{"id":179549,"date":"2026-04-21T18:58:30","date_gmt":"2026-04-21T10:58:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179549"},"modified":"2026-04-21T18:58:30","modified_gmt":"2026-04-21T10:58:30","slug":"desalinasi-air-laut-balikpapan-terkendala-dana-belum-bisa-direalisasikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/desalinasi-air-laut-balikpapan-terkendala-dana-belum-bisa-direalisasikan\/","title":{"rendered":"Desalinasi Air Laut Balikpapan Terkendala Dana, Belum Bisa Direalisasikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Biaya investasi tinggi dan risiko kenaikan tarif membuat DPRD Balikpapan belum merekomendasikan proyek desalinasi air laut.<\/em><br \/>\n<strong><br \/>\nBALIKPAPAN <\/strong>&#8211; Wacana pengembangan teknologi desalinasi air laut di Kota Balikpapan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat akibat tingginya biaya investasi dan belum adanya kepastian pendanaan, baik dari pemerintah maupun investor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, mengatakan opsi desalinasi telah beberapa kali dibahas bersama Perusahaan Umum Daerah Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Namun hingga kini, rencana tersebut masih terkendala pembiayaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDesalinasi air laut itu membutuhkan biaya yang besar. Kami sudah beberapa kali menyampaikan masukan itu kepada PTMB, tapi terkendala lagi dengan pendanaan. Makanya butuh investor,\u201d ujarnya, Selasa (21\/04\/2026) di Gedung DPRD Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menjelaskan, tingginya biaya desalinasi tidak hanya berasal dari pembangunan instalasi, tetapi juga kebutuhan energi besar untuk proses pengolahan air laut menjadi air bersih, serta biaya operasional dan distribusi jangka panjang. Kondisi ini menyebabkan harga produksi air jauh lebih tinggi dibandingkan sumber air baku konvensional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, harga air bersih di Balikpapan berkisar Rp10.000 hingga Rp13.000 per meter kubik. Jika menggunakan sistem desalinasi, biaya produksi diperkirakan meningkat hingga sekitar Rp23.000 per meter kubik atau lebih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau pakai desalinasi air laut bisa sampai 23, bahkan lebih. Nah, masyarakat bagaimana? Pasti ada reaksi,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, kenaikan tarif air berpotensi menimbulkan penolakan masyarakat apabila tidak disertai skema subsidi atau penyesuaian tarif yang tepat. Dampak paling besar diperkirakan dirasakan rumah tangga berpenghasilan rendah yang masih bergantung pada layanan air perpipaan dengan tarif terjangkau, serta pelaku usaha kecil yang menghadapi peningkatan biaya operasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi investasi, DPRD Balikpapan menilai keterlibatan pihak swasta masih memerlukan kajian mendalam, terutama terkait kepastian pengembalian modal dan skema harga jual air dalam jangka panjang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai alternatif, DPRD Balikpapan mendorong pengembangan sumber air baku yang dinilai lebih realistis, seperti pemanfaatan Embung Aji Raden, dukungan pasokan dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta optimalisasi sumber air dari Hutan Lindung Sungai Wain yang saat ini masih dalam tahap kajian teknis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cYang lebih realistis itu Embung Aji Raden dan IKN. Selain itu juga ada rencana pemanfaatan dari Sungai Wain (Hutan Lindung Sungai Wain) yang sedang kami dorong,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan yang berkisar Rp4 triliun. Jika proyek desalinasi dipaksakan dengan kebutuhan anggaran hingga triliunan rupiah, hal tersebut dinilai berpotensi menghambat program pembangunan lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau sampai triliunan, APBD kita kan sekitar 4 triliun saja. Kalau satu proyek triliunan, bisa menghambat yang lain,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, DPRD Balikpapan bersama pemangku kepentingan belum merekomendasikan pelaksanaan desalinasi sebagai solusi jangka pendek maupun menengah. Fokus kebijakan saat ini diarahkan pada optimalisasi sumber air baku yang tersedia serta penguatan sistem distribusi guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Biaya investasi tinggi dan risiko kenaikan tarif membuat DPRD Balikpapan belum merekomendasikan proyek desalinasi air laut. BALIKPAPAN &#8211; Wacana pengembangan teknologi desalinasi air laut di Kota Balikpapan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat akibat tingginya biaya investasi dan belum adanya kepastian pendanaan, baik dari pemerintah maupun investor. Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":179598,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[471,1243,22132,622,22133,9122,165,22135,22136,765,9657,22134],"class_list":["post-179549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-apbd-balikpapan","tag-balikpapan","tag-desalinasi-air-laut","tag-dprd-balikpapan","tag-embung-aji-raden","tag-hutan-lindung-sungai-wain","tag-ikn","tag-investasi-air-bersih","tag-kebijakan-air-balikpapan","tag-krisis-air-bersih","tag-ptmb","tag-tarif-air-balikpapan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179549"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179738,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179549\/revisions\/179738"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179598"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}