{"id":184085,"date":"2026-05-08T15:47:15","date_gmt":"2026-05-08T07:47:15","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184085"},"modified":"2026-05-08T15:51:34","modified_gmt":"2026-05-08T07:51:34","slug":"pemkot-bontang-ajarkan-ketahanan-pangan-sejak-bangku-sd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/pemkot-bontang-ajarkan-ketahanan-pangan-sejak-bangku-sd\/","title":{"rendered":"Pemkot Bontang Ajarkan Ketahanan Pangan Sejak Bangku SD"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Pemkot Bontang meluncurkan Smart Tani Goes to School di SDN 009 Loktuan untuk mengenalkan ketahanan pangan, keterampilan bertani, dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>BONTANG <\/strong>&#8211; Program Smart Tani Goes to School mulai diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar di Kota Bontang sebagai upaya menanamkan keterampilan hidup, kepedulian lingkungan, dan pemahaman ketahanan pangan sejak usia dini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang Agus Haris menghadiri peluncuran program tersebut di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 009 Loktuan, Rabu (07\/05\/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam memperkuat pendidikan karakter melalui praktik bercocok tanam di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peluncuran program itu turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Bontang Ahmad Aznem, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, serta aparatur kecamatan dan kelurahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus Haris mengapresiasi kepala sekolah dan dewan guru SDN 009 Loktuan yang dinilai berperan aktif mendukung pembinaan keterampilan siswa. Ia menyebut program ini tidak hanya mengenalkan dunia pertanian, tetapi juga membentuk kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian anak terhadap lingkungan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan melalui kegiatan menanam sayuran, bibit tanaman, hingga pohon untuk penghijauan sekolah dan menjaga ketersediaan air demi keberlanjutan kehidupan di masa depan,\u201d ujarnya, sebagaimana dilansir Ppid Setda, Rabu (07\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui program tersebut, siswa diajak memahami prinsip dasar ketahanan pangan melalui kegiatan menanam sayuran dan bibit tanaman. Mereka juga diperkenalkan pada pentingnya mencintai pangan lokal serta memanfaatkan lahan produktif di sekitar sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala DKPPP Bontang Ahmad Aznem menyampaikan, program ini mendapat pendampingan langsung dari penyuluh pertanian nasional. Pendampingan tersebut diberikan agar kegiatan bercocok tanam di sekolah berjalan terarah dan berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">SDN 009 Loktuan menjadi sekolah percontohan dalam pelaksanaan program ini. Kegiatan awal ditandai dengan pembagian polybag tanaman kepada siswa serta penanaman perdana bibit kangkung di area sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus Haris juga menyerahkan polybag secara simbolis dan ikut menanam kangkung bersama siswa SDN 009 Loktuan. Kegiatan itu menjadi simbol dimulainya pembelajaran pertanian sederhana yang dikemas sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemkot Bontang melalui DKPPP Bontang berencana memperluas program ini ke 10 SD lain di Bontang. Perluasan tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus menyiapkan generasi emas 2045 yang memiliki keterampilan, kepedulian lingkungan, dan kesadaran terhadap pentingnya pangan lokal. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemkot Bontang meluncurkan Smart Tani Goes to School di SDN 009 Loktuan untuk mengenalkan ketahanan pangan, keterampilan bertani, dan kepedulian lingkungan sejak usia dini. BONTANG &#8211; Program Smart Tani Goes to School mulai diperkenalkan kepada siswa sekolah dasar di Kota Bontang sebagai upaya menanamkan keterampilan hidup, kepedulian lingkungan, dan pemahaman ketahanan pangan sejak usia dini. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":184087,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[475,26],"tags":[20367,25944,1743,18844,25943,25949,4538,25950,25947,7071,22306,25948,25951,25953,25945,25946,25952,22279],"class_list":["post-184085","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kota-bontang","category-kalimantan-timur-kaltim","tag-agus-haris","tag-ahmad-aznem","tag-bontang","tag-disdikbud-bontang","tag-dkppp-bontang","tag-generasi-emas-2045","tag-ketahanan-pangan","tag-lingkungan-sekolah","tag-pangan-lokal","tag-pemkot-bontang","tag-pendidikan-karakter","tag-pertanian-sekolah","tag-polybag","tag-ppid-setda","tag-sdn-009-loktuan","tag-smart-tani-goes-to-school","tag-tanam-kangkung","tag-wawali-bontang"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184085","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184085"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184085\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184096,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184085\/revisions\/184096"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184087"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184085"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184085"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184085"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}