{"id":180265,"date":"2026-04-23T15:50:46","date_gmt":"2026-04-23T07:50:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=180265"},"modified":"2026-04-23T15:51:22","modified_gmt":"2026-04-23T07:51:22","slug":"hoaks-flu-burung-di-tarakan-dibantah-dinkes-pastikan-kondisi-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hoaks-flu-burung-di-tarakan-dibantah-dinkes-pastikan-kondisi-aman\/","title":{"rendered":"Hoaks Flu Burung di Tarakan Dibantah, Dinkes Pastikan Kondisi Aman"},"content":{"rendered":"<div class=\"\" style=\"text-align: justify;\" data-turn-id-container=\"dc9fae23-979a-4574-883b-82416217dc11\" data-is-intersecting=\"true\"><em>Dinkes Tarakan memastikan tidak ada kasus flu burung dan meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.<\/em><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\" data-turn-id-container=\"dc9fae23-979a-4574-883b-82416217dc11\" data-is-intersecting=\"true\"><\/div>\n<div class=\"\" data-turn-id-container=\"request-69e985e3-df4c-83a1-9deb-043cbc1b8363-5\" data-is-intersecting=\"true\">\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-69e985e3-df4c-83a1-9deb-043cbc1b8363-5\" data-testid=\"conversation-turn-16\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"bb4a2cee-61c2-421f-8684-45fa2419e06c\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TARAKAN <\/strong>\u2013 Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan memastikan tidak ada kasus flu burung di wilayahnya, sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait larangan membeli ayam di pasar tertentu. Klarifikasi tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Dinkes Tarakan, Kamis (23\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinkes Tarakan, Devi, menegaskan bahwa kabar yang beredar di masyarakat merupakan kesalahpahaman terhadap data internal yang bersifat laporan rutin, bukan indikasi adanya kasus flu burung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cTarakan belum pernah ditemukan kasus flu burung, jadi kami juga kaget. Surat itu sebenarnya ditujukan kepada kepala puskesmas sebagai bentuk kewaspadaan dini,\u201d jelas Devi, sebagaimana dilansir Dkisp, Kamis, (23\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan serta dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tarakan guna memberikan penjelasan komprehensif terkait isu yang berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinkes Tarakan menekankan bahwa tidak pernah mengeluarkan imbauan maupun larangan kepada masyarakat untuk tidak membeli ayam di pasar tertentu. Informasi tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan keresahan serta dampak ekonomi bagi pelaku usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, instansi terkait memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat indikasi kasus flu burung yang memerlukan penanganan khusus di Tarakan. Pemantauan kesehatan hewan dan lingkungan tetap dilakukan secara berkala sebagai bagian dari langkah kewaspadaan dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui forum tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan kehati-hatian dalam menyebarkan kabar di ruang publik, termasuk di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Tarakan bersama Dinkes dan instansi terkait akan terus melakukan pengawasan serta menyampaikan informasi resmi secara berkala guna menjaga situasi tetap kondusif dan mencegah penyebaran hoaks di tengah masyarakat. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinkes Tarakan memastikan tidak ada kasus flu burung dan meminta masyarakat tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. TARAKAN \u2013 Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan memastikan tidak ada kasus flu burung di wilayahnya, sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar luas dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait larangan membeli ayam di pasar tertentu. Klarifikasi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":180301,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,27,2257],"tags":[22577,22571,22574,8456,22572,22575,22576,22573,17356,2717],"class_list":["post-180265","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kota-tarakan-kalimantan-utara","tag-berita-tarakan","tag-dinkes-tarakan","tag-dkpp-tarakan","tag-flu-burung","tag-hoaks-kesehatan","tag-isu-kesehatan","tag-klarifikasi-flu-burung","tag-larangan-beli-ayam","tag-pemkot-tarakan","tag-tarakan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180265","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=180265"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180265\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":180305,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/180265\/revisions\/180305"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/180301"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=180265"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=180265"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=180265"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}