{"id":179385,"date":"2026-04-21T16:55:54","date_gmt":"2026-04-21T08:55:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179385"},"modified":"2026-04-21T16:58:42","modified_gmt":"2026-04-21T08:58:42","slug":"pemkab-kutim-terapkan-wfh-asn-mulai-april-2026-ini-aturannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkab-kutim-terapkan-wfh-asn-mulai-april-2026-ini-aturannya\/","title":{"rendered":"Pemkab Kutim Terapkan WFH ASN Mulai April 2026, Ini Aturannya"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"78555b9c-5750-4bc5-ad8d-c0b3558d7b68\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:bdda3b14-ed6f-418b-a1e0-56828730ac4c-11\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"5f3b0b31-2e4a-46c1-87ce-32336b6bb986\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kebijakan work from home bagi ASN Kutim diterapkan selektif berdasarkan jabatan, dengan jaminan pelayanan publik tetap berjalan optimal.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI TIMUR<\/strong> &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai 1 April 2026, dengan skema selektif berdasarkan jenjang jabatan dan kebutuhan tugas teknis guna menjaga efektivitas kinerja birokrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut atas anjuran kementerian terkait, sekaligus upaya menjaga kinerja pemerintahan tetap optimal di tengah penyesuaian sistem kerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWFH itu sudah anjuran dari dari kementerian. Jadi yang eselon IV ke bawah itu WFH, sementara yang eselon III ke atas tetap aja harus ngantor sesuai dengan tugasnya. Apalagi tugas teknis tetap ngantor,\u201d ungkap Ardiansyah di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim, Senin (20\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, kebijakan ini mengatur pemisahan tugas yang jelas antara pejabat struktural dan staf. ASN dengan jabatan Eselon IV ke bawah diberikan fleksibilitas bekerja secara daring melalui skema WFH, sedangkan pejabat Eselon III ke atas tetap diwajibkan bekerja dari kantor untuk memastikan fungsi pengawasan dan koordinasi berjalan optimal di setiap perangkat daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski demikian, Pemkab Kutim memastikan pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. ASN yang memiliki tugas teknis dan membutuhkan kehadiran fisik, baik di lapangan maupun di kantor, tetap diwajibkan hadir seperti biasa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah ini juga dimaksudkan agar program-program strategis daerah tidak terganggu dan tetap berjalan sesuai target, meskipun terjadi perubahan pola kerja di lingkungan birokrasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ardiansyah berharap kebijakan ini mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi efisiensi kerja maupun aspek keamanan bagi ASN. Evaluasi terhadap efektivitas penerapan WFH, lanjutnya, akan dilakukan secara berkala oleh Pemkab Kutim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDan meskipun tadi kita coba lihat mudah-mudahan juga ada dampaknya,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kebijakan work from home bagi ASN Kutim diterapkan selektif berdasarkan jabatan, dengan jaminan pelayanan publik tetap berjalan optimal. KUTAI TIMUR &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai 1 April 2026, dengan skema selektif berdasarkan jenjang jabatan dan kebutuhan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":77,"featured_media":179386,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[806,22008,748,1037,22007,1699,22009,14704,17808,22006],"class_list":["post-179385","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-ardiansyah-sulaiman","tag-birokrasi-daerah","tag-bupati-kutim","tag-dprd-kutim","tag-kebijakan-asn-2026","tag-kutim","tag-pelayanan-publik-kuti","tag-pemkab-kutim","tag-wfh-asn","tag-work-from-home-kutim"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179385","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/77"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179385"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179385\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179632,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179385\/revisions\/179632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179386"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179385"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179385"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179385"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}