{"id":179863,"date":"2026-04-22T17:05:07","date_gmt":"2026-04-22T09:05:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179863"},"modified":"2026-04-22T17:12:23","modified_gmt":"2026-04-22T09:12:23","slug":"disabilitas-kaltim-turun-ke-jalan-tuntut-hak-yang-hilang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/disabilitas-kaltim-turun-ke-jalan-tuntut-hak-yang-hilang\/","title":{"rendered":"Disabilitas Kaltim Turun ke Jalan, Tuntut Hak yang Hilang"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"f7d205e4-8075-4f41-b8b5-a4d9a08136c1\" data-testid=\"conversation-turn-7\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:be066dba-5b65-4f08-b233-3dcf7aa406f5-20\" data-testid=\"conversation-turn-8\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"890f9ccd-74ad-408a-bd67-43d0cab07b50\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kelompok disabilitas di Kaltim menuntut pengembalian bantuan sosial, peningkatan akses kerja, dan perbaikan layanan kesehatan dalam aksi di DPRD.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Kelompok masyarakat penyandang disabilitas di Kalimantan Timur (Kaltim) turut ambil bagian dalam aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Selasa (21\/04\/2026). Mereka menuntut pemerintah daerah mengembalikan bantuan sosial terencana (BST) serta meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar penyandang disabilitas, termasuk akses pekerjaan dan layanan kesehatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran kelompok disabilitas dalam aksi tersebut menjadi sorotan, mengingat mereka menyuarakan langsung persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian optimal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, khususnya terkait penghentian BST yang sebelumnya rutin diterima setiap tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-180052\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6287561251101544116.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6287561251101544116.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6287561251101544116-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6287561251101544116-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6287561251101544116-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Ketua Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas Indonesia Kaltim, Muhammad Ali, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi dan saat ini masih menunggu arahan lanjutan terkait agenda berikutnya. \u201cPersiapan kami sudah siap, artinya untuk aksinya kami di sini, untuk kelanjutan kami tunggu instruksi bagaimana kelanjutannya, untuk sementara kami standby dulu di sini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengungkapkan, keikutsertaan dalam aksi tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan di tingkat provinsi. \u201cAlhamdulillah ini baru pertama kalinya kami di Provinsi Kalimantan Timur untuk aksinya begini,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muhammad Ali menyoroti penghentian BST sebagai alasan utama mereka turun ke jalan. Ia menyebut pada masa pemerintahan sebelumnya jumlah penerima bantuan sempat meningkat, namun saat ini bantuan tersebut tidak lagi diberikan. \u201cAlhamdulillah kemarin di zamannya Isran Nur ditambah kuotanya, yang tadinya cuma lima ribu jadi tujuh ribuan, sekarang jamannya Rudy Mas\u2019ud tidak ada sama sekali,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi pemicu utama aksi bersama kelompok masyarakat lainnya. \u201cItu yang makanya kami turun aksinya kami turun ke jalan mengikuti orang-orang ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muhammad Ali juga menampik anggapan bahwa keikutsertaan mereka bermuatan politik. \u201cBukan berarti kita di sini kalah pilih kemarin, bukan, artinya kita betul-betul banyak kerugian-kerugian yang tidak berpihak kepada masyarakat penyandang disabilitas,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain persoalan bantuan sosial, ia juga menyoroti minimnya kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang dinilai masih sangat terbatas. Ia menambahkan, persoalan layanan kesehatan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga banyak dikeluhkan. \u201cKemarin banyak laporan sama kami itu masalah BPJS juga, BPJS banyak mati,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Muhammad Ali menegaskan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan sekaligus harapan agar pemerintah lebih memperhatikan hak-hak penyandang disabilitas. \u201cIya benar-benar sekali,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap pemerintah dapat kembali merealisasikan bantuan sosial serta memperbaiki kebijakan yang menyangkut kebutuhan dasar penyandang disabilitas. \u201cYang jelas kami menginginkan untuk BST-nya tetap seperti semula, artinya itu saja setahun sekali juga,\u201d harapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Koordinator aksi Forum Peduli Penyandang dan Atlet Disabilitas Kaltim, Veronika, menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak kepada penyandang disabilitas. Ia menilai sejumlah janji pemerintah belum terealisasi sesuai harapan masyarakat. \u201cSusah dengan janji-janjinya dia, kemarin mampu memberikan terbaik dengan gratis pol kan, ternyata janji itu cuma omong kosong dan otak kosong,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Veronika menyebut aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan atas berbagai keluhan penyandang disabilitas yang menyangkut hak-hak dasar. Ia juga menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh apabila pemerintah tidak mampu memberikan keadilan dan kenyamanan bagi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTolong kembalikan hak-hak disabilitas, itu perjuangan pertama untuk hari ini,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap aksi berlangsung damai dan menjadi momentum perbaikan kebijakan ke depan. \u201cDoaku, aksi hari ini, aksi damai, pokoknya damai, bumi etam berdamai, itu harapan dari kita semua,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kelompok disabilitas di Kaltim menuntut pengembalian bantuan sosial, peningkatan akses kerja, dan perbaikan layanan kesehatan dalam aksi di DPRD. SAMARINDA &#8211; Kelompok masyarakat penyandang disabilitas di Kalimantan Timur (Kaltim) turut ambil bagian dalam aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Selasa (21\/04\/2026). Mereka menuntut pemerintah daerah mengembalikan bantuan sosial terencana &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":179866,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[22363,22366,2872,22364,21242,22362,128,12711,7348,609,22365],"class_list":["post-179863","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-aksi-disabilitas","tag-bantuan-sosial-disabilitas","tag-bpjs-kesehatan","tag-bst-kaltim","tag-demo-samarinda","tag-disabilitas-kaltim","tag-dprd-kaltim","tag-muhammad-ali","tag-pemprov-kaltim","tag-samarinda","tag-veronika"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179863","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179863"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179863\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180068,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179863\/revisions\/180068"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179863"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179863"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179863"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}