{"id":184136,"date":"2026-05-08T16:52:50","date_gmt":"2026-05-08T08:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184136"},"modified":"2026-05-08T17:02:23","modified_gmt":"2026-05-08T09:02:23","slug":"kemnaker-buka-akses-kerja-inklusif-bagi-warga-binaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemnaker-buka-akses-kerja-inklusif-bagi-warga-binaan\/","title":{"rendered":"Kemnaker Buka Akses Kerja Inklusif bagi Warga Binaan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemnaker menegaskan akses kerja bagi warga binaan sebagai bagian dari reintegrasi sosial dan ekonomi setelah masa pembinaan selesai.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>JAWA TIMUR <\/b>&#8211; Pemerintah menegaskan komitmen membuka akses kerja yang inklusif bagi warga binaan agar mereka memiliki kesempatan kembali bekerja atau berwirausaha setelah masa pembinaan selesai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komitmen itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi saat memberikan sambutan kepada warga binaan dan peserta magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (07\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cris mengatakan, setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945. Hak tersebut juga berlaku bagi kelompok masyarakat yang menghadapi kendala sosial, hukum, maupun ekonomi, termasuk warga binaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPemerintah hadir untuk menjamin masa depan Bapak\/Ibu setelah masa pembinaan selesai. Melalui kebijakan dan perlakuan khusus, kami ingin memastikan warga binaan dapat kembali bekerja maupun berwirausaha di tengah masyarakat,\u201d ujar Cris, sebagaimana dilansir Kemnaker, Kamis, (07\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai langkah konkret, Kemnaker sejak awal 2025 telah membentuk Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus. Direktorat tersebut memiliki mandat memfasilitasi kelompok tenaga kerja khusus, termasuk mantan warga binaan, agar memperoleh akses kerja yang setara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cris menjelaskan, kebijakan itu juga diarahkan untuk mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif dan bebas diskriminasi. Dengan demikian, mantan warga binaan diharapkan dapat kembali diterima dalam lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cUpaya ini juga menjadi bagian dari dukungan Kemnaker terhadap proses reintegrasi sosial dan ekonomi. Dengan pembekalan melalui program magang dan pelatihan, diharapkan warga binaan memiliki kesiapan mental serta keterampilan saat kembali ke lingkungan sosial,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Cris, upaya tersebut diperkuat melalui Nota Kesepahaman antara Kemnaker dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kerja sama itu difokuskan pada pelaksanaan tugas dan fungsi bersama di bidang imigrasi, pemasyarakatan, dan ketenagakerjaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sinergi antarkementerian tersebut diharapkan dapat memastikan proses transisi warga binaan menuju dunia kerja berjalan lebih optimal. Program magang dan pelatihan juga dinilai penting agar warga binaan memiliki bekal keterampilan serta kepercayaan diri ketika kembali ke masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMembuka kesempatan kerja bagi mantan warga binaan merupakan wujud penegakan hak asasi manusia. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh warga negara Indonesia,\u201d tutup Cris. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemnaker menegaskan akses kerja bagi warga binaan sebagai bagian dari reintegrasi sosial dan ekonomi setelah masa pembinaan selesai. JAWA TIMUR &#8211; Pemerintah menegaskan komitmen membuka akses kerja yang inklusif bagi warga binaan agar mereka memiliki kesempatan kembali bekerja atau berwirausaha setelah masa pembinaan selesai. Komitmen itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":184141,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9290,35],"tags":[26029,24387,26031,26035,21290,26034,8186,26036,19287,15037,26026,26027,7996,26028,17957,26032,26033,26030,5028],"class_list":["post-184136","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jawa-timur","category-berita-nasional","tag-akses-kerja-inklusif","tag-cris-kuntadi","tag-direktorat-bina-penempatan-tenaga-kerja-khusus","tag-dunia-kerja-bebas-diskriminasi","tag-hak-asasi-manusia","tag-hak-kerja","tag-jawa-timur","tag-kementerian-imigrasi-dan-pemasyarakatan","tag-kementerian-ketenagakerjaan","tag-kemnaker","tag-lapas-kelas-i-malang","tag-lapas-malang","tag-malang","tag-mantan-warga-binaan","tag-pelatihan-kerja","tag-program-magang-warga-binaan","tag-reintegrasi-sosial","tag-tenaga-kerja-khusus","tag-warga-binaan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184136","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184136"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184136\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184152,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184136\/revisions\/184152"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184141"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184136"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184136"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184136"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}