{"id":179456,"date":"2026-04-21T14:49:15","date_gmt":"2026-04-21T06:49:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179456"},"modified":"2026-05-07T10:40:29","modified_gmt":"2026-05-07T02:40:29","slug":"tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/","title":{"rendered":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2706\" data-end=\"2834\"><em>Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"265\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"9\">TOKYO<\/strong> &#8211; Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"267\" data-end=\"504\">Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati prajurit yang tewas pada era Perang Dunia II, namun tetap berpotensi menimbulkan ketegangan diplomatik dengan negara-negara tetangga yang selama ini mengkritik aktivitas di kuil tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"506\" data-end=\"766\">Kuil Yasukuni yang berada di pusat Tokyo didedikasikan bagi sekitar 2,5 juta korban perang Jepang sejak akhir abad ke-19. Di dalamnya juga tercatat sejumlah tokoh militer dan politik yang dinyatakan bersalah atas kejahatan perang oleh pengadilan internasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"768\" data-end=\"1043\">Langkah Takaichi dinilai melanjutkan tradisi para pemimpin Jepang sebelumnya yang memilih mengirim persembahan dibandingkan melakukan kunjungan langsung. Pendahulunya, Shigeru Ishiba dan Fumio Kishida, juga rutin melakukan hal serupa pada festival musim semi dan musim gugur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1045\" data-end=\"1229\">Setiap tahun, puluhan anggota parlemen Jepang turut memberikan penghormatan di kuil tersebut, termasuk pada momen peringatan menyerahnya Jepang dalam Perang Dunia II pada Agustus 1945.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1231\" data-end=\"1476\">Kunjungan langsung terakhir seorang perdana menteri ke Kuil Yasukuni terjadi pada 2013 oleh Shinzo Abe. Langkah itu saat itu memicu reaksi keras dari Tiongkok dan Korea Selatan, bahkan mendapat perhatian dari sekutu Jepang, Amerika Serikat (AS).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1478\" data-end=\"1608\">Menurut laporan, persembahan yang dikirim Takaichi berupa pohon <em data-start=\"1542\" data-end=\"1552\">masakaki<\/em>, sebagaimana dilansir Korea Times, Selasa (21\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1610\" data-end=\"1811\">Meski tidak hadir secara langsung, keputusan tersebut tetap mencerminkan dinamika kompleks antara penghormatan domestik dan sensitivitas hubungan internasional yang terus menjadi tantangan bagi Jepang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1813\" data-end=\"2035\">Ke depan, sikap pemerintah Jepang dalam menyikapi simbol-simbol sejarah diperkirakan masih akan menjadi perhatian global, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan nasional dan stabilitas hubungan regional. []\n<p data-start=\"1813\" data-end=\"2035\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO &#8211; Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":179471,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[21851,21849,21847,2478,21845,21846,21844,21850,21848,9839],"class_list":["post-179456","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-diplomasi-jepang","tag-fumio-kishida","tag-hubungan-jepang-china-korea","tag-jepang","tag-kuil-yasukuni","tag-perang-dunia-ii","tag-sanae-takaichi","tag-shigeru-ishiba","tag-shinzo-abe","tag-tokyo"],"aioseo_notices":[],"aioseo_head":"\n\t\t<!-- All in One SEO 5.0.1.1 - aioseo.com -->\n\t<meta name=\"description\" content=\"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati\" \/>\n\t<meta name=\"robots\" content=\"max-image-preview:large\" \/>\n\t<meta name=\"author\" content=\"Alfian Bakrie\"\/>\n\t<meta name=\"google-site-verification\" content=\"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U\" \/>\n\t<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/\" \/>\n\t<meta name=\"generator\" content=\"All in One SEO (AIOSEO) 5.0.1.1\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:site_name\" content=\"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:title\" content=\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:description\" content=\"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:secure_url\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"449\" \/>\n\t\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"100\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-21T06:49:15+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-07T02:40:29+00:00\" \/>\n\t\t<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:site\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:title\" content=\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:description\" content=\"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@beritaborneo1\" \/>\n\t\t<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png\" \/>\n\t\t<script type=\"application\/ld+json\" class=\"aioseo-schema\">\n\t\t\t{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"BlogPosting\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#blogposting\",\"name\":\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo\",\"headline\":\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksirempanga\\\/#author\"},\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/a_69e701f26ac93.jpg\",\"width\":720,\"height\":405},\"datePublished\":\"2026-04-21T14:49:15+08:00\",\"dateModified\":\"2026-05-07T10:40:29+08:00\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#webpage\"},\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#webpage\"},\"articleSection\":\"Hotnews, Internasional, diplomasi Jepang, Fumio Kishida, hubungan Jepang China Korea, Jepang, Kuil Yasukuni, Perang Dunia II, Sanae Takaichi, Shigeru Ishiba, Shinzo