{"id":182501,"date":"2026-05-01T22:46:31","date_gmt":"2026-05-01T14:46:31","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=182501"},"modified":"2026-05-01T22:46:31","modified_gmt":"2026-05-01T14:46:31","slug":"pledoi-ungkap-unsur-molotov-tak-terpenuhi-di-persidangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pledoi-ungkap-unsur-molotov-tak-terpenuhi-di-persidangan\/","title":{"rendered":"Pledoi Ungkap Unsur Molotov Tak Terpenuhi di Persidangan"},"content":{"rendered":"<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-(--header-height)\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"25d12faf-d85b-4b19-96ab-e3b9f37d989c\" data-testid=\"conversation-turn-1\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"user\"><\/section>\n<section class=\"text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]\" dir=\"auto\" data-turn-id=\"request-WEB:6aa59a35-df37-44f0-a074-5a24d77e0825-0\" data-testid=\"conversation-turn-2\" data-scroll-anchor=\"false\" data-turn=\"assistant\">\n<div class=\"text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg\/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)\">\n<div class=\"[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg\/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group\/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn\">\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"95f657e4-0b20-471f-97e0-ff1664378a0c\" data-message-model-slug=\"gpt-5-3\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"3984\" data-end=\"4106\"><em>Kuasa hukum menilai unsur hukum perkara bom molotov belum terpenuhi dan meminta majelis hakim membebaskan para terdakwa.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMARINDA<\/strong> &#8211; Proses persidangan perkara dugaan bom molotov yang menjerat Suriya Ehrikals Langoday serta dua terdakwa lainnya, Niko Hendro Simanjuntak dan Andi Johan Erik Manurung, memasuki tahap pembelaan atau pledoi di <span class=\"hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline\"><span class=\"whitespace-normal\">Pengadilan Negeri Samarinda<\/span><\/span>, Kamis (30\/04\/2026). Dalam agenda tersebut, tim kuasa hukum mempersoalkan ketidaklengkapan unsur hukum dalam tuntutan serta meminta majelis hakim mempertimbangkan pembebasan para terdakwa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sidang untuk perkara Nomor 1039\/Pid.Sus\/2025\/PN Smr dan Nomor 1038\/Pid.Sus\/2025\/PN Smr itu berfokus pada penyampaian Nota Pembelaan oleh tim kuasa hukum, yang memaparkan analisis terhadap fakta-fakta selama persidangan. Kuasa hukum menilai sejumlah unsur materiel perkara hingga keterlibatan para terdakwa belum terbukti secara sah.<\/p>\n<figure id=\"attachment_182502\" aria-describedby=\"caption-attachment-182502\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-182502\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-30-at-21.04.48.jpeg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"525\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-30-at-21.04.48.jpeg 1152w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-30-at-21.04.48-300x225.jpeg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-30-at-21.04.48-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/WhatsApp-Image-2026-04-30-at-21.04.48-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-182502\" class=\"wp-caption-text\">Kuasa hukum, I Ketut Bagia Yasa<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kuasa hukum terdakwa, I Ketut Bagia Yasa, menyampaikan bahwa pihaknya telah menguraikan fakta persidangan sekaligus mengajukan permohonan keringanan hukuman. Ia menilai terdapat ketidaklengkapan dalam tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum. \u201cDalam pledoi ini kami sampaikan pendapat ketidaklengkapan dalam tuntutan yang diadukan oleh jaksa,\u201d ujarnya saat ditemui seusai sidang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga menyoroti ketidakcermatan dalam penerapan pasal yang dinilai belum sepenuhnya memenuhi unsur hukum. Keterangan saksi ahli kimia dalam persidangan disebut memperjelas bahwa dugaan penggunaan bom molotov belum memenuhi unsur hukum. \u201cSaksi ahli kimia sudah memperjelas bahwa unsur bom molotov itu belum terpenuhi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, hal tersebut disebabkan tidak adanya unsur detonator, tidak terjadi benturan, serta benda yang dimaksud belum digunakan sebagaimana mestinya. \u201cBelum memenuhi unsur detonator, belum ada benturan, dan barang itu belum dimanfaatkan,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lebih lanjut, Ketut menegaskan bahwa bahan bakar jenis pertalite dalam perkara tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai bahan peledak. Ia juga menyatakan tidak pernah terjadi tindakan peledakan maupun pelemparan benda yang diduga sebagai molotov. \u201cBelum dilakukan peledakan atau belum dilakukan kegiatan atau pelemparan molotov tersebut,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terkait keterlibatan terdakwa, pihak kuasa hukum menilai tidak ada bukti bahwa mereka melakukan perakitan benda tersebut. \u201cMereka hanya memberikan bahan bakar, tapi tidak merakit, yang merakit adalah mahasiswa,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, dari tiga terdakwa yang menjalani proses hukum, tidak satu pun yang melakukan perakitan benda yang dipermasalahkan. \u201cTidak ada dari tiga terdakwa ini yang melakukan proses perakitan dari molotov tersebut,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui pledoi tersebut, pihaknya berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan pembebasan para terdakwa dari segala tuntutan hukum. Ia juga mengingatkan agar proses hukum tidak mengarah pada kriminalisasi yang berpotensi mengancam kebebasan berpendapat dalam sistem demokrasi. \u201cJangan sampai kriminalisasi terhadap tahanan politik ini menjadi ancaman buat demokrasi di Indonesia,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan rasa takut di masyarakat untuk menyampaikan kebenaran. \u201cKalau ini menjadi intimidasi terhadap kebebasan demokrasi, maka Indonesia akan mengalami darurat demokrasi,\u201d pungkasnya. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Yus Rizal Zulfikar | Penyunting: Nursiah<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/section>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kuasa hukum menilai unsur hukum perkara bom molotov belum terpenuhi dan meminta majelis hakim membebaskan para terdakwa. SAMARINDA &#8211; Proses persidangan perkara dugaan bom molotov yang menjerat Suriya Ehrikals Langoday serta dua terdakwa lainnya, Niko Hendro Simanjuntak dan Andi Johan Erik Manurung, memasuki tahap pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (30\/04\/2026). Dalam agenda &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":66,"featured_media":182569,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,37],"tags":[17743,24526,19241,16649,24529,7270,14439,7036,5848,24528,609,19239,24527],"class_list":["post-182501","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kota-samarinda","tag-hukum-pidana-indonesia","tag-i-ketut-bagia-yasa","tag-jaksa-penuntut-umum","tag-kasus-bom-molotov","tag-kebebasan-berpendapat","tag-kriminalisasi","tag-pengadilan-negeri-samarinda","tag-pertalite","tag-pledoi","tag-saksi-ahli-kimia","tag-samarinda","tag-sidang-pidana","tag-terdakwa-molotov"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182501","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/66"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182501"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182501\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":182576,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182501\/revisions\/182576"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182569"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182501"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182501"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182501"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}