{"id":179928,"date":"2026-04-22T18:05:46","date_gmt":"2026-04-22T10:05:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179928"},"modified":"2026-04-22T18:08:00","modified_gmt":"2026-04-22T10:08:00","slug":"kenaikan-harga-plastik-bebani-produksi-umkm-balikpapan-cari-kemasan-alternatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kenaikan-harga-plastik-bebani-produksi-umkm-balikpapan-cari-kemasan-alternatif\/","title":{"rendered":"Kenaikan Harga Plastik Bebani Produksi, UMKM Balikpapan Cari Kemasan Alternatif"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kenaikan harga plastik hingga hampir dua kali lipat memaksa pelaku UMKM di Balikpapan menyesuaikan biaya produksi dan mencari alternatif kemasan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BALIKPAPAN <\/strong>\u2013 Lonjakan harga plastik kemasan yang mencapai 60 persen hingga hampir 100 persen sejak awal April 2026 memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan. Kenaikan tersebut memaksa pelaku usaha menghitung ulang harga pokok produksi (HPP) serta menyesuaikan strategi agar usaha tetap bertahan tanpa merugi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kenaikan harga bahan plastik berdampak langsung pada biaya operasional, terutama bagi pelaku usaha kuliner dan pedagang jajanan. Komponen kemasan yang sebelumnya dianggap kecil, kini menjadi beban produksi yang signifikan dan harus diperhitungkan secara cermat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di lapangan, harga berbagai jenis kemasan mengalami kenaikan. Plastik kresek yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per pak kini naik menjadi sekitar Rp15 ribu. Sementara plastik ukuran besar dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Kondisi ini membuat pelaku usaha harus menghitung ulang seluruh struktur biaya produksi agar tidak mengalami kerugian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagian pelaku UMKM mulai mencari alternatif dengan menggunakan kemasan ramah lingkungan, seperti tas belanja berbahan daur ulang, atau menjual produk secara curah. Namun, tidak semua jenis produk memungkinkan penggunaan metode tersebut, sehingga sebagian pelaku usaha tetap bergantung pada kemasan plastik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, serta Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan, Heru Ressandy Setia Kusuma, mengatakan sebagian pelaku usaha saat ini masih mengandalkan stok lama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPelaku UMKM saat ini sebagian masih memanfaatkan stok lama. Setelah itu, mereka perlu menghitung ulang biaya produksi,\u201d ujarnya, Rabu (22\/04\/2026) di Balai Kota Balikpapan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Heru menjelaskan, penggunaan alternatif kemasan dapat menjadi solusi sementara untuk menekan biaya produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMungkin saja pakai tas belanja, produknya dijual curah. Itu salah satu pilihan yang bisa dilakukan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menegaskan, kenaikan harga bahan plastik akan berdampak pada harga jual produk di pasaran. Menurutnya, pelaku usaha memiliki kebebasan dalam menentukan strategi harga masing-masing, dengan mempertimbangkan kondisi biaya produksi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau mereka ingin mempertahankan harga, tapi bahan baku naik, pasti mereka akan menghitung ulang HPP-nya. Semua kembali ke masing-masing pelaku usaha,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Heru mengingatkan agar pelaku usaha tidak terburu-buru menaikkan harga secara drastis tanpa perhitungan matang, karena dapat memengaruhi daya beli masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJangan terburu-buru menaikkan harga. Dilihat dulu hitungannya, supaya daya beli masyarakat tidak terganggu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain, DKUMKMP Balikpapan tengah menyiapkan wacana bantuan bagi pelaku UMKM, khususnya dalam penyediaan kemasan. Rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKemarin waktu Rapat Dengar Pendapat (RDP) sudah kita sampaikan. Kita coba dulu untuk sekitar 100 pelaku usaha,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebut kebutuhan anggaran tahap awal diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau dihitung, mungkin sekitar Rp300 sampai Rp500 juta. Tapi ini masih wacana, belum final,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menghadapi tekanan biaya produksi sekaligus mendorong inovasi kemasan melalui pelatihan dan pendampingan. Pemerintah daerah menilai adaptasi strategi menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi lokal di tengah kenaikan harga bahan baku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIntinya mereka harus bisa menyesuaikan. Kalau tidak dihitung ulang, bisa rugi,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenaikan harga plastik hingga hampir dua kali lipat memaksa pelaku UMKM di Balikpapan menyesuaikan biaya produksi dan mencari alternatif kemasan. BALIKPAPAN \u2013 Lonjakan harga plastik kemasan yang mencapai 60 persen hingga hampir 100 persen sejak awal April 2026 memukul pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan. Kenaikan tersebut memaksa pelaku usaha menghitung ulang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":55,"featured_media":179929,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[22397,22390,22394,19030,22391,22392,22395,22393,22396,21570],"class_list":["post-179928","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bantuan-umkm","tag-dkumkmp-balikpapan","tag-ekonomi-lokal-balikpapan","tag-harga-plastik-naik","tag-hpp-umkm","tag-kemasan-plastik-mahal","tag-kenaikan-bahan-baku","tag-pelaku-usaha-balikpapan","tag-rdp-umkm","tag-umkm-balikpapan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/55"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179928"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180096,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179928\/revisions\/180096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}