{"id":185722,"date":"2026-05-18T11:10:07","date_gmt":"2026-05-18T03:10:07","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=185722"},"modified":"2026-05-18T11:16:52","modified_gmt":"2026-05-18T03:16:52","slug":"hendak-mengabari-paman-putri-tewas-kecelakaan-di-depan-masjid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/hendak-mengabari-paman-putri-tewas-kecelakaan-di-depan-masjid\/","title":{"rendered":"Hendak Mengabari Paman, Putri Tewas Kecelakaan di Depan Masjid"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Putri Atika Zahra, bocah 8 tahun di Sambas, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di dekat Masjid Al Huda Kembayat dan dinyatakan tak tertolong saat perjalanan rujukan ke Pontianak.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SAMBAS<\/strong> &#8211; Duka mendalam menyelimuti keluarga Putri Atika Zahra, bocah 8 tahun asal Kabupaten Sambas (Sambas), Kalimantan Barat (Kalbar), setelah meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Raya Kembayat, Desa Tri Kembang, Kecamatan Galing, Kamis 14 Mei 2026 sore.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peristiwa nahas itu terjadi di sekitar Masjid Al Huda Kembayat. Putri diduga tertabrak mobil berwarna putih yang melaju dari arah Kota Sambas menuju Kecamatan Galing. Setelah benturan terjadi, korban tergeletak di badan jalan dengan luka berat, sementara mobil tersebut terperosok ke parit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paman korban, Apryadi, mengatakan kejadian itu bermula ketika Putri berada di Masjid Al Huda untuk menunaikan salat magrib. Saat itu, Apryadi melintas di depan masjid seusai pulang dari lapangan sepak bola.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Ceritanya saya pulang dari lapangan bola mau pulang ke rumah, korban di masjid mau sholat magrib,&#8221; jelas Apryadi, dihubungi Minggu (17\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Apryadi, Putri diduga berlari mengejarnya karena ingin menyampaikan rencana menginap di rumah pamannya tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dia mau mengabari ke saya mau menginap ke rumh saya. Jadi merasa melihat saya lewat dia mengejar saya, merasa buru-buru dia lari ngejar saya,&#8221; jelas Apryadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, Apryadi mengaku tidak melihat secara pasti detik-detik tabrakan itu terjadi. Saat ia menoleh ke belakang, keponakannya sudah terbaring di aspal, sedangkan mobil yang diduga menabrak korban telah masuk ke parit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Tapi saya kurang tahu pasti apakah dia langsung nyebrang atau bagaimana saya tidak tahu. Karena pas saya melihat ke belakang posisi nya sudah ditabrak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kondisi panik, Apryadi segera membawa Putri ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sambas sekitar pukul 18.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), sebagaimana diberitakan Tribunpontianak, Minggu (17\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kejadiannya sekitar jam 6 lewat saya membawa nya ke rumah sakit Sambas,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah mendapat penanganan di RSUD Sambas, keluarga mendapat informasi bahwa Putri harus dirujuk ke Pontianak. Namun, Apryadi menyebut proses rujukan baru berjalan setelah keluarga menunggu sekitar sembilan jam di rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Katanya harus rujuk ke Pontianak. Tetapi sampai 9 jam saya di rumah sakit rujukan belum diproses sampai jam 1 malam baru ada tindakan berangkat ke Pontianak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nyawa Putri akhirnya tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Pontianak, tepatnya saat ambulans tiba di wilayah Selakau. &#8220;Tapi kondisinya cuman sampai Selakau sudah tidak bisa di selamatkan,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apryadi mengatakan keluarga masih terpukul atas kepergian Putri. Ia mengaku belum sanggup melupakan peristiwa yang terjadi pada Kamis sore tersebut. &#8220;Kejadiannya sore hari Kamis sekitar jam 5 lewat, mobil dari arah Sambas mau ke Galing. Karena posisi saya lagi membawa motor, yang saya lihat pas mobilnya terbang ke parit,&#8221; katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya tidak bisa cerita banyak karena saya tidak melihatnya jelas, yang saya lihat kondisinya sudah ketabrak mobil dan sudah terbaring di jalan,&#8221; ujar Apryadi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meski meninggalkan duka mendalam, Apryadi menyebut pihak keluarga memilih menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Keluarga tidak ingin memperpanjang perkara kecelakaan yang merenggut nyawa Putri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Saya pihak keluarga tidak mau memperpanjang masalah nya, jadi masalah nya diselesaikan secara kekeluargaan saja. Putri Atika Zahra umur 8 tahun 12 hari, masalahnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan,&#8221; katanya. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Putri Atika Zahra, bocah 8 tahun di Sambas, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di dekat Masjid Al Huda Kembayat dan dinyatakan tak tertolong saat perjalanan rujukan ke Pontianak. SAMBAS &#8211; Duka mendalam menyelimuti keluarga Putri Atika Zahra, bocah 8 tahun asal Kabupaten Sambas (Sambas), Kalimantan Barat (Kalbar), setelah meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Raya &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":185729,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,2274],"tags":[28474,28476,28475,4861,28477,15431,22751,28473,28192,28478,28480,329,28472,28479,9037],"class_list":["post-185722","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sambas-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-bocah-8-tahun-meninggal","tag-desa-tri-kembang","tag-jalan-raya-kembayat","tag-kalimantan-barat","tag-kecamatan-galing","tag-kecelakaan-anak","tag-kecelakaan-maut-sambas","tag-kecelakaan-sambas","tag-keluarga-korban","tag-masjid-al-huda-kembayat","tag-mobil-masuk-parit","tag-pontianak","tag-putri-atika-zahra","tag-rsud-sambas","tag-selakau"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185722"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185722\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185740,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185722\/revisions\/185740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}