{"id":184296,"date":"2026-05-09T23:55:25","date_gmt":"2026-05-09T15:55:25","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184296"},"modified":"2026-05-09T23:56:54","modified_gmt":"2026-05-09T15:56:54","slug":"gelombang-xenofobia-terus-berulang-di-afrika-selatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/gelombang-xenofobia-terus-berulang-di-afrika-selatan\/","title":{"rendered":"Gelombang Xenofobia Terus Berulang di Afrika Selatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\" data-start=\"2063\" data-end=\"2276\">Kekerasan antiimigran di Afrika Selatan terus berulang selama lebih dari dua dekade dengan migran dan pengungsi menjadi sasaran utama di tengah tekanan ekonomi dan retorika politik soal imigrasi.<\/p>\n<p data-start=\"0\" data-end=\"373\"><strong data-start=\"0\" data-end=\"12\">PRETORIA<\/strong> &#8211; Gelombang kekerasan antiimigran kembali menjadi sorotan di Afrika Selatan setelah berbagai insiden penyerangan terhadap migran dan pengungsi terus berulang selama lebih dari dua dekade. Warga negara asing dari sejumlah negara di Afrika dilaporkan menjadi sasaran pemukulan, pengusiran, pembunuhan, hingga penjarahan usaha di berbagai wilayah negara tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"375\" data-end=\"650\">Fenomena <em data-start=\"384\" data-end=\"396\">xenophobia<\/em> atau kebencian terhadap orang asing itu disebut dipicu oleh kombinasi retorika politik terkait imigrasi dan tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Kondisi tersebut dinilai memperbesar sentimen negatif masyarakat terhadap pendatang asing di Afrika Selatan.<\/p>\n<p data-start=\"652\" data-end=\"930\">Berbagai kelompok pengkritik menilai narasi politik mengenai imigrasi turut memperkeruh situasi sosial di tengah tingginya tingkat pengangguran dan kesenjangan ekonomi. Akibatnya, ketegangan terhadap komunitas migran dan pengungsi terus berulang dalam berbagai bentuk kekerasan.<\/p>\n<p data-start=\"932\" data-end=\"1178\">Insiden antiimigran di Afrika Selatan sebagian besar menargetkan pendatang dari negara-negara tetangga serta wilayah lain di Benua Afrika. Selain kekerasan fisik, sejumlah bisnis milik warga asing juga dilaporkan menjadi sasaran penjarahan massa.<\/p>\n<p data-start=\"1180\" data-end=\"1384\">Peristiwa tersebut kembali mendapat perhatian publik internasional sebagaimana diberitakan Detiknews pada Sabtu, (09\/05\/2026), yang mengulas gelombang berulang kekerasan <em data-start=\"1350\" data-end=\"1362\">xenophobia<\/em> di Afrika Selatan. []\n<p data-start=\"1386\" data-end=\"1416\">Redaksi1<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kekerasan antiimigran di Afrika Selatan terus berulang selama lebih dari dua dekade dengan migran dan pengungsi menjadi sasaran utama di tengah tekanan ekonomi dan retorika politik soal imigrasi. PRETORIA &#8211; Gelombang kekerasan antiimigran kembali menjadi sorotan di Afrika Selatan setelah berbagai insiden penyerangan terhadap migran dan pengungsi terus berulang selama lebih dari dua dekade. Warga &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":92,"featured_media":184297,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[19,2254],"tags":[9821,16531,26265,26268,26266,26267,26270,26269,26263,26264],"class_list":["post-184296","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-hotnews","category-berita-internasional","tag-afrika-selatan","tag-detiknews","tag-kekerasan-antiimigran","tag-kerusuhan-afrika-selatan","tag-migran-afrika","tag-pengungsi","tag-penjarahan-bisnis","tag-politik-imigrasi","tag-pretoria","tag-xenophobia"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184296","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/92"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184296"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184296\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184298,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184296\/revisions\/184298"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184297"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184296"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184296"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184296"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}