{"id":181114,"date":"2026-04-27T10:52:25","date_gmt":"2026-04-27T02:52:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=181114"},"modified":"2026-04-27T14:40:36","modified_gmt":"2026-04-27T06:40:36","slug":"wedang-dayak-mendunia-umkm-lokal-raih-penghargaan-eksportir-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wedang-dayak-mendunia-umkm-lokal-raih-penghargaan-eksportir-pemula\/","title":{"rendered":"Wedang Dayak Mendunia, UMKM Lokal Raih Penghargaan Eksportir Pemula"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"28\" data-end=\"583\"><em>Bungas Food Nusantara mengembangkan Wedang Dayak berbasis bawang Dayak melalui digitalisasi, sertifikasi produk, dan dukungan multipihak hingga menembus pasar internasional.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>BALIKPAPAN<\/strong> &#8211; Transformasi digital, penguatan standar produksi, dan perluasan jejaring ekspor menjadi kunci Bungas Food Nusantara, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam membawa produk herbal berbasis bawang Dayak menembus pasar internasional. Melalui produk Wedang Dayak, usaha yang dirintis Nurul Ahdaniyah sejak tahun 2020 itu kini tidak hanya dikenal di pasar lokal, tetapi juga telah menjangkau sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Oman, hingga Nigeria.<\/p>\n<figure id=\"attachment_181121\" aria-describedby=\"caption-attachment-181121\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-181121\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/DSCF6472@197166987_copy_1500x1000.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/DSCF6472@197166987_copy_1500x1000.jpg 1500w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/DSCF6472@197166987_copy_1500x1000-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/DSCF6472@197166987_copy_1500x1000-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/DSCF6472@197166987_copy_1500x1000-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-181121\" class=\"wp-caption-text\">Pemenang Nominasi Eksportir Pemula di Event Beacukai Balikpapan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"585\" data-end=\"999\">Bungas Food Nusantara berlokasi di Jalan Projakal KM 5, Kecamatan Balikpapan Utara. Usaha ini mengolah bawang Dayak, tanaman khas Kalimantan yang selama ini dikenal memiliki nilai tradisional dan manfaat kesehatan, menjadi produk minuman herbal modern. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali kearifan lokal kepada masyarakat luas, sekaligus menjawab kebutuhan pasar yang semakin kompetitif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1001\" data-end=\"1223\">\u201cSejak awal, saya tidak hanya ingin berjualan. Saya ingin bawang Dayak ini dikenal kembali oleh masyarakat luas, karena ini bagian dari warisan leluhur kita,\u201d ujar Nurul saat diwawancarai media ini pada minggu (26\/04\/2026)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1225\" data-end=\"1568\">Produk bawang Dayak yang semula hanya dikenal dalam lingkup terbatas kini diolah menjadi Wedang Dayak dalam berbagai bentuk, mulai dari teh celup hingga minuman segar (<em data-start=\"1393\" data-end=\"1406\">fresh drink<\/em>). Bentuk produk yang lebih praktis tersebut dinilai mampu memperluas segmen konsumen, terutama masyarakat perkotaan yang membutuhkan produk herbal siap konsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1570\" data-end=\"1810\">Menurut Nurul, inovasi menjadi keharusan bagi pelaku UMKM agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar. Ia menilai produk tradisional tetap dapat berkembang apabila dikemas sesuai kebutuhan konsumen modern tanpa menghilangkan nilai asalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1812\" data-end=\"1996\">\u201cKalau kita hanya mengandalkan cara lama, produk kita akan sulit berkembang. Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya,\u201d katanya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_181126\" aria-describedby=\"caption-attachment-181126\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-181126\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260414-WA0104_copy_799x449.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260414-WA0104_copy_799x449.jpg 799w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260414-WA0104_copy_799x449-300x169.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260414-WA0104_copy_799x449-768x432.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-181126\" class=\"wp-caption-text\">Menerima Sertifikat HACCP dari DKUKMP Balikpapan. HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) adalah sistem manajemen keamanan pangan preventif yang sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahasa (biologis, kimia, fisik) pada seluruh rantai produksi makanan, mulai dari bahan baku hingga produk akhir.