{"id":184119,"date":"2026-05-08T16:34:16","date_gmt":"2026-05-08T08:34:16","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184119"},"modified":"2026-05-08T16:39:23","modified_gmt":"2026-05-08T08:39:23","slug":"karhutla-nunukan-meluas-10-hektare-api-sempat-mengarah-ke-permukiman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/karhutla-nunukan-meluas-10-hektare-api-sempat-mengarah-ke-permukiman\/","title":{"rendered":"Karhutla Nunukan Meluas 10 Hektare, Api Sempat Mengarah ke Permukiman"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Karhutla di Nunukan Selatan membakar lebih dari 10 hektare hutan dan lahan, sementara tim gabungan masih berupaya mencegah api menjalar ke permukiman warga.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>NUNUKAN <\/strong>&#8211; Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, belum sepenuhnya terkendali hingga Kamis, (07\/05\/2026) malam. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lebih dari 10 hektare hutan dan lahan serta sempat mengarah ke kawasan permukiman warga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karhutla terjadi di Jalan Lapas Nunukan, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, tepatnya di belakang kawasan wisata Sei Lanuka Lapas Nunukan. Api mulai terlihat sekitar pukul 15.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita) dan hingga pukul 21.30 Wita belum dapat dipadamkan sepenuhnya karena medan sulit dijangkau.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan bersama tim gabungan langsung melakukan pemadaman dan pengamanan area permukiman. Tim yang terlibat terdiri atas BPBD Nunukan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Nunukan, Kepolisian Resor (Polres) Nunukan, Brigade Mobil (Brimob), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta warga sekitar, sebagaimana diberitakan Simp4tik, Kamis, (07\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Api yang sempat mengarah ke kawasan permukiman berhasil diamankan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, proses pemadaman berlangsung berat karena titik api berada di area berbukit dan jurang yang cukup dalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain medan ekstrem, petugas juga menghadapi kendala minimnya sumber air, kondisi jalan rusak, serta terbatasnya penerangan saat operasi berlangsung pada malam hari. Situasi itu membuat kendaraan operasional dan personel sulit menjangkau sejumlah titik api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah armada dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla tersebut. Di antaranya mobil tangki pemadam karhutla BPBD Nunukan, mobil slip on BPBD Nunukan, mobil bak terbuka L300 BPBD Nunukan, dua unit mobil slip on milik KPH Nunukan, serta kendaraan roda dua milik BPBD Nunukan, KPH Nunukan, Polres Nunukan, dan Brimob Nunukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Subbidang (Kasubbid) Penyelamatan BPBD Nunukan Hasan mengatakan, tim gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan intensif hingga api benar-benar padam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPersonel gabungan terus berupaya melakukan pemadaman semaksimal mungkin meskipun kondisi medan sangat sulit dan berbahaya. Prioritas utama kami adalah memastikan api tidak menjalar ke pemukiman warga serta menjaga keselamatan personel di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sementara itu, Kasubbid Informasi sekaligus Ketua Koordinator Karhutla Nunukan Selatan Dayat mengimbau masyarakat tetap waspada. Ia meminta warga tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terutama di tengah cuaca panas dan kering yang berpotensi mempercepat penyebaran api.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Saat ini kondisi cuaca cukup kering sehingga api sangat cepat menyebar. Kami juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api baru,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam operasi pemadaman tersebut, satu personel BPBD Nunukan dilaporkan mengalami luka akibat sengatan lebah saat melakukan penanganan di lokasi karhutla. Hingga malam, tim gabungan masih memantau dan berupaya mengendalikan api yang bergerak ke arah utara kawasan Panamas, Kelurahan Mansapa. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karhutla di Nunukan Selatan membakar lebih dari 10 hektare hutan dan lahan, sementara tim gabungan masih berupaya mencegah api menjalar ke permukiman warga. NUNUKAN &#8211; Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, belum sepenuhnya terkendali hingga Kamis, (07\/05\/2026) malam. Tim gabungan masih berjibaku memadamkan api yang membakar lebih dari 10 &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":184121,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[27,2248],"tags":[21618,25993,26001,25995,25994,21617,20126,25998,25997,25992,22904,22291,21620,25999,26000,20353,15543,25996],"class_list":["post-184119","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-utara-kaltara","category-kabupaten-nunukan-provinsi-kalimantan-utara","tag-bpbd-nunukan","tag-brimob-nunukan","tag-cuaca-kering","tag-dayat-karhutla-nunukan","tag-hasan-bpbd-nunukan","tag-karhutla-nunukan","tag-kebakaran-hutan-dan-lahan","tag-kelurahan-mansapa","tag-kelurahan-tanjung-harapan","tag-kph-nunukan","tag-lapas-nunukan","tag-mpa","tag-nunukan-selatan","tag-panamas-nunukan","tag-pemadaman-karhutla","tag-permukiman-warga","tag-polres-nunukan","tag-sei-lanuka"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184119","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184119"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184119\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184129,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184119\/revisions\/184129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184121"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184119"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184119"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184119"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}