{"id":184618,"date":"2026-05-11T19:33:34","date_gmt":"2026-05-11T11:33:34","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=184618"},"modified":"2026-05-11T19:36:27","modified_gmt":"2026-05-11T11:36:27","slug":"kemnaker-gandeng-kopi-kenangan-perluas-kesempatan-kerja-disabilitas-tuli","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kemnaker-gandeng-kopi-kenangan-perluas-kesempatan-kerja-disabilitas-tuli\/","title":{"rendered":"Kemnaker Gandeng Kopi Kenangan Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas Tuli"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kemnaker mempertemukan penyandang disabilitas Tuli dengan Kopi Kenangan melalui seleksi kerja inklusif yang didukung pendampingan komunikasi dan Bahasa Isyarat Indonesia.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Penyandang disabilitas Tuli mendapat akses seleksi kerja langsung dengan dunia usaha melalui skema rekrutmen berbasis kompetensi yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Bumi Berkah Boga atau Kopi Kenangan di Gedung Pusat Pasar Kerja, Jakarta, Senin (11\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan bertajuk \u201cInterview dan Seleksi Penempatan Tenaga Kerja bagi Penyandang Disabilitas Tuli pada PT Bumi Berkah Boga (Kopi Kenangan)\u201d itu menjadi bagian dari upaya Kemnaker memperluas kesempatan kerja inklusif bagi penyandang disabilitas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker Estiarty Haryani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah konkret untuk mempertemukan pencari kerja disabilitas Tuli dengan perusahaan secara langsung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKegiatan ini membuka ruang yang setara bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kompetensi dan potensi di dunia kerja,\u201d ujar Estiarty.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Estiarty, penempatan tenaga kerja bagi penyandang disabilitas memerlukan sistem rekrutmen yang adaptif terhadap kebutuhan komunikasi. Dukungan pendampingan juga dibutuhkan agar proses seleksi berjalan setara dan tidak menghambat peserta karena perbedaan cara berkomunikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk itu, Kemnaker memperkuat peran Pengantar Kerja yang menjalankan fungsi job matching, job counselling, dan job intermediaries. Peran tersebut penting untuk memastikan pencari kerja tidak hanya bertemu dengan pemberi kerja, tetapi juga mendapat pendampingan sesuai kebutuhan kompetensi dan komunikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPengantar Kerja memastikan proses penempatan tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan pekerjaan, tetapi juga menjembatani kebutuhan komunikasi dan kompetensi secara tepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, terdapat 1.859 Pengantar Kerja yang tersebar di seluruh Indonesia, baik di lingkungan Kemnaker, Balai Pelatihan Kerja (BLK), Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker), maupun Unit Layanan Disabilitas (ULD) daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan seleksi tersebut, Parakerja turut mendukung proses komunikasi dan interview agar lebih inklusif bagi peserta disabilitas Tuli melalui penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), sebagaimana dilansir Kemnaker, Senin, (11\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Estiarty menegaskan, penguatan penempatan kerja inklusif membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, komunitas disabilitas, dan dunia usaha. Kolaborasi itu dinilai penting agar kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar membuka akses kerja yang berkelanjutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap kegiatan serupa dapat diperluas dan direplikasi lebih banyak perusahaan. Dengan begitu, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang lebih adil untuk masuk ke dunia kerja sesuai kompetensi masing-masing.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cIni bagian dari upaya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan,\u201d pungkasnya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kemnaker mempertemukan penyandang disabilitas Tuli dengan Kopi Kenangan melalui seleksi kerja inklusif yang didukung pendampingan komunikasi dan Bahasa Isyarat Indonesia. JAKARTA &#8211; Penyandang disabilitas Tuli mendapat akses seleksi kerja langsung dengan dunia usaha melalui skema rekrutmen berbasis kompetensi yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama PT Bumi Berkah Boga atau Kopi Kenangan di Gedung Pusat Pasar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":184625,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[9295,35],"tags":[26774,26757,26775,26765,26776,23810,4589,19287,15037,26771,26777,26767,26773,26772,6482,26768,26769,26770,26766],"class_list":["post-184618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-jakarta","category-berita-nasional","tag-bahasa-isyarat-indonesia","tag-binapenta-dan-pkk","tag-bisindo","tag-disabilitas-tuli","tag-dunia-usaha","tag-estiarty-haryani","tag-jakarta","tag-kementerian-ketenagakerjaan","tag-kemnaker","tag-kesempatan-kerja-disabilitas","tag-ketenagakerjaan-inklusif","tag-kopi-kenangan","tag-parakerja","tag-pengantar-kerja","tag-penyandang-disabilitas","tag-pt-bumi-berkah-boga","tag-pusat-pasar-kerja","tag-rekrutmen-inklusif","tag-seleksi-kerja-disabilitas"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=184618"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":184632,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/184618\/revisions\/184632"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/184625"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=184618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=184618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=184618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}