{"id":182757,"date":"2026-05-03T14:49:55","date_gmt":"2026-05-03T06:49:55","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=182757"},"modified":"2026-05-03T14:59:48","modified_gmt":"2026-05-03T06:59:48","slug":"ledakan-dahsyat-kapal-bbm-guncang-ketapang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/ledakan-dahsyat-kapal-bbm-guncang-ketapang\/","title":{"rendered":"Ledakan Dahsyat Kapal BBM Guncang Ketapang"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ledakan kapal bermuatan BBM di Ketapang menyebabkan korban luka dan satu orang hilang, sementara penyebab pasti masih diselidiki.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KETAPANG <\/strong>&#8211; Ledakan hebat yang memicu kebakaran kapal bermuatan bahan bakar minyak (BBM) di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (02\/05\/2026) malam, menyebabkan sejumlah anak buah kapal (ABK) menjadi korban, dengan satu orang dilaporkan hilang hingga dini hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal yang rencananya berlayar menuju Kabupaten Kayong Utara pada Minggu (03\/05\/2026) dini hari itu tiba-tiba meledak dan terbakar saat masih bersandar di sungai. Ledakan keras bahkan dilaporkan terasa hingga ke permukiman warga sekitar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang warga, Yudi, mengatakan suara ledakan terdengar jelas sebelum api membesar dan melalap kapal. &#8220;Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar,&#8221; ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Minggu (03\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia menyebutkan, warga yang mendengar ledakan langsung keluar rumah dan menyaksikan asap tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, api membesar akibat muatan BBM yang mudah terbakar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan api sempat menjalar di permukaan air,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga lainnya, Apek, mengungkapkan kapal tersebut awalnya merupakan kapal nelayan yang kemudian dialihfungsikan menjadi kapal pengangkut barang. Ia juga menjadi salah satu warga yang berupaya membantu proses pemadaman di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setau saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan (kapal nelayan) tapi sekarang di pakai untuk bawa barang,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apek turut mengalami luka saat membantu memutus tali kapal guna mencegah api semakin meluas. &#8220;Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya sampai luka-luka karena ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesaksian serupa disampaikan warga lain, Agung, yang mengaku terkejut dengan dentuman keras dari arah sungai hingga membuat rumahnya bergetar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, langit sudah terang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Agung, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM, seperti solar dan Pertamax, serta tabung oksigen berukuran besar dan bahan kebutuhan pokok yang rencananya dikirim ke wilayah pulau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Setahu saya kapal itu bawa solar, Pertamax. Terus ada juga tabung oksigen besar, sama bahan makanan pokok,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat enam ABK di dalam kapal saat kejadian. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat, sementara satu orang masih dalam pencarian hingga sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait penyebab pasti ledakan dan kebakaran tersebut, termasuk kepastian jumlah korban. Peristiwa ini menambah daftar risiko tinggi dalam aktivitas distribusi BBM melalui jalur perairan, khususnya di wilayah pesisir dan kepulauan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ledakan kapal bermuatan BBM di Ketapang menyebabkan korban luka dan satu orang hilang, sementara penyebab pasti masih diselidiki. KETAPANG &#8211; Ledakan hebat yang memicu kebakaran kapal bermuatan bahan bakar minyak (BBM) di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (02\/05\/2026) malam, menyebabkan sejumlah anak buah kapal (ABK) menjadi korban, dengan &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":182761,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,30],"tags":[15860,16940,14236,4861,24677,24679,16539,202,17158,24678],"class_list":["post-182757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-ketapang-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-abk-hilang","tag-berita-ketapang","tag-delta-pawan","tag-kalimantan-barat","tag-kapal-bbm-terbakar","tag-kapal-meledak","tag-kebakaran-kapal","tag-ketapang","tag-ledakan-kapal","tag-sukabangun-dalam"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182757"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":182776,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182757\/revisions\/182776"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/182761"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}