{"id":184134,"date":"2026-05-08T17:02:13","date_gmt":"2026-05-08T09:02:13","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184134"},"modified":"2026-05-08T17:02:43","modified_gmt":"2026-05-08T09:02:43","slug":"dari-bali-ke-borobudur-50-bhikkhu-bawa-pesan-perdamaian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/dari-bali-ke-borobudur-50-bhikkhu-bawa-pesan-perdamaian\/","title":{"rendered":"Dari Bali ke Borobudur, 50 Bhikkhu Bawa Pesan Perdamaian"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Sebanyak 50 Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia tiba di Bali untuk mengikuti Indonesia Walk for Peace 2026 dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>BALI <\/b>&#8211; Kedatangan 50 Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang membawa pesan perdamaian, toleransi, dan harmoni lintas bangsa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Para Bhikkhu peserta IWFP 2026 tiba di terminal kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kabupaten Badung, Kamis (7\/5\/2026) malam. Mereka mendarat sekitar pukul 21.30 Wita menggunakan pesawat AirAsia nomor penerbangan AK374 rute Kuala Lumpur-Denpasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran para Bhikkhu tersebut merupakan bagian dari perjalanan spiritual Thudong, yakni perjalanan dengan berjalan kaki melintasi sejumlah wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Hari Raya Waisak dan menjadi simbol penyebaran nilai kedamaian, toleransi, serta persaudaraan di tengah masyarakat majemuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">General Manager (GM) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Nugroho Jati mengatakan, bandara sebagai gerbang utama Pulau Bali merasa terhormat dapat menjadi bagian dari penyambutan kegiatan internasional yang membawa pesan universal tentang perdamaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBandara I Gusti Ngurah Rai menyampaikan selamat datang kepada seluruh Bhikkhu peserta Indonesia Walk for Peace. Sebagai pengelola bandara, kami merasa terhormat telah menjadi bagian dari kedatangan para Bhikku yang akan memulai perjalanan spiritual Thudong,\u201d ujar Nugroho Jati, sebagaimana dilansir Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Jumat (8\/5\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Nugroho, kedatangan para Bhikkhu juga mencerminkan Bali sebagai destinasi dunia yang menjunjung tinggi keberagaman budaya, harmoni, dan spiritualitas. Ia menilai perjalanan spiritual ini membawa pesan positif bagi masyarakat luas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKehadiran para Bhikkhu di Bali membawa pesan positif mengenai pentingnya menjaga kedamaian, keharmonisan, dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk. Kami berharap perjalanan spiritual ini dapat memberikan inspirasi bagi banyak pihak,\u201d lanjut Nugroho Jati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyambutan rombongan dilakukan secara hangat dengan melibatkan komunitas bandara dan sejumlah pihak terkait. Pihak bandara juga memastikan pelayanan kedatangan berjalan lancar, termasuk melalui dukungan instansi seperti Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cProses kedatangan para Bhikkhu berjalan dengan lancar dengan dukungan berbagai instansi, di antaranya dari Imigrasi, Bea Cukai, dan Balai Karantina. Seluruh fasilitas pelayanan bandara juga kami pastikan dalam keadaan prima,\u201d kata Nugroho Jati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah tiba di Bali, para Bhikkhu peserta IWFP 2026 akan menjalani perjalanan spiritual dengan berjalan kaki melintasi berbagai kota di Bali, Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), dan Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta. Perjalanan ribuan kilometer tersebut dijadwalkan berakhir di Candi Borobudur, Magelang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui perjalanan itu, para Bhikkhu mengajak masyarakat memperkuat toleransi, kepedulian sosial, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, bangsa, dan agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSebagai bandara yang melayani jutaan pengguna jasa dari berbagai negara dan latar belakang budaya, bangsa, dan agama, Bandara I Gusti Ngurah Rai terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang inklusif serta mendukung berbagai kegiatan internasional, budaya, maupun spiritual yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pariwisata Bali,\u201d pungkas Nugroho Jati. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebanyak 50 Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia tiba di Bali untuk mengikuti Indonesia Walk for Peace 2026 dengan berjalan kaki menuju Candi Borobudur. BALI &#8211; Kedatangan 50 Bhikkhu dari Thailand, Laos, dan Malaysia di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi penanda dimulainya perjalanan spiritual Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang membawa &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":184150,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9900,35],"tags":[26053,4213,26044,15353,26048,21272,26045,26050,26046,26047,26043,26054,26051,26042,17727,2482,26052,26049,5185],"class_list":["post-184134","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-bali","category-berita-nasional","tag-airasia-ak374","tag-bali","tag-bandara-internasional-i-gusti-ngurah-rai","tag-bandara-ngurah-rai","tag-bhikkhu","tag-candi-borobudur","tag-general-manager-bandara-ngurah-rai","tag-hari-raya-waisak","tag-indonesia-walk-for-peace","tag-iwfp-2026","tag-kabupaten-badung","tag-kuala-lumpur-denpasar","tag-magelang","tag-mangupura","tag-nugroho-jati","tag-perdamaian","tag-perjalanan-spiritual","tag-thudong","tag-toleransi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184134","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184134"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184134\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184155,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184134\/revisions\/184155"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184134"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184134"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184134"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}