{"id":183778,"date":"2026-05-07T12:18:36","date_gmt":"2026-05-07T04:18:36","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=183778"},"modified":"2026-05-07T12:18:36","modified_gmt":"2026-05-07T04:18:36","slug":"berpura-pura-lapar-pria-di-sambas-gasak-uang-kotak-infak-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/berpura-pura-lapar-pria-di-sambas-gasak-uang-kotak-infak-masjid\/","title":{"rendered":"Berpura-pura Lapar, Pria di Sambas Gasak Uang Kotak Infak Masjid"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pria berinisial P diamankan warga di Kecamatan Jawai, Sambas, setelah diduga mencuri uang kotak infak Masjid Darul Muttaqin dengan modus menjalankan proposal sumbangan dan berpura-pura lapar.<\/em><\/p>\n<div class=\"flex max-w-full flex-col gap-4 grow\">\n<div class=\"min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1\" dir=\"auto\" data-message-author-role=\"assistant\" data-message-id=\"1a7bcddf-b3d7-4c81-9675-f7c90716b7de\" data-message-model-slug=\"gpt-5-5\">\n<div class=\"flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden\">\n<div class=\"markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMBAS <\/strong>&#8211; Seorang pria berinisial P diamankan warga di kawasan Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah diduga mencuri uang dalam kotak infak Masjid Darul Muttaqin pada Selasa 5 Mei 2026. Dari hasil interogasi warga dan kepolisian, terungkap bahwa aksi tersebut diduga telah dilakukan berulang kali, termasuk di masjid yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa bermula saat warga melihat P tiba-tiba datang ke Masjid Darul Muttaqin yang saat itu tengah menjalani proses rehabilitasi. Warga sekitar sempat menegur pelaku yang datang seorang diri ke area masjid.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga Sentebang, Yuliadi, mengatakan pelaku awalnya mengaku sedang lapar ketika ditegur oleh seorang penjual nasi kuning yang berada di samping masjid. \u201cKronologi awal pelaku datang tidak tahu dari mana tiba-tiba datang ke masjid Darul Muttaqin yang lagi direhab,\u201d ujar Yuliadi, sebagaimana dilansir Tribun Pontianak, Rabu, (06\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Yuliadi, pelaku kemudian diajak makan oleh penjual nasi kuning tersebut. Saat ditanya asal dan tujuan kedatangannya, P mengaku sedang menjalankan proposal sumbangan. \u201cDitegur tetangga di sebelah masjid yang berjualan sarapan nasi kuning terus si pelaku P datang dan menyapa dengan penjual dengan nada kasian bahwa dia lagi lapar,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDilihat dari bekal yang dibawa penjual bertanya dari mana kemudian pelaku menjawab sedang menjalankan sumbangan,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah diberi makan, penjual nasi kuning itu meninggalkan warung untuk menjemput anaknya yang masih bersekolah di taman kanak-kanak. Saat kembali, ia mendapati pelaku tidak lagi berada di warung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSetelah memberi makan si penjual menjemput anak nya yang sekolah TK dan saat itu si pelaku masih duduk di warung warga bernama Depot,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun sesaat kemudian, warga melihat pelaku berada di area masjid dan diduga sedang mengotak-atik kotak infak. \u201cDi saat pulang si penjual bertanya dengan temannya mana si bapak tadi, setelah ditanya penjual melihat ke arah masjid ternyata si pelaku sedang mengotak ngatik kotak infaq,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengetahui hal tersebut, warga langsung meneriaki pelaku maling. P kemudian berjalan menuju Pasar Sentebang sebelum akhirnya diamankan warga setempat. \u201cDari itu dia diteriakin maling dan berjalan ke arah pasar, di saat itu terduga pelaku diamankan oleh warga di Pasar Sentebang,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yuliadi menyebut, pelaku sempat menerima pukulan dari warga sebelum personel Polsek Jawai datang ke lokasi dan mengamankannya. \u201cSempat menerima beberapa pukulan terus di interograsi dan tidak lama anggota Polsek Jawai datang untuk mengamankan si pelaku,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat berada di Polsek Jawai, pelaku disebut mengakui telah beberapa kali melakukan pencurian kotak infak di sejumlah masjid, termasuk dua kali di Masjid Darul Muttaqin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cDi Polsek pelaku mengaku perbuatan nya telah beberapa kali melakukan tindakan pencurian di beberapa masjid dan 2 kali di masjid yang sama dan akhir nya tertangkap warga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kasus ini menjadi perhatian warga setempat karena aksi pencurian dilakukan dengan modus meminta belas kasihan dan mengaku menjalankan proposal sumbangan. Warga berharap pengawasan terhadap rumah ibadah dapat ditingkatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. []\n<p>Redaksi<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pria berinisial P diamankan warga di Kecamatan Jawai, Sambas, setelah diduga mencuri uang kotak infak Masjid Darul Muttaqin dengan modus menjalankan proposal sumbangan dan berpura-pura lapar. SAMBAS &#8211; Seorang pria berinisial P diamankan warga di kawasan Sentebang, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, setelah diduga mencuri uang dalam kotak infak Masjid Darul Muttaqin pada Selasa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":183780,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,2274],"tags":[25494,19596,4861,25496,12441,25488,25491,25490,25487,25492,25489,2632,25486,25495,25493],"class_list":["post-183778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sambas-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-berita-sambas","tag-jawai","tag-kalimantan-barat","tag-kotak-infak-masjid","tag-kriminal-sambas","tag-masjid-darul-muttaqin","tag-modus-proposal-sumbangan","tag-pencuri-masjid","tag-pencurian-kotak-infak","tag-pencurian-uang-masjid","tag-polsek-jawai","tag-sambas","tag-sentebang","tag-tribun-pontianak","tag-warga-tangkap-pencuri"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=183778"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":183782,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/183778\/revisions\/183782"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/183780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=183778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=183778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=183778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}