{"id":182613,"date":"2026-05-01T10:38:43","date_gmt":"2026-05-01T02:38:43","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=182613"},"modified":"2026-05-02T02:01:58","modified_gmt":"2026-05-01T18:01:58","slug":"dampak-bullying-siswi-sd-kapuas-hulu-trauma-dan-absen-sekolah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dampak-bullying-siswi-sd-kapuas-hulu-trauma-dan-absen-sekolah\/","title":{"rendered":"Dampak Bullying: Siswi SD Kapuas Hulu Trauma dan Absen Sekolah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Siswi SD di Kapuas Hulu mengalami trauma usai menjadi korban perundungan, sementara polisi, sekolah, dan pemerintah desa bergerak menangani kasus yang viral di media sosial.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KAPUAS HULU<\/strong> &#8211; Dampak psikologis dialami seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), setelah menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 26 April 2026 itu kini ditangani aparat dan menjadi perhatian publik usai videonya viral di media sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban berinisial M, siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Menendang, dilaporkan mengalami trauma hingga tidak masuk sekolah pada Selasa, 28 April 2026. Kejadian berlangsung di Gang Dahar, Dusun Guci Betuah, Desa Martadana, saat korban dikeroyok oleh beberapa pelaku yang merupakan kakak kelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rekaman video yang beredar di platform Facebook, terlihat korban tidak melakukan perlawanan meski telah terjatuh dan menangis. Tiga pelaku melakukan kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan, sementara satu pelaku lainnya merekam kejadian tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Kapuas Hulu, Jamali, mengungkapkan kasus ini terkuak setelah video tersebut menyebar luas di media sosial. \u201cSetelah dilakukan penelusuran, korban diketahui bernama M, siswi kelas 3 SDN 01 Menendang, Kecamatan Pengkadan. Adapun pelaku merupakan kakak kelas korban,\u201d ujarnya, Jumat (01\/05\/2026), sebagaimana diberitakan Pontianak Post, Jumat (01\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaku diketahui berinisial RA, VL, dan MT yang merupakan kakak kelas korban, serta DK yang merupakan siswi sekolah menengah pertama (SMP). Polisi juga menelusuri asal-usul video yang beredar, yang diketahui menyebar secara berantai tanpa sumber asli yang jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ayah korban sebelumnya telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah setelah anaknya menolak kembali belajar karena rasa takut. Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak sekolah sempat memfasilitasi mediasi awal di ruang guru dengan melibatkan para siswi yang terlibat serta didampingi aparat kepolisian. Namun, saat itu video kekerasan belum tersebar luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak sekolah berencana menggelar mediasi lanjutan dengan menghadirkan orang tua masing-masing pelaku pada Sabtu, 2 Mei 2026. Selain itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Martadana juga akan menggelar musyawarah adat pada Senin, 4 Mei 2026, dengan melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan anak-anak serta menimbulkan trauma mendalam bagi korban, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan edukasi terkait perundungan di lingkungan sekolah dan masyarakat. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siswi SD di Kapuas Hulu mengalami trauma usai menjadi korban perundungan, sementara polisi, sekolah, dan pemerintah desa bergerak menangani kasus yang viral di media sosial. KAPUAS HULU &#8211; Dampak psikologis dialami seorang siswi sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), setelah menjadi korban perundungan oleh sejumlah teman sekolahnya. Peristiwa yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":182614,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,28],"tags":[24564,24566,24567,188,20489,24563,24565,18064,21115,18138],"class_list":["post-182613","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-kapuas-hulu-putussibau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bullying-anak","tag-desa-martadana","tag-forkopimcam","tag-kapuas-hulu","tag-kekerasan-di-sekolah","tag-pengkadan","tag-perundungan-sd","tag-polres-kapuas-hulu","tag-trauma-anak","tag-video-viral-facebook"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182613"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":182624,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182613\/revisions\/182624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}