{"id":18313,"date":"2019-01-09T00:08:16","date_gmt":"2019-01-09T00:08:16","guid":{"rendered":"http:\/\/beritaborneo.com\/?p=18313"},"modified":"2019-01-09T00:08:16","modified_gmt":"2019-01-09T00:08:16","slug":"143-prodi-belum-terakreditasi-di-lldikti-wilayah-ix","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/143-prodi-belum-terakreditasi-di-lldikti-wilayah-ix\/","title":{"rendered":"143 Prodi Belum Terakreditasi di LLDikti Wilayah IX"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_18315\" aria-describedby=\"caption-attachment-18315\" style=\"width: 618px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Hasruddin.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-18315\" src=\"http:\/\/beritaborneo.com\/wp-content\/uploads\/2019\/01\/Hasruddin-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"618\" height=\"412\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-18315\" class=\"wp-caption-text\">Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Jasruddin dan Sekretaris LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Hawignyo memperlihatkan buku tentang capaian kinerja<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">SULAWESI SELATAN &#8211; Dari hampir 2000-an program studi (prodi) yang dibina dalam lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi masih ada sebanyak 143 prodi yang belum terakreditasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal itu disampaikan Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi,\u00a0 Jasruddin, baru-baru ini (7\/1\/2019) sebagaimana dilaporkan Yahya Mustafa melalui surat elektronik, Rabu (9\/1\/2019).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dikatakan Jasruddin, memasuki tahun 2019 LLDikti Wilayah\u00a0 IX Sulawesi memiliki tugas yang sangat berat untuk segera dituntaskan. \u201cIni pekerjaan berat buat kita untuk kita bisa tuntaskan di tahun 2019,\u201d ujarnya di hadapan puluhan pimpinan perguruan tinggi swasta lingkup LLDikti Wilayah IX Sulawesi\u00a0 pada acara pelepasan Sekretaris LLDikti Wilayah IX Sulawesi, Hawignyo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perguruan yang prodinya belum terakreditasi, kata Jasruddin, adalah haram hukumnya untuk mewisuda. Karenanya ia\u00a0 meminta perguruan tinggi yang prodinya belum terakreditasi untuk segera menyelesaikan borangnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya minta perguruan tinggi yang masih ada prodinya yang belum terakreditasi, lebih fokus dulu pada penguatan akreditasi di prodi. Boro-boro urus akreditasi institusi\u00a0 kalau masih ada prodinya yang belum terakreditasi,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dia juga menyinggung \u00a0tentang masih ada beberapa perguruan tinggi lingkup LLDikti Wilayah IX yang belum terakreditasi. Karenanya merasa sangat bangga, karena ada satu perguruan tinggi lingkup LLDikti Wilayah IX Sulawesi yang mendapat akreditasi \u00a0institusi A dari BAN-PT. Dan inilah satu-satunya perguruan tinggi swasta di luar pulau Jawa yang mendapatkan akreditasi A dari BAN-PT.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berharap, ada lagi perguruan tinggi lingkup LLDikti Wilayah IX Sulawesi yang menyusul. Ada lima perguruan tinggi\u00a0 yang dianggap\u00a0 bisa menyusul UMI, yakni Unismuh Makassar, Universitas Bosowa, UKIP Paulus Makassar, Universitas Islam Makassar dan Universitas Fajar dan lainnya. []\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SULAWESI SELATAN &#8211; Dari hampir 2000-an program studi (prodi) yang dibina dalam lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi masih ada sebanyak 143 prodi yang belum terakreditasi. Hal itu disampaikan Kepala LLDikti Wilayah IX Sulawesi,\u00a0 Jasruddin, baru-baru ini (7\/1\/2019) sebagaimana dilaporkan Yahya Mustafa melalui surat elektronik, Rabu (9\/1\/2019). Dikatakan Jasruddin, memasuki tahun 2019 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18315,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":false,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[35],"tags":[5896,5897,5898,5899,5900],"class_list":["post-18313","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-berita-nasional","tag-akreditasi","tag-ban-pt","tag-dikti","tag-lldikti","tag-prodi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18313","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18313"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18313\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18313"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18313"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18313"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}