Abe, Tokyo\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#breadcrumblist\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/hotnews\\\/#listItem\",\"name\":\"Hotnews\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/hotnews\\\/#listItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hotnews\",\"item\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/hotnews\\\/\",\"nextItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#listItem\",\"name\":\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat\"},\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main#listItem\",\"name\":\"Home\"}},{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#listItem\",\"position\":3,\"name\":\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat\",\"previousItem\":{\"@type\":\"ListItem\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/category\\\/hotnews\\\/#listItem\",\"name\":\"Hotnews\"}}]},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\",\"name\":\"PT Media Maju Bersama Bangsa\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"telephone\":\"+62811545499\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/10\\\/Logo_beritaborneo_449x100.png\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#organizationLogo\",\"width\":449,\"height\":100,\"caption\":\"berita borneo\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#organizationLogo\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/profile.php?id=100085329087231\",\"https:\\\/\\\/twitter.com\\\/beritaborneo1\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/berita.borneo\\\/?hl=en\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@beritaborneo\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@beritaborneo1\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/in\\\/beritaborneo\\\/recent-activity\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksirempanga\\\/#author\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksirempanga\\\/\",\"name\":\"Alfian Bakrie\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#authorImage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/d3e2dee54e7deb6eceae30ec8957eeb5e86677fa45e553433d57198ffdedb76f?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g\",\"width\":96,\"height\":96,\"caption\":\"Alfian Bakrie\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#webpage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/\",\"name\":\"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo\",\"description\":\"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\\\/4\\\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#breadcrumblist\"},\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksirempanga\\\/#author\"},\"creator\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/author\\\/redaksirempanga\\\/#author\"},\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/04\\\/a_69e701f26ac93.jpg\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#mainImage\",\"width\":720,\"height\":405},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\\\/#mainImage\"},\"datePublished\":\"2026-04-21T14:49:15+08:00\",\"dateModified\":\"2026-05-07T10:40:29+08:00\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/\",\"name\":\"Berita Borneo\",\"description\":\"Terlengkap se-Kalimantan\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/beritaborneo.com\\\/main\\\/#organization\"}}]}\n\t\t<\/script>\n\t\t<!-- All in One SEO -->\n\n","aioseo_head_json":{"title":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo","description":"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati","canonical_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/","robots":"max-image-preview:large","keywords":"","webmasterTools":{"google-site-verification":"86b8UNdk6DLsJx01r0Hsry3OCQWKqq8qdyDMSkBVt2U","miscellaneous":""},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"BlogPosting","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#blogposting","name":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo","headline":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat","author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksirempanga\/#author"},"publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/a_69e701f26ac93.jpg","width":720,"height":405},"datePublished":"2026-04-21T14:49:15+08:00","dateModified":"2026-05-07T10:40:29+08:00","inLanguage":"en-US","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#webpage"},"isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#webpage"},"articleSection":"Hotnews, Internasional, diplomasi Jepang, Fumio Kishida, hubungan Jepang China Korea, Jepang, Kuil Yasukuni, Perang Dunia II, Sanae Takaichi, Shigeru Ishiba, Shinzo Abe, Tokyo"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#breadcrumblist","itemListElement":[{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/#listItem","name":"Hotnews"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/#listItem","position":2,"name":"Hotnews","item":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/","nextItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#listItem","name":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat"},"previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main#listItem","name":"Home"}},{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#listItem","position":3,"name":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat","previousItem":{"@type":"ListItem","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/#listItem","name":"Hotnews"}}]},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization","name":"PT Media Maju Bersama Bangsa","description":"Terlengkap se-Kalimantan","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","telephone":"+62811545499","logo":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#organizationLogo","width":449,"height":100,"caption":"berita borneo"},"image":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#organizationLogo"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","https:\/\/twitter.com\/beritaborneo1\/","https:\/\/www.instagram.com\/berita.borneo\/?hl=en","https:\/\/www.tiktok.com\/@beritaborneo","https:\/\/www.youtube.com\/@beritaborneo1","https:\/\/www.linkedin.com\/in\/beritaborneo\/recent-activity\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksirempanga\/#author","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksirempanga\/","name":"Alfian Bakrie","image":{"@type":"ImageObject","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#authorImage","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d3e2dee54e7deb6eceae30ec8957eeb5e86677fa45e553433d57198ffdedb76f?s=96&d=https%3A%2F%2Fberitaborneo.com%2Fmain%2Fwp-content%2Fuploads%2F2022%2F10%2Fcropped-wordpress-logo.png.png&r=g","width":96,"height":96,"caption":"Alfian