{"id":185781,"date":"2026-05-18T15:38:30","date_gmt":"2026-05-18T07:38:30","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=185781"},"modified":"2026-05-18T15:38:55","modified_gmt":"2026-05-18T07:38:55","slug":"kobar-kenalkan-budaya-marunting-batu-aji-di-fbim-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/kobar-kenalkan-budaya-marunting-batu-aji-di-fbim-2026\/","title":{"rendered":"Kobar Kenalkan Budaya Marunting Batu Aji di FBIM 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Kontingen Kobar mengikuti pembukaan FBIM 2026 dengan membawa pesan pelestarian budaya, toleransi, persatuan, dan penguatan identitas daerah menuju Indonesia Emas 2045.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>KOTAWARINGIN BARAT<\/strong> &#8211; Kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menegaskan komitmen pelestarian budaya daerah melalui keikutsertaan dalam pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (17\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran kontingen Kobar dalam pawai budaya itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan nilai adat, kerukunan, toleransi, dan identitas lokal kepada masyarakat luas, terutama generasi muda. Kegiatan tersebut diikuti seluruh kabupaten\/kota se-Kalteng dan berlangsung meriah dengan tampilan beragam seni serta budaya daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bupati Kobar Nurhidayah turut hadir memberikan dukungan kepada kontingen Kobar yang tampil dalam agenda budaya tahunan tersebut. Kehadiran Bupati Kobar menjadi bentuk apresiasi terhadap peserta yang membawa nama daerah dalam ajang pelestarian budaya tingkat provinsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kegiatan itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar turut ambil bagian dengan mengusung tema \u201cDengan Menjunjung Tinggi Budaya Marunting Batu Aji Guna Menjaga Kerukunan serta Keragaman dalam Bingkai Festival Budaya Isen Mulang, Kabupaten Kotawaringin Barat Siap Menyongsong Indonesia Emas 2045,\u201d sebagaimana dilansir Mmc Kobar, Minggu (17\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kontingen Kobar menampilkan berbagai kekayaan budaya daerah yang sarat pesan persatuan dan gotong royong. Ornamen khas daerah, busana adat, serta atraksi seni budaya turut memeriahkan karnaval dan menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Kobar Muhammad Alamsyah mengatakan, keikutsertaan Kobar dalam FBIM 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlanjutan budaya daerah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cMelalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai budaya, toleransi, dan persatuan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman menuju Indonesia Emas 2045,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam pawai budaya tersebut, Kadisdikbud Kobar Muhammad Alamsyah bersama Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Kobar Hasim Syahroni mendampingi kontingen Kobar selama mengikuti rangkaian karnaval pembukaan FBIM 2026.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">FBIM merupakan agenda tahunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng yang digelar untuk melestarikan seni, adat, dan budaya masyarakat Dayak. Ajang ini juga menjadi ruang pertemuan budaya antar daerah untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalteng.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui keikutsertaan dalam FBIM 2026, Kobar berharap pelestarian budaya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter generasi muda dan penguatan identitas daerah menuju Indonesia Emas 2045. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kontingen Kobar mengikuti pembukaan FBIM 2026 dengan membawa pesan pelestarian budaya, toleransi, persatuan, dan penguatan identitas daerah menuju Indonesia Emas 2045. KOTAWARINGIN BARAT &#8211; Kontingen Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menegaskan komitmen pelestarian budaya daerah melalui keikutsertaan dalam pembukaan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (17\/05\/2026). Kehadiran kontingen Kobar dalam &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":185782,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2259,2912],"tags":[17221,28551,26951,26950,28554,21497,6051,4418,28545,8710,6001,28556,28553,28552,28555,1882,9619],"class_list":["post-185781","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-tengah","category-kabupaten-kota-waringin-barat-provinsi-kalimantan-tengah","tag-budaya-dayak","tag-disdikbud-kobar","tag-fbim-2026","tag-festival-budaya-isen-mulang","tag-hasim-syahroni","tag-indonesia-emas-2045","tag-kalimantan-tengah","tag-kalteng","tag-karnaval-budaya","tag-kobar","tag-kotawaringin-barat","tag-marunting-batu-aji","tag-muhammad-alamsyah","tag-nurhidayah","tag-pawai-budaya","tag-pelestarian-budaya","tag-pemprov-kalteng"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185781"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185788,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185781\/revisions\/185788"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}