{"id":179441,"date":"2026-04-21T13:42:43","date_gmt":"2026-04-21T05:42:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179441"},"modified":"2026-04-21T13:42:43","modified_gmt":"2026-04-21T05:42:43","slug":"tito-dorong-kepala-daerah-perkuat-koordinasi-forkopimda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tito-dorong-kepala-daerah-perkuat-koordinasi-forkopimda\/","title":{"rendered":"Tito Dorong Kepala Daerah Perkuat Koordinasi Forkopimda"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2632\" data-end=\"2741\">Mendagri menilai kekompakan Forkopimda menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"290\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"14\">BANDA ACEH<\/strong> &#8211; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah, saat memberikan arahan kepada para kepala daerah, Senin (20\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"292\" data-end=\"613\">Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah I, yang dihadiri sejumlah kepala daerah di Banda Aceh. Dalam forum itu, Mendagri menyoroti bahwa sinergi antarpimpinan daerah menjadi faktor penentu efektivitas penanganan masalah di wilayah masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"615\" data-end=\"952\">&#8220;Kalau seandainya Forkopimda kompak, hampir semua permasalahan daerah itu selesai. Tapi kalau untuk pimpinan Forkopimda-nya enggak kompak, masing-masing, berat,&#8221; ujar Mendagri saat menyampaikan sambutan kunci pada Rapat Kerja APEKSI Komisariat Wilayah I di Banda Aceh, Senin (20\/4\/2026), sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (21\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"954\" data-end=\"1192\">Forkopimda sendiri merupakan forum yang beranggotakan unsur pimpinan daerah, seperti kepala daerah, Kepolisian, TNI, serta lembaga terkait lainnya yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1194\" data-end=\"1524\">Menurut Mendagri, harmonisasi dan komunikasi yang baik di dalam Forkopimda akan mempercepat pengambilan keputusan serta meminimalkan potensi konflik kebijakan di tingkat daerah. Sebaliknya, ketidakharmonisan di antara pimpinan daerah dinilai dapat menghambat penyelesaian berbagai persoalan, mulai dari sosial hingga pemerintahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1526\" data-end=\"1804\">Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah berbasis kolaborasi lintas sektor. Melalui forum seperti APEKSI, diharapkan koordinasi antardaerah dan antarinstansi semakin solid dalam menghadapi tantangan pembangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1806\" data-end=\"1976\">Ke depan, penguatan peran Forkopimda diharapkan mampu menciptakan stabilitas daerah yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1806\" data-end=\"1976\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mendagri menilai kekompakan Forkopimda menjadi faktor kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah. BANDA ACEH &#8211; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya kekompakan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di daerah, saat memberikan arahan kepada para kepala daerah, Senin (20\/4\/2026). Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":179443,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[1],"tags":[21807,21805,4880,15442,21833,21834,19771,17715,21428,16463],"class_list":["post-179441","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-serba-serbi","tag-apeksi","tag-banda-aceh","tag-forkopimda","tag-kebijakan-daerah","tag-kepala-daerah","tag-koordinasi-daerah","tag-mendagri","tag-pemerintahan-daerah","tag-stabilitas-daerah","tag-tito-karnavian"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179441","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179441"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179441\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179444,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179441\/revisions\/179444"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179443"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179441"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179441"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179441"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}