{"id":181772,"date":"2026-04-28T19:26:54","date_gmt":"2026-04-28T11:26:54","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=181772"},"modified":"2026-04-28T19:26:54","modified_gmt":"2026-04-28T11:26:54","slug":"indonesia-masih-bergantung-impor-lpg-produksi-lokal-minim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/indonesia-masih-bergantung-impor-lpg-produksi-lokal-minim\/","title":{"rendered":"Indonesia Masih Bergantung Impor LPG, Produksi Lokal Minim"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2146\" data-end=\"2263\"><em>Produksi dalam negeri yang terbatas membuat Indonesia masih bergantung pada impor LPG hingga jutaan ton setiap tahun.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"242\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"13\">JAKARTA &#8211;<\/strong> Ketergantungan Indonesia terhadap impor <em data-start=\"54\" data-end=\"79\">liquefied petroleum gas<\/em> (LPG) masih sangat tinggi, seiring keterbatasan produksi dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai jutaan ton setiap tahun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"244\" data-end=\"556\">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan dari total kebutuhan LPG nasional sebesar 8,6 juta ton per tahun, produksi domestik hanya mampu menyuplai sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton. Kondisi tersebut memaksa pemerintah menutup kekurangan pasokan melalui impor dalam jumlah besar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"558\" data-end=\"827\">&#8220;Dari 8,6 juta ton itu hanya kurang lebih sekitar 1,6 sampai 1,7 juta ton yang produksinya dalam negeri, selebihnya kita impor kurang lebih sekitar 7 juta ton,&#8221; ujar Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, sebagaimana diwartakan CNN Indonesia, Senin, (27\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"829\" data-end=\"1129\">Situasi ini menunjukkan tantangan besar sektor energi nasional dalam mencapai kemandirian, khususnya pada komoditas LPG yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Ketimpangan antara produksi dan konsumsi juga berdampak pada tekanan anggaran negara akibat tingginya biaya impor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1131\" data-end=\"1421\">Pemerintah saat ini terus mencari strategi untuk menekan ketergantungan impor, termasuk melalui peningkatan produksi dalam negeri dan pengembangan energi alternatif. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban ekonomi jangka panjang. []\n<p data-start=\"1131\" data-end=\"1421\">Redaksi1<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1423\" data-end=\"1468\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Produksi dalam negeri yang terbatas membuat Indonesia masih bergantung pada impor LPG hingga jutaan ton setiap tahun. JAKARTA &#8211; Ketergantungan Indonesia terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) masih sangat tinggi, seiring keterbatasan produksi dalam negeri yang belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang mencapai jutaan ton setiap tahun. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":181774,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[10684,23872,23870,4589,21996,21758,23874,23869,23871,23873],"class_list":["post-181772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-bahlil-lahadalia","tag-energi-nasional","tag-impor-lpg","tag-jakarta","tag-kebijakan-energi-indonesia","tag-ketahanan-energi","tag-konsumsi-lpg","tag-lpg-indonesia","tag-menteri-esdm","tag-produksi-lpg"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=181772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":181775,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/181772\/revisions\/181775"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/181774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=181772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=181772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=181772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}