<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1998\" data-end=\"2496\">Perjalanan Bungas Food Nusantara tidak hanya bertumpu pada pemasaran, tetapi juga peningkatan kualitas dan keamanan produk. Usaha ini telah menerima sertifikat <em data-start=\"2158\" data-end=\"2203\">Hazard Analysis and Critical Control Points<\/em> (HACCP) dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Balikpapan. HACCP merupakan sistem manajemen keamanan pangan preventif untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan potensi bahaya biologis, kimia, maupun fisik dalam rantai produksi makanan dan minuman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2498\" data-end=\"2836\">Penerapan standar tersebut menjadi langkah penting bagi Bungas Food Nusantara untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, terutama dalam menembus pasar ekspor. Selain HACCP, usaha ini juga mengurus berbagai sertifikasi dan standar lain, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2838\" data-end=\"3005\">\u201cKami ingin memastikan bahwa produk kami aman dan memenuhi standar global. Ini penting untuk membangun kepercayaan konsumen, terutama di pasar internasional,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3007\" data-end=\"3372\">Perkembangan usaha itu terlihat dari perluasan pasar Wedang Dayak. Produk tersebut kini tidak hanya tersedia di Balikpapan dan sejumlah daerah di Kaltim, tetapi juga telah menjangkau Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jakarta, Surabaya. Pasar luar negeri pun mulai terbuka, antara lain Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Oman, dan Nigeria.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3374\" data-end=\"3709\">Keberhasilan menembus pasar yang lebih luas tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi digital. Bungas Food Nusantara menggunakan berbagai kanal pemasaran, seperti <em data-start=\"3537\" data-end=\"3556\">WhatsApp Business<\/em>, Instagram, Facebook, TikTok, situs web, dan <em data-start=\"3602\" data-end=\"3615\">marketplace<\/em> Shopee. Melalui platform tersebut, pemasaran produk tidak lagi terbatas oleh jarak geografis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3711\" data-end=\"3912\">\u201cSekarang hampir semua penjualan kami terjadi melalui ponsel. Sekitar 90 persen transaksi dilakukan secara digital. Ini sangat membantu, terutama untuk menjangkau konsumen di luar daerah,\u201d jelas Nurul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3914\" data-end=\"4328\">Nurul mengatakan, media sosial tidak hanya dipakai untuk menjual produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada konsumen. Melalui konten yang menarik dan informatif, Bungas Food Nusantara memperkenalkan manfaat bawang Dayak, proses produksi, serta nilai budaya yang melekat pada produk tersebut. Strategi itu dinilai mampu membangun kesadaran merek atau <em data-start=\"4271\" data-end=\"4288\">brand awareness<\/em> sekaligus memperkuat kepercayaan pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4330\" data-end=\"4589\">Meski demikian, perjalanan menuju pasar ekspor tidak mudah. Nurul menyebut pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, memahami kebutuhan pasar, memperbaiki kemasan, menjaga kualitas produk, hingga menguasai dasar komunikasi lintas negara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4591\" data-end=\"4796\">\u201cTantangannya banyak, mulai dari kualitas produk, kemasan, sampai kemampuan komunikasi dalam bahasa asing. Kita juga harus memahami dokumen ekspor dan regulasi yang berlaku di negara tujuan,\u201d ungkap Nurul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4798\" data-end=\"5109\">Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah menjaga kesinambungan bahan baku. Karena itu, Bungas Food Nusantara turut memberdayakan petani lokal sebagai pemasok bawang Dayak. Pola kemitraan tersebut tidak hanya membantu menjaga kualitas bahan baku, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5111\" data-end=\"5481\">Dalam pengembangan usaha, Bungas Food Nusantara juga mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak, antara lain Bank Indonesia, Bea Cukai Balikpapan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian dan UMKM, serta Universitas Mulawarman. Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk pendampingan, pelatihan, fasilitasi pameran, hingga pemahaman terkait proses ekspor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5483\" data-end=\"5670\">\u201cKami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah dan berbagai lembaga sangat membantu kami, terutama dalam memahami proses ekspor dan meningkatkan kualitas produk,\u201d ujar Nurul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5672\" data-end=\"5975\">Sinergi tersebut membuahkan hasil ketika Bungas Food Nusantara meraih penghargaan sebagai eksportir pemula tingkat UMKM dalam ajang Balikpapan Costume Awards 2025. Penghargaan itu menjadi salah satu pengakuan atas upaya pelaku UMKM lokal dalam memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5977\" data-end=\"6134\">\u201cPenghargaan ini bukan hanya untuk kami, tetapi juga untuk semua pihak yang telah mendukung. