{"id":179963,"date":"2026-04-22T15:28:31","date_gmt":"2026-04-22T07:28:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=179963"},"modified":"2026-04-22T15:32:33","modified_gmt":"2026-04-22T07:32:33","slug":"bangkit-pascabencana-kemnaker-salurkan-bantuan-rp3225-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/bangkit-pascabencana-kemnaker-salurkan-bantuan-rp3225-miliar\/","title":{"rendered":"Bangkit Pascabencana, Kemnaker Salurkan Bantuan Rp32,25 Miliar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemnaker menyalurkan bantuan Rp32,25 miliar melalui pelatihan, padat karya, dan program wirausaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumut dan Aceh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SUMATERA UTARA<\/strong> \u2013 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggenjot pemulihan ekonomi pascabencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Aceh melalui paket program pemberdayaan tenaga kerja senilai Rp32,25 miliar, yang difokuskan pada peningkatan keterampilan, penciptaan lapangan kerja, hingga dukungan wirausaha bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Program bantuan bertajuk Kemnaker Peduli tersebut diserahkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Selasa (21\/4\/2026), sebagai langkah strategis mempercepat pemulihan sosial-ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menaker Yassierli menegaskan, intervensi pemerintah tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui peningkatan kompetensi kerja dan kewirausahaan. \u201cNamun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,\u201d ujar Yassierli, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (21\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi warga. Oleh karena itu, program pemulihan difokuskan pada penciptaan peluang kerja baru serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adapun rincian program meliputi pelatihan vokasi bagi 4.516 peserta di Sumut dengan anggaran Rp16,53 miliar dan 2.438 peserta di Aceh senilai Rp8,91 miliar. Selain itu, terdapat program padat karya sebanyak 40 paket dengan nilai Rp4 miliar untuk menyerap tenaga kerja sementara dan menggerakkan ekonomi lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemnaker juga menyalurkan bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebanyak 400 paket senilai Rp2 miliar guna mendorong tumbuhnya usaha kecil baru. Sementara itu, santunan diberikan kepada 28 pekerja terdampak kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih senilai Rp52,5 juta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tak hanya itu, dukungan kewirausahaan juga diberikan melalui program Mitra Produktif Sektor Informal (MPSI) berupa pelatihan dan bantuan modal usaha senilai Rp750 juta untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menaker menegaskan, melalui BBPVP Medan dan unit pelatihan di Aceh, pemerintah juga menyiapkan program lanjutan berupa pelatihan berbasis kebutuhan pascabencana, penguatan kewirausahaan, serta peningkatan produktivitas tenaga kerja agar masyarakat dapat kembali mandiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia turut mengajak Pemerintah Daerah (Pemda), dunia usaha, lembaga pelatihan, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan pembangunan SDM di Sumut dan Aceh. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemnaker menyalurkan bantuan Rp32,25 miliar melalui pelatihan, padat karya, dan program wirausaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumut dan Aceh. SUMATERA UTARA \u2013 Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggenjot pemulihan ekonomi pascabencana di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Aceh melalui paket program pemberdayaan tenaga kerja senilai Rp32,25 miliar, yang difokuskan pada peningkatan keterampilan, &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":179975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35,7761],"tags":[8373,22318,22319,22317,22322,22320,22323,19053,17344,18207,13169,7865,22321,15470],"class_list":["post-179963","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","category-sumatera-utara","tag-aceh","tag-bantuan-rp32-miliar","tag-bbpvp-medan","tag-kemnaker-peduli","tag-mpsi","tag-padat-karya","tag-pascabencana","tag-pelatihan-vokasi","tag-pemberdayaan-masyarakat","tag-pemulihan-ekonomi","tag-program-pemerintah","tag-sumut","tag-tenaga-kerja-mandiri","tag-yassierli"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179963","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=179963"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179963\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":179984,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/179963\/revisions\/179984"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/179975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=179963"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=179963"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=179963"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}