Bakrie"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#webpage","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/","name":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo","description":"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati","inLanguage":"en-US","isPartOf":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#breadcrumblist"},"author":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksirempanga\/#author"},"creator":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/author\/redaksirempanga\/#author"},"image":{"@type":"ImageObject","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/a_69e701f26ac93.jpg","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#mainImage","width":720,"height":405},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/#mainImage"},"datePublished":"2026-04-21T14:49:15+08:00","dateModified":"2026-05-07T10:40:29+08:00"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#website","url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/","name":"Berita Borneo","description":"Terlengkap se-Kalimantan","inLanguage":"en-US","publisher":{"@id":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/#organization"}}]},"og:locale":"en_US","og:site_name":"Berita Borneo - Terlengkap se-Kalimantan","og:type":"article","og:title":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo","og:description":"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati","og:url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/","og:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:secure_url":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png","og:image:width":449,"og:image:height":100,"article:published_time":"2026-04-21T06:49:15+00:00","article:modified_time":"2026-05-07T02:40:29+00:00","article:publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/profile.php?id=100085329087231","twitter:card":"summary_large_image","twitter:site":"@beritaborneo1","twitter:title":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat - Berita Borneo","twitter:description":"Pengiriman persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali menyoroti sensitivitas sejarah dan hubungan diplomatik Jepang di kawasan. TOKYO - Keputusan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirimkan persembahan ritual ke Kuil Yasukuni kembali memicu sorotan terhadap sensitivitas sejarah di kawasan Asia Timur, meskipun langkah tersebut dilakukan tanpa kunjungan langsung, Selasa (21\/4\/2026). Tindakan simbolik itu dilakukan untuk menghormati","twitter:creator":"@beritaborneo1","twitter:image":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Logo_beritaborneo_449x100.png"},"aioseo_meta_data":{"post_id":"179456","title":null,"description":null,"keywords":null,"keyphrases":{"focus":{"keyphrase":"","score":0,"analysis":{"keyphraseInTitle":{"score":0,"maxScore":9,"error":1}}},"additional":[]},"primary_term":null,"canonical_url":null,"og_title":null,"og_description":null,"og_object_type":"default","og_image_type":"default","og_image_url":null,"og_image_width":null,"og_image_height":null,"og_image_custom_url":null,"og_image_custom_fields":null,"og_video":"","og_custom_url":null,"og_article_section":null,"og_article_tags":null,"twitter_use_og":false,"twitter_card":"default","twitter_image_type":"default","twitter_image_url":null,"twitter_image_custom_url":null,"twitter_image_custom_fields":null,"twitter_title":null,"twitter_description":null,"schema":{"blockGraphs":[],"customGraphs":[],"default":{"data":{"Article":[],"Course":[],"Dataset":[],"FAQPage":[],"Movie":[],"Person":[],"Product":[],"ProductReview":[],"Car":[],"Recipe":[],"Service":[],"SoftwareApplication":[],"WebPage":[]},"graphName":"BlogPosting","isEnabled":true},"graphs":[]},"schema_type":"default","schema_type_options":null,"pillar_content":false,"robots_default":true,"robots_noindex":false,"robots_noarchive":false,"robots_nosnippet":false,"robots_nofollow":false,"robots_noimageindex":false,"robots_noodp":false,"robots_notranslate":false,"robots_max_snippet":"-1","robots_max_videopreview":"-1","robots_max_imagepreview":"large","priority":null,"frequency":"default","local_seo":null,"breadcrumb_settings":null,"limit_modified_date":false,"ai":{"faqs":[],"keyPoints":[],"schemas":[],"titles":[],"descriptions":[],"socialPosts":{"email":[],"linkedin":[],"twitter":[],"facebook":[],"instagram":[]}},"created":"2026-04-21 06:49:31","updated":"2026-05-07 02:40:30","focus_keyword":null,"additional_keywords":null,"truseo_locale":null,"seo_analyzer_scan_date":null},"aioseo_breadcrumb":"<div class=\"aioseo-breadcrumbs\"><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\" title=\"Home\">Home<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\t<a href=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/\" title=\"Hotnews\">Hotnews<\/a>\n\t\t<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb-separator\">&raquo;<\/span><span class=\"aioseo-breadcrumb\">\n\t\t\tTradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat\n\t\t<\/span><\/div>","aioseo_breadcrumb_json":[{"label":"Home","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main"},{"label":"Hotnews","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/category\/hotnews\/"},{"label":"Tradisi Yasukuni Berlanjut, Sensitivitas Kawasan Menguat","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/tradisi-yasukuni-berlanjut-sensitivitas-kawasan-menguat\/"}],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179456","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179456"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179456\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183753,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179456\/revisions\/183753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179471"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179456"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179456"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179456"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}