{"id":181264,"date":"2026-04-27T16:36:14","date_gmt":"2026-04-27T08:36:14","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=181264"},"modified":"2026-04-27T16:41:13","modified_gmt":"2026-04-27T08:41:13","slug":"peringatan-otda-ke-30-bupati-ppu-soroti-kemandirian-dan-tata-kelola","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/peringatan-otda-ke-30-bupati-ppu-soroti-kemandirian-dan-tata-kelola\/","title":{"rendered":"Peringatan Otda ke-30, Bupati PPU Soroti Kemandirian dan Tata Kelola"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"dfefa045-5196-4aab-953c-3636fa504353\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:f562d4e8-4d3a-4e0d-8f6f-070b99575f20-15\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"dbeb9e8b-58f7-4f62-8564-4359b33a009b\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Bupati PPU menegaskan keterbatasan fiskal dan ketergantungan pada pusat masih menjadi kendala utama optimalisasi otonomi daerah.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PENAJAM PASER UTARA<\/strong> \u2013 Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pelaksanaan otonomi daerah (Otda) di wilayahnya masih menghadapi tantangan mendasar, terutama terkait keterbatasan kapasitas fiskal, tingginya ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat, serta belum optimalnya pengelolaan potensi daerah. Kondisi ini dinilai menjadi hambatan dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penegasan tersebut disampaikan Mudyat Noor usai memimpin Apel Peringatan Otda ke-30 di PPU, Senin (27\/04\/2026). Ia menilai otonomi daerah tidak boleh hanya dipahami sebagai kewenangan administratif, melainkan harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-181370\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302898046739615526-310x205.jpg 310w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>&#8220;Kita harus jujur melihat bahwa masih ada ketergantungan fiskal dan belum maksimalnya pemanfaatan potensi lokal. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar otonomi benar-benar menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, tanpa inovasi dan pembenahan tata kelola pemerintahan, implementasi Otda berpotensi berjalan stagnan dan tidak memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. \u201cKalau kita tidak berani berinovasi dan memperbaiki tata kelola, maka otonomi daerah hanya akan berjalan di tempat. Padahal, masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan Otda ke-30 tahun ini mengusung tema \u201cDengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita\u201d, yang menjadi momentum memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kesempatan tersebut, Mudyat Noor juga membacakan amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri), yang menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta memperkuat pelayanan publik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di PPU yang dikenal sebagai wilayah Serambi Nusantara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Otonomi daerah adalah instrumen dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tema tahun ini mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal untuk mewujudkan Asta Cita melalui sinergi yang kuat antara pusat dan daerah,&#8221; ujar Mudyat Noor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah daerah dalam merancang program pembangunan berbasis potensi lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, Mudyat Noor mengingatkan seluruh jajaran perangkat daerah untuk menerapkan prinsip efisiensi dan penghematan anggaran, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia. Peringatan Otda, menurutnya, harus dilaksanakan secara sederhana namun bermakna, dengan orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Penting bagi kita untuk memastikan bahwa setiap penggunaan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menghindari pemborosan yang tidak berdampak pada kesejahteraan publik,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apel tersebut turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, para asisten, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peringatan Otda ke-30 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh ASN di PPU untuk terus berinovasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan guna mengoptimalkan potensi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bupati PPU menegaskan keterbatasan fiskal dan ketergantungan pada pusat masih menjadi kendala utama optimalisasi otonomi daerah. PENAJAM PASER UTARA \u2013 Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menegaskan pelaksanaan otonomi daerah (Otda) di wilayahnya masih menghadapi tantangan mendasar, terutama terkait keterbatasan kapasitas fiskal, tingginya ketergantungan terhadap transfer pemerintah pusat, serta belum optimalnya pengelolaan potensi daerah. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":181369,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[17240,23238,17901,19771,9516,23555,3153,12728,9600,9514,694,23556],"class_list":["post-181264","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-asn-ppu","tag-asta-cita","tag-fiskal-daerah","tag-mendagri","tag-mudyat-noor","tag-otda-ke-30","tag-otonomi-daerah","tag-pelayanan-publik","tag-pemkab-ppu","tag-penajam-paser-utara","tag-ppu","tag-transfer-pusat"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181264","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181264"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181264\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181388,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181264\/revisions\/181388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181264"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181264"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181264"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}