{"id":182426,"date":"2026-04-30T18:59:49","date_gmt":"2026-04-30T10:59:49","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=182426"},"modified":"2026-04-30T19:45:47","modified_gmt":"2026-04-30T11:45:47","slug":"kemnaker-targetkan-puluhan-ribu-perusahaan-terapkan-smk3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemnaker-targetkan-puluhan-ribu-perusahaan-terapkan-smk3\/","title":{"rendered":"Kemnaker Targetkan Puluhan Ribu Perusahaan Terapkan SMK3"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"c66369c9-e5f2-4238-90bf-9c3b75ae83ec\" data-testid=\"conversation-turn-21\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:21c8522c-b764-429e-925d-71247e3f82e5-13\" data-testid=\"conversation-turn-22\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"9c2cd72e-0269-4954-97ab-08ec52e9b5ee\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"0\" data-end=\"430\"><em>Kemnaker mempercepat penerapan SMK3 dan sertifikasi Ahli K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja serta menekan angka kecelakaan di Indonesia.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat penguatan budaya keselamatan kerja dengan menargetkan peningkatan signifikan jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Langkah ini dilakukan melalui pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kini memasuki gelombang kedua (batch II) dengan melibatkan 2.100 peserta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"432\" data-end=\"699\">Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan, program tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah Ahli K3, tetapi juga mendorong percepatan implementasi SMK3 di perusahaan, khususnya sektor berisiko tinggi dan yang memiliki lebih dari 100 pekerja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"701\" data-end=\"1245\">\u201cSelain meningkatkan jumlah Ahli K3 melalui program sertifikasi, kita juga menargetkan percepatan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Kami juga mengajak perusahaan-perusahaan, khususnya perusahaan berisiko tinggi atau yang memiliki lebih dari 100 pekerja, agar setiap perusahaan memiliki kebijakan, mitigasi risiko, serta perlindungan kerja yang lebih terstruktur,\u201d ujar Yassierli usai membuka Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum, di Kantor Kemnaker, Jakarta, sebagaimana diberitakan Antara, Rabu (29\/04\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1247\" data-end=\"1501\">Menurutnya, penerapan SMK3 menjadi fondasi penting dalam membangun budaya K3 secara nasional. Melalui sistem tersebut, perusahaan diharapkan mampu menyusun peta risiko, prosedur keadaan darurat, pelatihan pekerja, hingga mekanisme evaluasi berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1503\" data-end=\"1694\">Sejauh ini, sekitar 18 ribu perusahaan telah menerapkan SMK3. Namun, pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat signifikan hingga mencapai puluhan ribu perusahaan dalam waktu mendatang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1696\" data-end=\"1870\">\u201c Saat ini sekitar 18 ribu perusahaan telah menerapkan SMK3, namun ke depan jumlah tersebut diharapkan meningkat signifikan hingga mencapai puluhan ribu perusahaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"1872\" data-end=\"2106\">Untuk mempercepat target tersebut, Kemnaker juga akan memperluas sertifikasi SMK3 dengan biaya yang lebih terjangkau serta memperkuat peran auditor agar proses sertifikasi berjalan lebih efektif dan menjangkau lebih banyak perusahaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2108\" data-end=\"2289\">Menaker menilai, penguatan pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 merupakan langkah strategis dalam menekan angka kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pekerja\/buruh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2291\" data-end=\"2575\">Dalam implementasinya, Kemnaker juga mendorong kolaborasi berbagai pihak, seperti Asosiasi Lembaga Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja Indonesia (ALPK3I), Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3), Lembaga Audit SMK3, serikat pekerja\/serikat buruh, serta dunia usaha.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2577\" data-end=\"2942\">\u201cSaya berkomitmen melibatkan serikat pekerja dan serikat buruh sebagai bagian dari ekosistem ketenagakerjaan, termasuk berperan dalam penguatan SMK3. Hal ini untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja\/buruh, produktivitas, serta daya saing perusahaan. Dan semangat itulah yang harus kita bangun dalam membangun budaya K3 di tempat kerja,\u201d harap Yassierli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2944\" data-end=\"3148\">Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional melalui penerapan standar keselamatan kerja yang lebih baik. []\n<p data-start=\"2944\" data-end=\"3148\">Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemnaker mempercepat penerapan SMK3 dan sertifikasi Ahli K3 untuk meningkatkan keselamatan kerja serta menekan angka kecelakaan di Indonesia. JAKARTA &#8211; Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempercepat penguatan budaya keselamatan kerja dengan menargetkan peningkatan signifikan jumlah perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Langkah ini dilakukan melalui pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":182433,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[24381,24380,735,15037,2106,24382,18864,20651,17955,15470],"class_list":["post-182426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-budaya-k3","tag-k3-indonesia","tag-kecelakaan-kerja","tag-kemnaker","tag-keselamatan-kerja","tag-perusahaan-indonesia","tag-sertifikasi-k3","tag-smk3","tag-tenaga-kerja-indonesia","tag-yassierli"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182426"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":182449,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182426\/revisions\/182449"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}