{"id":182950,"date":"2026-05-04T17:33:46","date_gmt":"2026-05-04T09:33:46","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=182950"},"modified":"2026-05-04T17:38:52","modified_gmt":"2026-05-04T09:38:52","slug":"hardiknas-2026-bupati-mudyat-noor-soroti-tantangan-nyata-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hardiknas-2026-bupati-mudyat-noor-soroti-tantangan-nyata-pendidikan\/","title":{"rendered":"Hardiknas 2026, Bupati Mudyat Noor Soroti Tantangan Nyata Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Peringatan Hardiknas 2026 di PPU menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan dan perlunya langkah konkret di luar seremoni tahunan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PENAJAM PASER UTARA\u00a0<\/strong>&#8211; Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali digelar melalui upacara resmi yang dipimpin Bupati PPU Mudyat Noor di halaman Kantor Bupati PPU, Senin (04\/05\/2026). Momentum tahunan ini tidak hanya berlangsung khidmat, tetapi juga memunculkan sorotan terhadap efektivitas upaya perbaikan kualitas pendidikan di daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-183009\" src=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" srcset=\"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629.jpg 1280w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629-300x200.jpg 300w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629-768x512.jpg 768w, https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/6323425129966280629-310x205.jpg 310w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/>Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) PPU, serta para tenaga pendidik. Pelaksanaan berjalan tertib, namun substansi peringatan kembali menekankan refleksi dan komitmen yang dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar pendidikan di PPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam sambutan tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang dibacakan Mudyat Noor, pendidikan disebut sebagai proses memanusiakan manusia yang dilakukan dengan tulus dan penuh kasih. Gagasan ini dinilai ideal, tetapi di lapangan masih dihadapkan pada tantangan seperti kesenjangan kualitas guru, keterbatasan sarana dan prasarana, serta akses pendidikan yang belum merata di sejumlah wilayah PPU.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemerintah pusat juga mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas nasional. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, namun implementasinya di daerah kerap menghadapi kendala, terutama terkait kesiapan tenaga pendidik dan dukungan infrastruktur pendidikan yang belum optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,\u201d ujar Mudyat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perubahan pendidikan berawal dari proses belajar mengajar di kelas. Meski demikian, upaya tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, distribusi sumber daya yang adil, serta pengawasan berkelanjutan agar berdampak nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkab PPU disebut terus menjalankan program strategis, seperti revitalisasi pendidikan dan peningkatan kualifikasi tenaga pendidik. Namun, efektivitas program tersebut dinilai perlu dievaluasi secara terbuka agar tidak berhenti pada tataran perencanaan maupun seremoni.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu, penguatan ekosistem pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media kembali ditekankan. Tantangan yang muncul adalah belum optimalnya sinergi antar unsur dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan, khususnya di luar lingkungan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui peringatan Hardiknas 2026, Pemkab PPU diharapkan mampu mendorong langkah konkret untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa evaluasi yang terukur dan berkelanjutan, komitmen yang disampaikan berpotensi kembali menjadi retorika tahunan tanpa perubahan signifikan. []\n<p style=\"text-align: justify;\">Penulis: Subur Priono | Penyunting: Nursiah<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peringatan Hardiknas 2026 di PPU menyoroti kesenjangan kualitas pendidikan dan perlunya langkah konkret di luar seremoni tahunan. PENAJAM PASER UTARA\u00a0&#8211; Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali digelar melalui upacara resmi yang dipimpin Bupati PPU Mudyat Noor di halaman Kantor Bupati PPU, Senin (04\/05\/2026). Momentum tahunan ini tidak hanya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":39,"featured_media":183008,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,482],"tags":[24899,24664,13797,18387,9516,9600,9514,24898,694,24900],"class_list":["post-182950","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-penajam-paser-utara-ppu","tag-deep-learning-pendidikan","tag-hardiknas-2026","tag-infrastruktur-pendidikan","tag-kualitas-pendidikan","tag-mudyat-noor","tag-pemkab-ppu","tag-penajam-paser-utara","tag-pendidikan-ppu","tag-ppu","tag-tenaga-pendidik"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/39"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=182950"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183012,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/182950\/revisions\/183012"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183008"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=182950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=182950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=182950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}