{"id":185393,"date":"2026-05-15T22:42:28","date_gmt":"2026-05-15T14:42:28","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=185393"},"modified":"2026-05-16T00:35:46","modified_gmt":"2026-05-15T16:35:46","slug":"mobil-malaysia-berpelat-indonesia-viral-di-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/mobil-malaysia-berpelat-indonesia-viral-di-pontianak\/","title":{"rendered":"Mobil Malaysia Berpelat Indonesia Viral di Pontianak"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Video Perodua Myvi berpelat Indonesia yang melintas di Pontianak memicu pertanyaan publik soal legalitas dan status administrasi kendaraan asal Malaysia tersebut.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>PONTIANAK<\/strong> &#8211; Kemunculan mobil Perodua Myvi berpelat nomor Indonesia di Kota Pontianak memantik perhatian publik, terutama karena kendaraan produksi Malaysia itu tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video singkat mobil berjenis hatchback itu beredar luas di media sosial dan grup percakapan WhatsApp dalam beberapa hari terakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam rekaman yang beredar, mobil berwarna gelap yang diduga Perodua Myvi terlihat melintas di salah satu ruas jalan di Pontianak. Kendaraan tersebut menjadi perhatian karena menggunakan pelat nomor Indonesia, sebagaimana diwartakan Kalbarnews, Jumat (15\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keberadaan mobil asal Malaysia itu menimbulkan beragam spekulasi di kalangan warga. Sebagian menduga kendaraan tersebut berasal dari wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang masuk ke Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan status administrasi dan legalitas penggunaan pelat nomor Indonesia pada kendaraan luar negeri tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJarang sekali lihat mobil Perodua Myvi di Pontianak, apalagi pakai plat Indonesia. Jadi banyak yang penasaran,\u201d ujar seorang warga yang mengaku melihat langsung kendaraan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hingga kini, identitas pemilik kendaraan belum diketahui. Belum ada pula keterangan resmi dari instansi terkait mengenai status administrasi kendaraan tersebut, apakah menggunakan registrasi sementara, masuk melalui jalur impor tertentu, atau berkaitan dengan mobilitas kendaraan dari kawasan perbatasan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perodua Myvi dikenal sebagai salah satu mobil populer di Malaysia. Mobil berdesain kompak itu banyak digunakan masyarakat Malaysia sebagai kendaraan harian karena dinilai irit bahan bakar dan praktis untuk mobilitas perkotaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Viralnya video tersebut membuat isu kendaraan lintas negara kembali menjadi perhatian publik, terutama di Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Warga berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan agar tidak muncul spekulasi berlebihan mengenai legalitas kendaraan tersebut di jalan raya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Video Perodua Myvi berpelat Indonesia yang melintas di Pontianak memicu pertanyaan publik soal legalitas dan status administrasi kendaraan asal Malaysia tersebut. PONTIANAK &#8211; Kemunculan mobil Perodua Myvi berpelat nomor Indonesia di Kota Pontianak memantik perhatian publik, terutama karena kendaraan produksi Malaysia itu tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video singkat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":185396,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,36],"tags":[183,4861,27916,27900,27905,4458,27892,27907,27910,27895,12719,27891,329,27902,16442],"class_list":["post-185393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kota-pontianak-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-kalbar","tag-kalimantan-barat","tag-kendaraan-impor","tag-kendaraan-luar-negeri","tag-legalitas-kendaraan","tag-media-sosial","tag-mobil-malaysia","tag-mobil-viral","tag-otomotif-kalbar","tag-pelat-nomor-indonesia","tag-perbatasan-indonesia-malaysia","tag-perodua-myvi","tag-pontianak","tag-viral-pontianak","tag-whatsapp"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185393"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185434,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185393\/revisions\/185434"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185396"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}