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6136\" data-end=\"6451\">Selain pemasaran digital, Bungas Food Nusantara juga mengadopsi sistem pembayaran digital, seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan dompet digital atau <em data-start=\"6306\" data-end=\"6316\">e-wallet<\/em>. Penggunaan pembayaran nontunai tersebut dinilai memudahkan konsumen, mempercepat transaksi, serta membantu pencatatan keuangan usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6453\" data-end=\"6613\">\u201cDengan pembayaran digital, transaksi jadi lebih cepat dan praktis. Kami juga lebih mudah dalam mencatat keuangan, karena semuanya sudah otomatis,\u201d jelas Nurul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6615\" data-end=\"6935\">Penerapan pembayaran digital menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem usaha, terutama ketika transaksi dilakukan lintas daerah dan lintas negara. Sistem ini membantu mengurangi risiko kesalahan pencatatan, meningkatkan transparansi, dan memberi kemudahan bagi konsumen yang terbiasa melakukan transaksi nontunai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6937\" data-end=\"7211\">Ke depan, Bungas Food Nusantara menargetkan perluasan pasar ekspor, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan produk baru berbasis bawang Dayak. Nurul berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berani memanfaatkan teknologi digital dan membuka akses pasar lebih luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7213\" data-end=\"7413\">\u201cSaya berharap UMKM di Indonesia semakin berani untuk go digital dan go global. Kita punya banyak produk lokal yang luar biasa, tinggal bagaimana kita mengemas dan memasarkannya dengan baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7415\" data-end=\"7625\">Ia menegaskan, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha. Dalam iklim usaha yang terus berubah, kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar UMKM dapat bertahan dan berkembang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7627\" data-end=\"7774\">\u201cKalau kita tidak mau berubah, kita akan tertinggal. Dunia usaha sekarang sangat dinamis, jadi kita harus terus belajar dan beradaptasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7776\" data-end=\"8211\">Kisah Bungas Food Nusantara menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global apabila didukung inovasi, standar kualitas, strategi digital, dan kolaborasi multipihak. Keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ekonomi, tetapi juga pemberdayaan petani lokal, pelestarian budaya, serta penguatan identitas produk daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"8213\" data-end=\"8427\">\u201cPerjalanan kami masih panjang, tapi kami percaya bahwa dengan sinergi dengan berbagai pihak dan semangat untuk terus belajar, kami bisa membawa Wedang Dayak lebih jauh lagi ke dunia internasional,\u201d tutup Nurul. []\n<p data-start=\"8213\" data-end=\"8427\">Penulis: Irwanto. S<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bungas Food Nusantara mengembangkan Wedang Dayak berbasis bawang Dayak melalui digitalisasi, sertifikasi produk, dan dukungan multipihak hingga menembus pasar internasional. BALIKPAPAN &#8211; Transformasi digital, penguatan standar produksi, dan perluasan jejaring ekspor menjadi kunci Bungas Food Nusantara, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), dalam membawa produk herbal berbasis bawang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":35,"featured_media":181268,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[467,26],"tags":[21573,23484,3073,21571,21581,21575,21574,21582,23485,10271,23483,9512,21570,21578,12739,21572],"class_list":["post-181114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-balikpapan","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-bawang-dayak","tag-bea-cukai-balikpapan","tag-bpom","tag-bungas-food-nusantara","tag-cpotb","tag-digitalisasi-umkm","tag-ekspor-umkm","tag-haccp","tag-nurul-ahdaniyah","tag-pemkot-balikpapan","tag-produk-herbal","tag-qris","tag-umkm-balikpapan","tag-umkm-go-global","tag-umkm-kaltim","tag-wedang-dayak"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/35"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181114"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181314,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181114\/revisions\/181314"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181268"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}