{"id":184185,"date":"2026-05-08T22:40:51","date_gmt":"2026-05-08T14:40:51","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184185"},"modified":"2026-05-08T22:40:51","modified_gmt":"2026-05-08T14:40:51","slug":"project-freedom-bakal-dilanjutkan-ketegangan-hormuz-memanas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/project-freedom-bakal-dilanjutkan-ketegangan-hormuz-memanas\/","title":{"rendered":"Project Freedom Bakal Dilanjutkan, Ketegangan Hormuz Memanas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2687\" data-end=\"2853\"><em>Amerika Serikat mempertimbangkan mengaktifkan kembali operasi Project Freedom di Selat Hormuz setelah Arab Saudi dan Kuwait membuka akses militer bagi pasukan AS.<\/em><\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"415\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"17\">WASHINGTON DC<\/strong> &#8211; Amerika Serikat (AS) membuka peluang melanjutkan operasi militer <em data-start=\"85\" data-end=\"102\">Project Freedom<\/em> di Selat Hormuz setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer serta wilayah udara mereka bagi pasukan AS. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat pengawalan kapal-kapal komersial di jalur pelayaran strategis Timur Tengah yang belakangan memanas akibat ketegangan dengan Iran.<\/p>\n<p data-start=\"417\" data-end=\"726\">Pemerintahan Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempersiapkan kembali operasi pengawalan militer terhadap kapal negara-negara netral yang melintasi Selat Hormuz. Operasi itu akan melibatkan dukungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS guna menjamin keamanan pelayaran internasional di kawasan tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"728\" data-end=\"1044\"><em data-start=\"728\" data-end=\"745\">Project Freedom<\/em> merupakan misi militer AS yang dirancang untuk mengawal kapal komersial agar dapat melintas secara aman di Selat Hormuz. Operasi tersebut pertama kali dimulai pada Senin, (04\/05\/2026), dan dianggap berpotensi menantang pembatasan pelayaran yang diberlakukan Iran di jalur laut strategis tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"1046\" data-end=\"1386\">Laporan media Amerika Serikat Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat AS dan Arab Saudi menyebut pencabutan pembatasan akses militer oleh Saudi dan Kuwait menjadi faktor penting dalam rencana pengaktifan kembali operasi itu. Informasi tersebut sebagaimana dilansir TRT World dan diberitakan Detikcom, Jumat, (08\/05\/2026).<\/p>\n<p data-start=\"1388\" data-end=\"1684\">Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia karena dilalui kapal pengangkut minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar internasional. Ketegangan geopolitik di wilayah tersebut kerap memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.<\/p>\n<p data-start=\"1686\" data-end=\"1961\">Jika <em data-start=\"1691\" data-end=\"1708\">Project Freedom<\/em> kembali dijalankan penuh, operasi itu diperkirakan akan meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Teluk sekaligus mempertegas posisi Washington dalam menjaga keamanan jalur perdagangan internasional di tengah meningkatnya rivalitas dengan Iran. []\n<p data-start=\"1686\" data-end=\"1961\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Amerika Serikat mempertimbangkan mengaktifkan kembali operasi Project Freedom di Selat Hormuz setelah Arab Saudi dan Kuwait membuka akses militer bagi pasukan AS. WASHINGTON DC &#8211; Amerika Serikat (AS) membuka peluang melanjutkan operasi militer Project Freedom di Selat Hormuz setelah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan penggunaan pangkalan militer serta wilayah udara mereka bagi pasukan AS. &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":184186,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9642,21058,26119,4253,4250,6796,7612,15856,16218,24967,15308,15314,15329,12005,26118],"class_list":["post-184185","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-amerika-serikat","tag-angkatan-laut-as","tag-angkatan-udara-as","tag-arab-saudi","tag-as","tag-donald-trump","tag-iran","tag-jalur-minyak-dunia","tag-kuwait","tag-project-freedom","tag-selat-hormuz","tag-trt-world","tag-wall-street-journal","tag-washington-dc","tag-wsj"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184185","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184185"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184185\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184187,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184185\/revisions\/184187"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184185"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184185"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184185"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}