{"id":185961,"date":"2026-05-19T15:02:58","date_gmt":"2026-05-19T07:02:58","guid":{"rendered":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/?p=185961"},"modified":"2026-05-19T15:18:28","modified_gmt":"2026-05-19T07:18:28","slug":"chikungunya-serang-kapuas-dinkes-sanggau-dorong-3m-plus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/chikungunya-serang-kapuas-dinkes-sanggau-dorong-3m-plus\/","title":{"rendered":"Chikungunya Serang Kapuas, Dinkes Sanggau Dorong 3M Plus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><em>Dinkes Sanggau memperkuat verifikasi kasus, PSN, fogging fokus, dan pemantauan harian setelah suspek chikungunya meningkat di Kecamatan Kapuas sejak April 2026.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>SANGGAU <\/strong>&#8211; Kewaspadaan warga di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, perlu diperkuat menyusul peningkatan kasus suspek chikungunya sejak April 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau mengintensifkan verifikasi kasus, pemberantasan sarang nyamuk, hingga fogging fokus di wilayah terdampak untuk memutus potensi penularan penyakit yang dibawa nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus tersebut, sebagaimana diwartakan Pontianak Post, Senin (18\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sanggau membenarkan adanya peningkatan kasus suspek chikungunya di Kapuas. Menurut dia, tim surveilans kesehatan telah diterjunkan ke sejumlah wilayah untuk memastikan kondisi warga dan melakukan pendataan kasus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cBetul, ada peningkatan kasus suspek chikungunya di Kecamatan Kapuas sejak April 2026. Gejala utama yang ditemukan berupa demam tinggi dan nyeri sendi hebat. Tim surveilans Dinkes sudah turun melakukan verifikasi dan pendataan kasus,\u201d ujarnya, Senin (18\/05\/2026).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinkes Sanggau menegaskan, chikungunya belum memiliki vaksin maupun obat khusus. Karena itu, penanganan pasien lebih diarahkan pada pengobatan gejala di fasilitas kesehatan, baik pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) maupun rumah sakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPasien ditangani dengan pemberian obat penurun panas dan pereda nyeri. Yang terpenting adalah cukup istirahat dan memperbanyak konsumsi air putih agar proses pemulihan lebih cepat,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain penanganan medis, Dinkes Sanggau memperkuat langkah pencegahan melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M Plus. Langkah itu meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masyarakat juga diminta menggunakan abate, kelambu, obat antinyamuk atau repellent, serta menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menjadi tempat hinggap nyamuk pembawa penyakit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cChikungunya ditularkan oleh nyamuk yang sama dengan demam berdarah, sehingga upaya pencegahannya juga serupa. Kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mempercepat pemutusan rantai penularan, Dinkes Sanggau melakukan fogging fokus di wilayah dengan jumlah kasus lebih dari lima orang dalam satu Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW). Tindakan tersebut dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi oleh tim P2P di lapangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sejumlah desa di Kapuas yang mencatat jumlah kasus terbanyak juga telah mendapatkan intervensi berupa fogging fokus, distribusi abate, serta penyebaran selebaran edukasi melalui puskesmas setempat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dinkes Sanggau turut memperkuat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan, kepala desa, dan kader kesehatan. Mereka didorong melaksanakan gerakan PSN serentak minimal satu kali dalam sepekan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemantauan kasus harian juga dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Langkah ini ditempuh agar pemerintah dapat merespons lebih cepat apabila terjadi lonjakan kasus di wilayah terdampak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami demam tinggi disertai nyeri sendi hebat. Pemeriksaan lingkungan rumah secara rutin juga perlu dilakukan untuk memastikan tidak ada genangan air dan jentik nyamuk yang berpotensi menjadi sumber penularan. []\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dinkes Sanggau memperkuat verifikasi kasus, PSN, fogging fokus, dan pemantauan harian setelah suspek chikungunya meningkat di Kecamatan Kapuas sejak April 2026. SANGGAU &#8211; Kewaspadaan warga di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, perlu diperkuat menyusul peningkatan kasus suspek chikungunya sejak April 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau mengintensifkan verifikasi kasus, pemberantasan sarang nyamuk, hingga fogging fokus di wilayah &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":70,"featured_media":185975,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[2273,38],"tags":[28782,28784,28788,28783,28785,28789,28790,28792,18505,28787,28791,28786],"class_list":["post-185961","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","","category-kalimantan-barat-kalbar","category-kabupaten-sanggau-provinsi-kalimantan-barat-kalbar","tag-chikungunya-sanggau","tag-dinkes-sanggau","tag-fogging-fokus","tag-kasus-chikungunya-kapuas","tag-kecamatan-kapuas","tag-nyamuk-aedes-aegypti","tag-nyamuk-aedes-albopictus","tag-pencegahan-chikungunya","tag-pontianak-post","tag-psn-3m-plus","tag-skdr","tag-suspek-chikungunya"],"aioseo_notices":[],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185961","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/users\/70"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185961"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185961\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185987,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185961\/revisions\/185987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185961"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185961"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/beritaborneo.com\/main\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185961"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}