\/179615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}