{"id":181148,"date":"2026-04-26T14:28:03","date_gmt":"2026-04-26T06:28:03","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=181148"},"modified":"2026-04-26T14:28:27","modified_gmt":"2026-04-26T06:28:27","slug":"jalan-kapten-mulyono-berbahaya-jembatan-patah-kembali-makan-korban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jalan-kapten-mulyono-berbahaya-jembatan-patah-kembali-makan-korban\/","title":{"rendered":"Jalan Kapten Mulyono Berbahaya, Jembatan Patah Kembali Makan Korban"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"f574049d-a449-43b2-b7fb-e91fa13a9766\" data-testid=\"conversation-turn-11\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:50c64cfb-9f56-493f-b4b8-c648f736aaad-21\" data-testid=\"conversation-turn-12\" data-scroll-anchor=\"true\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" tabindex=\"0\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"b6271b28-02bd-48d0-b307-f6ea84aec0d4\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\" data-turn-start-message=\"true\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kecelakaan maut akibat jembatan rusak di Jalan Kapten Mulyono menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur di Kotim.<\/em><b><\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN TIMUR<\/strong> &#8211; Infrastruktur rusak kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu 25 April 2026 malam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa nahas tersebut terjadi ketika korban yang belum diketahui identitasnya melaju dari arah selatan menuju timur. Minimnya penerangan serta kondisi jembatan yang rusak parah diduga menjadi faktor utama kecelakaan. Korban dilaporkan tidak mampu mengendalikan kendaraannya saat melewati bagian jembatan yang berlubang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban menabrak bagian jembatan yang berlubang, lalu terjatuh. Kondisinya parah,\u201d ujar saksi di lokasi, Rido, sebagaimana dilansir Radar Sampit, Minggu (26\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di tempat dengan luka berat di bagian kepala serta patah pada lengan. Sementara satu korban lainnya yang dibonceng mengalami luka serius dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani untuk mendapatkan penanganan medis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorbannya ada dua orang. Satu meninggal satu kritis,\u201d ungkap Rido.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kecelakaan ini kembali menegaskan kondisi jembatan di ruas Jalan Kapten Mulyono yang telah lama dikeluhkan warga. Kerusakan yang tidak kunjung diperbaiki dinilai berpotensi tinggi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat visibilitas terbatas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga setempat, Rori, menyebut jembatan tersebut sangat berisiko dilintasi bahkan dalam kecepatan rendah. \u201cPelan aja lewat jembatan tersebut bisa saja jatuh, apalagi cepat. Sekarang sudah ada korban jiwa,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Insiden ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim untuk segera melakukan perbaikan permanen terhadap infrastruktur yang rusak, khususnya pada jalur vital masyarakat, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kecelakaan maut akibat jembatan rusak di Jalan Kapten Mulyono menyoroti urgensi perbaikan infrastruktur di Kotim. KOTAWARINGIN TIMUR &#8211; Infrastruktur rusak kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah mengalami kecelakaan tunggal saat melintasi jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu 25 April 2026 malam. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":181152,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2266],"tags":[5357,23381,2941,545,16728,8824,4158,13461,8859,23382],"class_list":["post-181148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kotawaringin-timur-provinsi-kalimantan-tengah","tag-infrastruktur","tag-jalan-kapten-mulyono","tag-jembatan-rusak","tag-kecelakaan-maut","tag-korban-jiwa","tag-kotawaringin-timur","tag-kotim","tag-rsud-dr-murjani","tag-sampit","tag-sampit-hari-ini"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181148"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181157,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181148\/revisions\/181157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181152"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}