{"id":181392,"date":"2026-04-27T17:16:35","date_gmt":"2026-04-27T09:16:35","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=181392"},"modified":"2026-04-27T17:30:16","modified_gmt":"2026-04-27T09:30:16","slug":"jelang-may-day-dialog-publik-bongkar-lemahnya-umsk-kukar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/jelang-may-day-dialog-publik-bongkar-lemahnya-umsk-kukar\/","title":{"rendered":"Jelang May Day, Dialog Publik Bongkar Lemahnya UMSK Kukar"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dialog publik di Kukar mengungkap lemahnya implementasi UMSK sektor migas dan mendorong evaluasi kebijakan demi kesejahteraan buruh.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KUTAI KARTANEGARA <\/strong>&#8211; Dialog publik yang digelar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengungkap lemahnya implementasi Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) penunjang minyak dan gas (migas) tahun 2026. Forum yang berlangsung di Haha Cafe, Minggu (26\/04\/2026) malam, menyoroti kesenjangan antara nilai upah yang ditetapkan dengan realitas di lapangan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_181419\" aria-describedby=\"caption-attachment-181419\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-181419\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302845291656319550.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302845291656319550.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302845291656319550-300x225.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302845291656319550-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/6302845291656319550-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-181419\" class=\"wp-caption-text\">Anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, hingga serikat pekerja. Dalam forum tersebut, anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, mengkritik lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan UMSK yang dinilai belum efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBagaimana Disnaker memastikan UMSK ini direalisasikan? Jangan sampai nilai yang sudah ditetapkan hanya indah di atas kertas. Kami minta keseriusan pemerintah mengawal ini,\u201d tegas Desman.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menilai, regulasi yang telah ditetapkan berpotensi menjadi sekadar macan kertas apabila tidak disertai pengawasan dan penegakan yang konsisten. Selain itu, Desman juga menyoroti implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2024 tentang perlindungan tenaga kerja lokal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, aturan tersebut tidak akan efektif tanpa pengawalan ketat dari pemerintah daerah. Ia pun mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh agar tidak terjadi ketimpangan antara tenaga kerja lokal dan pendatang di sektor migas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dari sisi buruh, Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kukar, Andityo Kristianto, mengungkapkan bahwa nilai UMSK saat ini masih jauh dari standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Ia mendorong penerapan formula baru dalam penetapan upah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKe depan kita harus sepakat perhitungan UMSK itu 0,9 persen agar lebih manusiawi dan mendekati KHL,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menanggapi berbagai kritik tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengakui forum ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengawal kebijakan ketenagakerjaan. \u201cBanyak hal baru yang saya dapatkan, terutama mengenai eksistensi kami dalam mengawal peraturan,\u201d kata Sunggono.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Yoyok, menyampaikan bahwa dialog ini sengaja digelar menjelang May Day untuk mengurai persoalan mendasar yang menyebabkan kesejahteraan buruh, khususnya di sektor migas, belum optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKenapa buruh belum sejahtera? Di sini kita urai masalahnya agar ketemu solusi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum yang diprakarsai Harianrakyat.co, Adakah.id, dan Mahakamdaily.com ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama agar peringatan Hari Buruh tidak sekadar seremoni, tetapi menghasilkan langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di Kukar. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dialog publik di Kukar mengungkap lemahnya implementasi UMSK sektor migas dan mendorong evaluasi kebijakan demi kesejahteraan buruh. KUTAI KARTANEGARA &#8211; Dialog publik yang digelar menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengungkap lemahnya implementasi Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) penunjang minyak dan gas (migas) tahun 2026. Forum yang berlangsung di &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":181418,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,33],"tags":[23582,129,14499,7089,3023,560,561,912,12522,23581,23583],"class_list":["post-181392","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-kartanegara","tag-buruh-migas","tag-dprd-kukar","tag-fspmi-kukar","tag-kesbangpol","tag-khl","tag-kukar","tag-kutai-kartanegara","tag-may-day","tag-tenaga-kerja-lokal","tag-umsk-kukar","tag-upah-minimum-sektoral"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181392","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181392"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181392\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181426,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181392\/revisions\/181426"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181392"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181392"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181392"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}