{"id":185293,"date":"2026-05-14T21:32:45","date_gmt":"2026-05-14T13:32:45","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=185293"},"modified":"2026-05-15T08:24:35","modified_gmt":"2026-05-15T00:24:35","slug":"turun-ke-sungai-ambil-layang-layang-pelajar-kutim-diserang-buaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/turun-ke-sungai-ambil-layang-layang-pelajar-kutim-diserang-buaya\/","title":{"rendered":"Turun ke Sungai Ambil Layang-layang, Pelajar Kutim Diserang Buaya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Seorang pelajar SMPN 1 Sangatta Selatan mengalami luka serius setelah diterkam buaya saat mengambil layang-layang yang jatuh ke sungai kecil di kawasan Dermaga Kenyamukan.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>KUTAI TIMUR <\/b>&#8211; Serangan buaya terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sangatta Selatan di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi peringatan serius bagi warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar perairan yang diduga menjadi habitat buaya liar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban bernama Andi Alifiansyah, pelajar kelas VII SMPN 1 Sangatta Selatan, mengalami luka robek serius pada kaki kiri setelah diterkam buaya, Rabu (13\/05\/2026) sekitar pukul 17.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa itu terjadi saat korban bermain layang-layang bersama teman-temannya di kawasan Dermaga Kenyamukan. Sebelumnya, korban berpamitan kepada orang tuanya sejak siang hari untuk bermain di sekitar lokasi tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan informasi yang dihimpun, layang-layang yang dimainkan korban bersama rekannya putus dan jatuh ke sungai kecil di dekat dermaga. Korban kemudian turun ke air yang diperkirakan sedalam satu meter untuk mengambil layang-layang tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat berada di air, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menggigit kaki kiri korban. Teriakan korban membuat teman-temannya panik dan berusaha memberikan pertolongan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah seorang saksi mata, Muhammad Aidil, mengatakan korban sempat ditarik buaya sebelum berhasil diselamatkan oleh temannya, sebagaimana diberitakan Sumber Berita, Rabu (13\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKorban sempat ditarik buaya, tapi berhasil diselamatkan setelah temannya berusaha menariknya ke pinggir,\u201d ujar warga di lokasi kejadian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Buaya tersebut akhirnya melepaskan gigitannya lalu kembali masuk ke dalam air. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu mengevakuasi korban dan menghubungi ambulans Palang Merah Indonesia (PMI).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit (RS) PKT Sangatta untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa itu sempat membuat pengunjung dermaga dan warga sekitar panik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kawasan Dermaga Kenyamukan diketahui berada dekat wilayah perairan yang kerap dilaporkan menjadi habitat buaya liar. Karena itu, aktivitas warga, terutama anak-anak, di sekitar sungai dan dermaga dinilai perlu mendapat pengawasan lebih ketat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kutim Fauzan Arianto mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berada di sekitar kawasan perairan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bibir sungai atau kawasan yang berpotensi menjadi habitat buaya. Keselamatan anak-anak harus menjadi perhatian bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia juga meminta warga segera melaporkan setiap kemunculan buaya di sekitar permukiman maupun lokasi aktivitas masyarakat. Laporan cepat diperlukan agar aparat dan instansi terkait dapat melakukan langkah antisipasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis di RS PKT Sangatta. Aparat bersama pihak terkait juga melakukan pemantauan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah peristiwa serupa kembali terjadi. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seorang pelajar SMPN 1 Sangatta Selatan mengalami luka serius setelah diterkam buaya saat mengambil layang-layang yang jatuh ke sungai kecil di kawasan Dermaga Kenyamukan. KUTAI TIMUR &#8211; Serangan buaya terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sangatta Selatan di kawasan Dermaga Baru Kenyamukan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menjadi peringatan serius bagi warga agar &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":185303,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[26,480],"tags":[27791,27786,27784,27790,27789,18279,1963,846,27783,15258,27788,27785,27787],"class_list":["post-185293","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-timur-kaltim","category-kabupaten-kutai-timur","tag-anak-diserang-buaya","tag-andi-alifiansyah","tag-buaya-dermaga-kenyamukan","tag-buaya-liar-kutim","tag-dermaga-baru-kenyamukan","tag-fauzan-arianto","tag-kapolres-kutim","tag-kutai-timur","tag-pelajar-kutim-diterkam-buaya","tag-pmi-kutim","tag-rs-pkt-sangatta","tag-serangan-buaya-sangatta","tag-smpn-1-sangatta-selatan"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185293","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185293"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185293\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185322,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185293\/revisions\/185322"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185303"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185293"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185293"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185293"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}